Yadnya merupakan salah satu bagian Dharma yang harus kita laksanakan. Hal ini dapat kita pelajari pada isi Atharwa Weda, XII.1.1 yang terjemahannya sebagai berikut : ” Sesungguhnya Satya, Rta, Diksa, Tapa, Brahma, dan Yadnya, yang menyangga dunia.” Keenam hal ini merupakan bentuk isi atau Craddha ( Keimanan, Keyakinan, Kepercayaan ) dalam Agama Hindu, bahwa Dharma itu meliputi :
Satya : Kebenaran, Kesetiaan, Kejujuran
Rta : Bentuk Hukum Tuhan yang murni yang bersifat absolut Transendental, sedangkan Dharma itu ialah Hukum yang bersifat mengatur tingkah laku manusia untuk mencapai kebahagiaan di dalam hidupnya, mengatur mahluk serta alam semesta ini.
Diksa : Inisiasi, Penyucian, Podgala, Abhiseka
Tapa : Pengendalian nafsu atau indriya, Penguasaan atas nafsu, Melakukan hidup suci.
Brahma : Pujian, Doa, Mantra, Stotra, Sthawa, untuk melakukan pujian kepada Tuhan, maupun manifestasinya.
Yadnya : (Yajna) Korban suci, Persembahan suci.
Dengan penjelasan singkat tersebut jelaslah bahwa Yadnya merupakan bagian Dharma yang wajib kita laksanakan. Yadnya bukan sekedar formalitas saja, maupun legalitas saja, namun yang lebih penting dari itu ialah Yadnya harus dilaksanakan sebagai Upacara Keagamaan yang sakral sesuai ajaran Weda.
Dalam kitab suci Bhagawad Gita II.12.13 disebutkan :
” Dipelihara oleh Yadnya para Dewa akan memberi kamu kesenangan yang kau ingini. Ia yang menikmati pemberian-pemberian ini, tanpa memberikan balasan kepada-Nya adalah pencuri “.
“Orang-orang yang baik yang makan apa yang tersisa dari Yadnya, mereka itu terlepas dari segala dosa. Akan tetapi mereka yang jahat yang menyediakan makanan untuk kepentingannya sendiri mereka itu adalah makan dosanya sendiri.”
Yadnya ini harus kita laksanakan sebagai pembayaran hutang lahir bathin kita kepada para Dewa, para Rsi dan para Pitra, hal mana termuat dalam ajaran Tri Rnam ( tiga macam hutang ), dan kemudian selengkapnya meliputi pelaksanaan berbagai Yadnya, baik Panca ( Maha ) Yadnya, maupun Panca ( Marga ) Yadnya.
Selanjutnya mengenai kewajiban kita melaksanakan Yadnya dijelaskan pula pada Bhagawad Gita XVII.11.
“Yadnya yang dihaturkan sesuai dengan sastranya, oleh mereka yang tidak diharapkan buahnya (ganjaran) dan teguh kepercayaannya, bahwa sudah memang kewajibannya untuk ber-Yadnya adalah Sattwika, Baik “.





