Teluk Benoa, Jalan Toll dan Reklamasi


Jalan toll terbaru di Bali telah selesai dikerjakan dan akan bersiap dipergunakan, keberadaan jalan toll ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan by pass Ngurah Rai – Bandara International – Nusa Dua, Kuta dan Denpasar. Efek domino dari jalan toll ternyata sudah terjadi dengan rencana berikutnya yaitu reklamasi Teluk Benoa. Pro dan Kontra terjadi dalam masyarakat Bali.

Bagaimana bentuk  Masterplan Teluk Benoa ?

Secara umum reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau penatagunaan lahan yang terganggu sebagai akibat sesuatu kegiatan lapangan hasil tambang agar dapat berfungsi dan berdayaguna sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan dalam ranah ilmu teknik pantai, pengertian reklamasi adalah suatu pekerjaan memanfaatkan kawasan yang relative tidak berguna atau kosong dan berair menjadi lahan berguna dengan cara dikeringkan.

Pengertian reklamasi daratan atau hanya sering disebut reklamasi adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. Tanah yang direklamasi disebut tanah reklamasi atau landfill.

Reklamasi Teluk Benoa termasuk dalam reklamasi daratan karena akan membuat pulau baru, berikut kutipan beritanya “Secara geografis, luas pulau Bali akan bertambah. Pulau baru yang dibangun investor di kawasan ini akan menjadi  milik Bali, milik masyarakat Bali “

Sekilas Reklamasi Pulau Serangan. Kini, warga Serangan tidak lagi sepenuhnya menggantungkan sumber penghidupan dari hasil laut karena ikan-ikan konsumsi sudah menghilang dari perairan Serangan. Begitu pula dengan predikat Pulau Serangan sebagai Pulau Penyu akan tinggal kenangan lantaran satwa penyu sudah sangat jarang mendarat di Serangan untuk bertelur. Dilihat dari gambar Pulau Serangan sudah menjadi satu daratan dengan pulau-pulau kecil sebelumnya, sehingga tidak lagi ada pantai yang landai, alami dan aman untuk habitat Penyu bertelur. Reklamasi ini tiada tujuan yg jelas.

teluk benoa

Teluk Benoa Bali Kini

Keterangan gambar Teluk Benoa, googlemaps.

1. Bandara International Ngurah Rai
2. Pelabuhan Laut Benoa
3. Pulau Serangan yang sudah direklamasi
4. Rencana pulau baru (ini perkiraan tiang)
5. Tanjung Benoa

Bila dilihat dari googlemaps Teluk Benoa dikelilingi oleh daratan Tanjung Benoa dan Pulau Serangan, bila latar belakang reklamasi yang diutarakan untuk menjaga Bali dari bahaya tsunami atau gelombang pasang, tentunya tidak beralasan karena sangat jelas sekali yang lebih dahulu dihantam oleh tsunami (bila benar terjadi) adalah dua pulau tersebut yaitu daratan Tanjung Benoa dan Pulau Serangan.

Masterplan Teluk BenoaMasterplan Teluk Benoa

Keterangan masterplan Benoa, secara kebetulan tiang yang menggambar 3d masterplan ini dengan konsep disain dari perusahaan konsultan lain, yang secara profesional tiang bekerja sebagai 3d artist impressions, silakan klik disini.

1. Pelabuhan Laut Benoa
2. Pulau Serangan yang sudah direklamasi
3. Tanjung Benoa

Pulau-pulau ini (bila benar gambar ini merupakan rencana reklamasi diatas) maka jalan utama atau akses masuk akan dihubungkan ke jalan toll yang telah dibangun.

Rencana reklamasi Teluk Benoa berdasarkan surat keputusan nomor 2138/o2-C/HK/2012 terkait reklamasi tempat strategis Teluk Benoa (sudah dicabut pada 16/8-2013). namun SK terbaru 1727/01-B/HK/2013 Rencana Pemanfaatan, Pengembangan, dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa selama 2 tahun. Sungguh ironis …

Semoga masyarakat Bali tidak hanya memikirkan manusia, tetapi tetap memikirkan alam lingkungan, semoga budaya Bali dengan ajaran agama Hindu tentang Tri Hita Karana tetap dikedepankan dalam membangun Bali, semoga laut sebagai pelebur segala mala di bumi tetap dilestarikan.

(RANBB)

Jasa Perspektif 3d 0812 9489 4000

Jasa Perspektif 3d 0812 9489 4000

26 responses to “Teluk Benoa, Jalan Toll dan Reklamasi

  1. From my point of view, reclamation is a good impact to Balinese. We do not have enough land to support tourist industry needs for land and space to build villas, hotels. So far it consumed fertile land to build villa’s and hotel, damage the fertile land for rice field. The reclamation land is essential to avoid the use of fertile land. I think the government just try to stop the excessive use of fertile land and use the reclamation land instead for the future of development of building. Another things is the area actually full of fishermen slum area from out of Bali in which build slum illegal buildings. We need the reclamation and as a Balinese I totally support it for the best of Balinese.

    • Thanks Mbok Made for your Att. Bali is full of physical development, it is time to think on the human resource development of advanced, intelligent, and able to improve the common welfare. How many hotels in Bali are not professionally managed, be it food, promotion, environment and employees.

      It will surely blame each other’s affairs, very wrong! this is what I call the big capitalist competition with small communities.

      • Bli, tiang kira pembangunan di tanah reklamasi tersebut tidak beda dengan pembangunan2 di sepanjang sepadan pantai seminyak sampai dengan tanah lot. Coba kita lihat tanah2 subur harus dikorbankan demi perkembangan investor, sontoh yang sedang berjalan adalah “Sea Sntosa” di sempadan pantai Echo Beach, begitu besarnya sampai menghabiskan tanah subur 5 hektar, belum lagi investor2 yang lebih kecil2.

        Selama ini sudah super banyak komplain mengenai penggunaan tanah subur, tanpa adanya solusi, karena investor terus berjamuran datang berbondong2 untuk membuat property di Bali. Itu di masa lalu, di masa datang sebaiknya di konsentrasikan di tanah buatan reklamasi tersebut. Tanah itu tdk subur, melihat gambarnya, tampak sangat indah sekali karena tertata dengan baik. Jika ada investor jelas akan memilih daerah tersebut karena akan tertata dengan baik. Di lain pihak tanah2 subur akan tetap bisa dipertahankan. Untuk menambah keindahan laut dan menutup daerah tsb agar tampak terisolasi dari hiruk pikuk kemacetan di Denpasar tampaknya hutan bakau akan tetap ada bahkan nanti akan bisa ditambah disekitar bangunan2 tsb.

        Mengenai apa yang di dapat rakyat Bali? mmm, banyak dong, 1. tanah subur sebagai penghasil padi tidak akan dirambah investor, 2. Tourisme yang lebih tertata seperti di complex Nusa Dua, tidak seperti sekarang sembarangan membangun di tengah2 sawah tanpa ada infra struktur jalan2 yang cukup, bahkan villa2 itu ada di gang2 sempit menambah kepengapan desa2 Bali yang asri dan berdasarkan agraris dengan sawah2 yang menghijau. Kita sdh melihat sawah2 dan pohon2 kelapa yang menghijau telah mulai habis diganti dengan hutan beton villa2 dan rumah2 penduduk yang hiruk pikuk.

        Mengenai pemodal besar, mmm memang mereklamasi itu memerlukan modal besar. Yang harus diprotest adalah, PEMDA harus mempunyai share yang cukup besar untuk kesejahteraan rakyat. Tanyakan berapa share PEMDA Bali? Harus terbuka! Kan tanahnya milik Bali. Mengenai kerusakan lingkungan? Mmm bukankah sekarang lingkungan Bali sudah rusak dengan menghilangnya sawah2 nan hijau? Demi menghambat kerusakan yang lebih parah di masa depan, sebaiknya disediakan lahan baru di tengah laut itu berupa tanah yang direklamasi. Persis seperti “Pulau Sentosa” di Singapore.

        Mudah untuk kita protes dengan alasan kerusakan lingkungan, namun kerusakan tersebut buktinya bisa ditanggulangi dengan ilmu pengetahuan seperti di negara2 lain. Kita bisa memilih, kerusakan di tanah Bali yang berkelanjutan tanpa terkendali atau kerusakan hutanm bakau akibat reklamasi, dimana hutan bakau tsb bisa kita tanam kembali? Ingat sawah hijau tdk bisa diganti jika sdh menjadi hutan beton.

        kenten pendapat tiang bli, ampurayang yen tiang salah

        • In terms of locals you would be best to concentrate on ECO tourism or tourism based on on culture. Preserve whats left and do not destroy it with MORE development.. Tourists don’t want it, fishermans shacks will disappear…the uniquiness of Bali will be gone forever.

  2. Sanak Bali semua, reklamasi dilakukan oleh Singapore untuk meluaskan tanahnya agar tanah2 subur tidka lagi digunakan sebagai tempat pembangunan villa2 mewah. Sudah cukup tanah subur dikorbankan untuk pembangunan yang mensupport industry pariwisata. Biarkan di masa depan para investors akan menginvestnya di pulau buatan tsb tdk lagi merambah tanah2 subur penghasil padi. Saat ini para investor merambah tanah2 subur dengan membangun villa2 mewah, tdk ada lagi swah2 yang indah. Saya kira gubernur elah memikirkan, biarkanlah para investor terisolasi di tanah buatan tsb, membiarkan kita para orang Bali mengelola tanah subur ini menjadi sumber makanan bagi kita semua.

    Bagi yang selalu mendera gubernur, sadarlah bahwa usaha menjatuhkan sesama anak Bali akan merugikan masa depan orang Bali sendiri. Jangan mudah dikompor2i oleh orang luar, karena memang kehendak orang luar untuk melemahnya tatanan pemerintahan Bali.

  3. This is not progress, Tourists DO NOT WANT THIS. It is ugly, will destroy mangroves kill water purity. You can go anywhere in Asia if you want crowds. Bali should be preserved as it is . Development has gone far enough >STOP NOW and keep Bali beautiful and relatively unspoilt.

  4. Ampurayang bli, tiang tdk bela siapa2, hanya sekedar memikirkan mengenai suasana ajang perseteruan antara pemerintah Bali dan rakyat. Sebagai rakyat, tiang memihak rakyat tapi harus kita melihat apa yang dilakukan pemerintah kita. Sepatutnya kita pikirkan baik2, agar ten terus2an ribut2, ani rugi ajak mekejang kan?

    Dumun BTDC waktu membangun kawasan Nusa dua diprotes juga, setelah jadi eh bangga juga punya complex hotel berbintang 5 kumpul di Nusa dua. Jalan underpass dan jalan toll juga dumun ramai2 diprotes, setelah macetnya minta ampun baru dibuat, lalu kita nikmati bersama2. Kenten kan? Nah tiang hanya saran, sampunang uyut2, lek ajak anak luar adi anak Bali pade mejaguran hehehe

  5. Pingback: Reklamasi Benoa Bali | nakbalibelog

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s