Seksualitas Dalam Hindu


“Seksualitas adalah penting bagi kehidupan manusia, seperti makanan perlu untuk kesehatan badan, dan atas mereka bergantung dharma dan artha “.  Kama Sutra I.37.

Seks diberikan tempat terhormat di dalam agama Hindu. Dalam 4 (Catur) Purusharta, tujuan hidup orang-orang Hindu ia menempati urutan ketiga, setelah “Dharma” dan “Artha”. Tujuan ketiga ini disebut “Kama” yang artinya kebahagiaan karena kenikmatan yang timbul dari hubungan seksual, atau Sanggama ( Sa = satu, Angga = badan, Ma = menjadi ), atau persatuan tubuh antara seorang lelaki dengan seorang wanita. Dalam bingkai Purusharta, Kama melibatkan tubuh, tetapi juga cinta dan jiwa. Hubungan seks yang dilakukan dalam hubungan perkawinan karena cinta akan memberikan kebahagiaan. Setelah Kama adalah Moksha, yaitu kebahagiaan abadi karena persatuan antara jiwa (atman) dengan Sang Hyang Widhi (Brahman, atau jiwa semesta). Keduanya ada kemiripan. Keduanya memberi kebahagiaan dalam gradasi yang berbeda. Bahkan ada agama yang menggambarkan tujuan terakhirnya adalah kenikmatan hubungan seks di sorga.

Tujuan Kama

Tujuan Kama ada dua, yitu; prokreasi dan rekreasi. Prokreasi maksudnya penciptaan anak keturunan, agar kehidupan di atas bumi ini bisa berlanjut. Sebetulnya inilah tujuan utama dari Kama, atau hubungan seks dari mahluk di atas bumi. Hal ini lebih nyata di dunia binatang. Binatang hanya melakukan hubungan seks semata-mata untuk melahirkan anak.

“Cinta, anak-anak, kebahagiaan dan kekayaan akan datang menjawab harapanmu. Berbakti kepada keperluan suamimu, akan dikelilingi oleh keabadian”. Atharwa Weda 14.1.42

“Penuh semangat , dan wanita subur ini telah datang. O lelaki, tanamkan benihmu padanya. Mengandung bibit yang diperas dari lelaki yang kuat. Semoga ia melahirkan anak-anak dari rahimnya.” Atharwa Weda 14.2.14

“Naiklah ke ranjang pengantin dengan bersahabat dan pikiran gembira ! dan lahirkan anak-anak bagi suamimu. Waspada dan mudah bangkit seperti Ratu Sorga (Indrani). Kamu akan bangun pada fajar sebelum matahari terbit.” Atharwa Weda 14.2.31

Tetapi bagi manusia sebagai mahluk yang berakal dan berperasaan, yang memiliki teknologi dan seni, Kama tidak semata-mata untuk tujuan prokreasi, namun juga untuk rekreasi. Kita pergi piknik ke kebun binatang atau ke tepi pantai utnuk menyegarkan tubuh dan mental. Dengan hubungan seks di samping menyegarkan tubuh dan mental, kita menyegarkan jiwa. Rekreasi dalam Kama berarti menyegarkan atau menciptakan kembali hubungan cinta antara suami dengan istrinya.

Sebuah perkawinan atau rumah tangga yang bahagia tidak dapat mengabaikan seks. Tanpa seks, betapapun melimpahnya harta, pangkat, ketenaran, kehormatan yang dimiliki, keluarga itu tidak akan bahagia. Bahkan bisa berantakan. Dengan alasan tidak ada kecocokan satu sama lain. Padahal alasan yang sebenarnya adalah bahwa tidak ada lagi api di tungku asmara. Dewa Kama tidak lagi mau mengunjungi tempat tidur mereka.

Dari Buku ” Hindu Akan Ada Selamanya ” hal. 191 Oleh Ngakan Made Madrasuta, Penerbit Media Hindu; di posting oleh Rare Angon Nak Bali Belog

One response to “Seksualitas Dalam Hindu

  1. mampir sini sobat

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s