Kalpavrksa | Tumbuhan Suci


kalpavrksa

kalpavrksa

Kalpavrksa adalah pohon kahyangan (Devaloka). Pohon Kalpavrksa ini memberikan apa saja yang diminta atau yang diinginkan oleh seseorang. Ada lima jenis Kalpavrksa di Svargaloka, yang namanya sebagai berikut : Mandara, Parijata, Santana, Kalpavrksa dan Haricandana. Dalam Agni Purana (III) disebutkan bahwa di antara berbagai benda yang didapat pada saat usaha para dewa dan raksasa mengaduk lautan susu ( Ksirarnava ) untuk memperoleh Amrta, diperoleh juga Kalpavrksa, oleh karena itu Kalpavrksa muncul dari pemuteran lautan susu ( Vettam, 1989: 378 ). Di dalam Bhagavata X disebutkan bahwa Sri Krsna membawa pohon Parijata dari Sorga ke bmi, di negara Dvaraka dan menanamnya di depan istana Satyabhama ( Ibid,:426 ).

Di Dalam Veda disebutkan pohon yang lain, yakni Asvattha ( Rgveda I.164.20 ) yang dalam kitab-kitab belakangan lebih populer dengan Pippala ( Ficus religiosa ), di samping Nyagrodha ( Ficus indica ) yang cabangnya tumbuh ke bawah akar-akar serabutnya, disebut masih kerabat dengan Asvattha ( Ficus religosa/Macdonell, 1982 I: 43, I.462, I:531).

Di Samping pohon Kalpavrksa, pohon-pohon yang sering disebut-sebut khususnya dalam susastra Hindu adalah Asoka ( Saraca indica ) yang bunganya berwarna merah tua atau orange, Sirisa ( Albizza spp ), Kadamba ( Anthocephalus cadamba ) yang bunganya harum berwarna kemerahan, Kimsuka ( Butea frondosa ), Kadali atau pohon pisang melati yang putih disebut Atimukta ( Hiptage madablota ) dan Campaka ( Michelia champaca ) dan Japa atau mawar China ( Basham. 1992: 204 )

Hal yang menarik bagi umat Hindu di Bali adalah penempatan pohon pisang dengan buah, bunga dan jantungnya yang disebut ” BIU LALUNG ” dan ” PEJI UDUH ” ( sejenis enau kurus ) pada tiang bangunan sementara dari bambu yang disebut ” SANGGAH SURYA “, yang diyakini sebagai sthana Sang Hyang Surya, devata yang menjadikan dan menguasai matahari bersinar, sebagai saksi agung setiap perbuatan mahluk hidup. Dalam upacara agama Hindu di Bali ( Indonesia ) ” SANGGAH SURYA ” ini selalu dibangun dan difungsikan serta dianggap tidak sah ( selesai ) suatu upacara yajna, bila tidak disaksikan oleh Sang Hyang Surya. Rupanya pohon pisang yang disebut ” Kadali ” lengkap dengan bunganya ( Kadalipuspa ) dan pohon ” Peji uduh ” itu sebagai pengganti pohon-pohon sorga, mengingat pohon-pohon lainnya seperti beringin dan ancak selalu digunakan dalam upacara agama Hindu. Dengan demikian penempatan pohon pisang dan peji uduh tersebut terkait dengan Sang Hyang Surya yang tidak memiliki sthana di bumi, oleh karenanya sthananya disebut ” SANGGAR TAWANG “, altar di langit.

Tumbuhan Suci lainnya adalah Bilva. Seorang penyembah Visnu yang menurut ceritra dalam Skanda Purana beralih menjadi penyembah Siva. Pada awalnya Brahma menciptakan banyak hal, diantaranya pohon Bilva ( Crataeva Religosa ), yang di Bali dinamakan pohon BILA atau MAJA. Di bawah pohon Bilva tersebut hidup seseorang Brahma memberi nama kepadanya Vilva. Prilaku dan kebaktian Vilva menjadikan dewa Indra puas, dan Indra menugaskan kepadanya untuk melaksanakan roda administrasi pemerintahan di bumi. Atas perintah dewa Indra, Vilva memohon kepadanya untuk diberikan Vajra ( intan berlian ) untuk memuluskan pemerintahannya di bumi. Indra menyatakan bahwa senjata Vajra itu akan muncul dihadapannya bilamana ia memikirkan hal itu, ketika ia memohonkan kepadanya. Suatu hari Kapila, seseorang penyembah Siva tiba di tempatnya Vilva. Setelah terjadi percakapan yang panjang, keduanya menjadi sahabat yang akrab. Suatu hari terjadi perdebatan antara Vilva dengan Kapila, dan ia tidak tahu apakah Kapila saat itu sedang melaksanakan tapa atau sedang berbuat sesuatu dengan serius. Pada saat diskusi berlangsung Vilva kehilangan keseimbangan dan dalam pikirannya muncul keinginan agar senjata Vajra memenggal kepala Kapila. Dalam diri Kapila terdapat kekuatan yang luar biasa sebagai pertapa yang memiliki kekuatan sama dengan Siva. Kapila memperoleh keabadian ( tidak mati ). Sementara itu Vilva pergi menghadap dewa Visnu dan memperoleh anugrah bahwa semua mahluk di dunia ini akan takut kepada-Nya. Permohonan Vilva sia-sia.  Hal ini yang menjadikan Vilva mengubah sikap dann prilakunya untuk memuja Siva. Ia berkonsentrasi untuk memuja Siva melalui Sivalinga di hutan Mahakala. Pahala dari pemujaan itu, Vilva didatangi oleh Rsi Kapila dan mereka kedua menjadi bersahabat kembali ( Vettam, 1989:145 )

Pohon atau tumbuhan suci lainnya adalah Tulasi. Tulasi ( Holy Basil Plant ) di Bali kadang-kadang disebut Sulasih miyik. Sebenarnya pohon Tulasi lebih mendekati atau semarga dengan pohon Kamangi yang di Bali disebut Uku atau Kecarum yang digunakan sebagai penyedap makanan tradisional. Berikut mengapa pohon Tulasi dipandang sangat suci oleh umat Hindu, antara lain diungkapkan dalam beberapa kitab Purana Bhagavata dan Padma Purana; dalam kitab-kitab tersebut dijelaskan bahwa Mahalaksmi ( sakti Visnu ) yang menjelma atau mengambil wujud sebagai pohon Tulasi.

Keutamaan pohon Tulasi disebutkan meliputi daun-daunnya, bunga-bunganya, buah-buahnya, akar, cabang-cabang, kulit pohon dan bahkan tanah tempat Tulasi tumbuh diyakini semuanya suci. Jenasah seseorang ketika dikremasi dengan menggunakan kayu api dari pohon Tulasi akan memperoleh tempat yang abadi di Visnuloka. Bahkan seseorang yang melakukan dosa yang besar sekalipun bila jenasahnya dibakar dengan cabang-cabang pohon Tulasi, dosanya tersebut segera diampuni. Seseorang yang akan meninggal ( mendekati maut ) yang terus-menerus memikirkan dan mengucapkan nama-Nya dan akhirnya ketika meinggal jenasahnya dibakar dengan cabang-cabang pohon Tulasi, maka yang bersangkutan tidak akan menjelma kembali. Bahkan pula seseorang yang sangat berdosa akan menjadi Moksa.

7 responses to “Kalpavrksa | Tumbuhan Suci

  1. Retribuindo a visita, obrigado!!!

    Like

  2. Kunjungan malam hari

    Like

  3. Hi..Thanks for your visit..

    Like

  4. patroli siang sob, lam knal……………

    Like

  5. Terima kasih banyak atas segala dukungannya…

    Like

  6. Becik pisan anggen nambah wawasan semeton Bali

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s