Pamuteran Wong Menggat


Segehan Bali

Segehan Bali

Teknik Pamuteran Wong Menggat ini diyakini dapat menyadarkan suami atau istri langsung dari dalam hatinya melalui bantuan-bantuan gaib, masuknya kekuatan gaib yang didapat dari ritual-ritual yang dilakukan, akan menyadarkan secara gaib butanya hati pasangan akibat asmara pada orang ketiga. Teknik Pamuteran Wong Menggat ini jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan ketekunan, diyakini akan dapat mengembalikan perasaan sayang, cinta dan tanggung jawab dari pada pasangan terhadap keluarga, baik yang dulunya berpaling murni lantaran ketertarikan pada wanita lain pun ketertarikan akibat hal-hal yang sifatnya gaib. Adapun prosesinya dapat dilihat dalam ulasan sebagai berikut :

Pamuteran Catuspatha

Pamuteran Pancamahabhuta

Pamuteran Kala Raksa

Pamuteran Ki Butha Putih

Pamuteran Aglurah Sakti

Pamuteran Hyang Manik Terus

Pamuteran Wishnu

Pamuteran Catuspatha. Prosesi ini dilakukan di perempatan jalan yang terdapat palinggihnya. Banten berupa, Peras, sodan dan daksina, segehan mancawarna sesuai dengan warna arah mata angin. Setelah prosesi dilakukan selanjutnya daksina dibawa pulang ditempatkan pada pelangkiran kamar. Pada saat prosesi dilakukan permohonan kepada Hyang Catuspatha agar pasangan yang berselingkuh atau pergi dari rumah disadarkan dari kekhilafannya, dan mohonlah agar Hyang Catuspatha mengembalikan pasangan anda. Mantra adalah” Om Hyang Catuspatha, pinaka Hyangning margi agung, yan lalanang (jikalelaki) / waduka (perempuan) arane si … ” dan seterusnya ( tidak diuraikan disini).

Pamuteran Pancamahabuhta. Prosesi ini dilakukan dihadapan Palinggih Rong Tiga, banten berupa: peras, sodan dan daksina, segehan putih kuning dan mancawarna. Selanjutnya setelah prosesi dilakukan daksina diambil dan ditaruh di pelangkiran kamar, lakukan permohonan di kamar dihadapan pelangkiran dengan khusuk, mantranya sebagai berikut ” Om Hyang Pancamahabuhta, Hyang Pertiwi, Hyang Apah, Hyang Teja, Hyang Bayu, Hyang Akasa, manusan nira aminta sih ri paduka…” dan seterusnya ( tidak diuraikan disini).

Pamuteran Kala Raksa. Prosesi dihadapan palinggih panunggun karang, bantennya berupa peras, sodan dan daksina, segehan barupa nasi kepelan 3 kepel lauknya bawang jahe dan jeroan babi, lengkap dengan arak dan berem sebagai tabuhan. Setelah prosesi dilakukan, daksina dibiarkan di palinggih panunggun karang, lakukan permohonan dengan mantra sebagai berikut ” Om Hyang  Purusa Pradana, matemahan Kala Raksa Nini Raksa, manusan nira aminta sih ring Hyang Ning Tunggun Karang, poma kita amuteraken lalanangku arane ….. “dan seterusnya (tidak diuraikan disini)

Pamuteran Ki Butha Putih. Prosesi dilakuakn di palinggih tugu/bedogol yang ada di tepi sungai atau laut, banten yang dihaturkan berupa banten pejati, segehannya/caru berupa nasi berbentuk wong-wongan putih, lauknya ayam putih, rokok, arak dan berem tabuh. Mantranya : ” Om Hyang Siwa, manusa nira aminta sih ring Ki Butha Putih, poma paduka bhatara tumitah Ki Butha Putih nyusup haneng wayu maruta, angunsi genah lalanangku, nyusup maring angga… ” dan seterusnya (tidak diuraikan disini)

Pamuteran Aglurah Sakti. Prosesi dilakukan dihadapan tugu pangelurah di Sanggah/Merajan. Bantennya berupa, peras, sodan dan daksina, canang lenga wangi burat wangi, bunga pucuk bang/ kembang spatu merah dua kuntum, banten segehan/caru, nasi wong-wongan poleng, lauknya bawang jahe dan ayam sudha mala. Mantranya sebagai berikut: ” Pakulun Sang Sedahan Pangelurah, manusa nira mapinunas ica, poma paduka bhatara awas lalanangku arabe si ….” dan seterusnya (tidak diuraikan disini)

Pamuteran Hyang Manik Terus. Prosesi dilakuakn dihadapan palinggih taksu di merajan/sanggah, bantennya berupa peras, sodan dan daksina. Banten segehan/carunya berupa nasi manca warna, dengan lauk ayam brumbun di bakar, tatabuhan tuwak arak dan berem. Selanjutnya ucapkan mantra ” Pakulun Taksu Ider Buwana, Hyang Manik Terus, Hyang Taksu Astagina, manusa nira aminta ring paduka bhatara Taksu anulakaken lalanangku arane si ….“dan seterusnya (tidak diuraikan disini)

Pamuteran Wishnu. Sarananya air sungai ditempatkan pada tempurung kelapa (sibuh cemeng), dilengkapi dengan bunga 11 macam’ lalu percikkan ke atas, kemudian memutar berlawanan dengan arah jarum jam ( Prasawya ) rapalkan mantra sebagai berikut.  : “ Pakulun Hyang Wisnu, paduka bhatara maraga wiapi-wiapaka, paduka bhatara hana ring sahancaning kahanan, manusa nira aminta paduka bhatara anulakaken lalanangku arane… ” dan seterusnya (tidak diuraikan disini). Sebelum melakukan teknik Pamuteran Wishnu hendaknya terlebih dahulu melakukan ritual di sungai, mohon kehadapan Hyang Bhatara Wisnu, bantennya berupa, tumpeng warna hitam, lauknya ayam hitam, tumpeng tadi dikelilingi kacang botor dan saur/serundeng ditempatkan dalam tempeh, canang lenga wangi burat wangi, tetabuhan berem hitam. Selesai prosesi semua banten dihanyutkan ke sungai, lalu ambillah air sungai itu untuk teknik diatas.

Referensi dari buku ‘” Wadhu TattwaSekelumit Catatan Hakekat Wanita Dalam Wadhu Tattwa, Seks Ala Bali II, oleh IB. Putra M. Aryana, SS,M.Si. Penerbit Bali Aga, Sinar Ilmu dari Bali. Diposting oleh Rare Angon Nak Bali Belog.

6 responses to “Pamuteran Wong Menggat

  1. Haha, post yang sangat menarik. Itu mantera manjur gak Mas bagi aku yang muslim, jika aku membacanya dengan kesungguhan hati… Sayangnya mantera yang Mas Postkan hanya sebagian saja. Aku sangat tertarik dengan mantera! Aku pernah mempraktekkan satu mantera dari suku Batak (yang beragama Kristen), berhasil..Mas

    Like

  2. Hello Mas, terima kasih banyak atas kunjungan dan perhatiannya

    Like

  3. mampir semangat senin siang plus membaca artikel budaya Bali, sungguh menarik hati🙂 salam sukses selalu

    Like

  4. Hi Bli..menaarik postingannya..

    Ada pertanyaan sikit ney, untuk bisa menyuarakan mantra dan memiliki kukuatan magis, apaakah tata laku yang musti di penuhi ?

    Like

  5. Hello Bli SIge , menurut tiang musti hafal (tidak ragu-ragu mengucapkannya), yakin akan kekuatan mantra itu ( tidak ada keraguan sama sekali, nyak asane napi ten), adanya ketulusan dalam menyampaikannya ( tidak terasa hari ini, kita coba besok, dan seterusnya, mungkin hari ini belum tepat waktu dan suasana hati ).

    Dengan senang hati bila ada yang memberi masukan,terutama dari yang sudah Pintar, suksma
    kirang langkung sinampura

    Like

  6. It’s a shame you don’t have a donate button! I’d most certainly
    donate to this superb blog! I suppose for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to brand new updates and will talk about this site with my
    Facebook group. Talk soon!

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s