Jangan Mati di Bali


Ya… Jangan Mati di Bali – Tingkah Polah Negeri Turis merupakan judul buku karya Bapak Gde Aryantha Soethama buku ke tiga yang saya miliki dari dua judul sebelumnya ” Bali Is Bali ” dan  “Basa Basi Bali“. Buku tentang Bali yang ditulis sendiri oleh orang Bali, lewat buku ini kita menemukan Bali yang meriah oleh berkah turisme, namun yang manusianya kerap terperangkap dalam kepiluan, kegetiran dan terperosok dalam ironi justru pada saat merayakan keramahan, kebahagiaan dan kebanggaan.

“………di Bali kematian adalah sebuah kerepotan publik. Seseorang semasa hidup sering terlibat dalam kerepotan adat dan ritus kematian. Ketika mati, ia yang merepotkan lingkungan ….. ” ( Halaman 20) . Apakah bener demikian ???  simak dalam buku setebal 316 halaman ini, Semeton akan mendapatkan  suguhan sebuah biografi ysng unik dan otentik tentang negeri turis bernama Bali.

Pada kesempatan lain  saya akan posting beberapa artikel, karena pekerjaan 3d impression yang utama masih full… jadi dilain waktu …

12 responses to “Jangan Mati di Bali

  1. Itulah nasib orang Bali,kita di sibukan dengan upacara,dan yang menikmati orang lain…..

    Like

  2. sebagai daerah pariwisata Bali tentunya sangat mudah mendapat pengaruh dari luar, namun Astungkara, sampai saat ini kebudayaan aslinya masih terjaga dengan baik…

    Like

  3. Pingback: TALKSHOW bersama Bp Gde Aryanta Soetama penulis buku “Jangan Mati di Bali” di @GramedGatsuBali « WASABI | What's Up Bali

  4. Article yang sangat menarik sob….mantef.

    Like

  5. bagaimana nasib bali ke depan ya..tidak bakal bisa maju jika nak bali sing nyak berubah..adat hanya pembungkus agama…harusnya agama yang dikedepankan dan adat aturannya flexible sesuai jaman..di bali dari jaman kolonial sudah menganut agama adat..demi kepentingan penguasa tradisional feodal..orang bali lebih takut pada awig adat daripada undang-undang dasar’45..sedih..

    Like

  6. Salam kenal ya, iseng iseng mengunjungi blog ini. Salam dari Bali Ratu Spa

    Like

  7. Hahahaaa merasa mentertawakan diri sendiri..nak mule keto kenyataanne man kudiang jani?

    Like

  8. Pondok Merana

    nah itulah disebut beryadnya, agama hindu merupakan agama flaksibel, terserah kita sekarang, mau repot apa tidak ? kalau tidak mau repot, nanti setelah kita meninggal siapa yang akan membantu kita / membawa kita ke setra ? ea krama adat, nah inilah ciri khas orang bali yang bersatu, bangga lah kita sebagai orang bali (^_^)

    Like

    • Kan sudah ada kremasi berbayar Om🙂, tinggal kasi duit langsung sampai nyekah :)). Sedueg-duegne menyama braya tetep mase pas ade upacara to perlu pis care zaman jani, busung meli, ambu meli, bunga meli, nyen nak nyak ngemang gratis, paling nyame ngerot katik sate ajak ngidih kopi gen, makan perlu pis (carik sube telah), yen sedueg-duegne ngalih pis, nak upacara dadi beli jani, pengayah dadi bayah mase, tinggal pilih mana???

      Liked by 1 person

  9. Pingback: Lagu Pop Bali Kerupuk | nakbalibelog

  10. saya sudah membaca seluruh halaman buku ini. Keren sekali; jika anda membacanya maka anda akan tahu apa yang mestinya tidak perlu anda lakukan sebagai orang bali. Jika anda seorang hotelier, saya punya sebuah buku karangan sendiri berjudul Mendulang Uang dan Karir di Dunia Butler. Mudah2an bermanfaat! Trims…

    Liked by 1 person

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s