Novel Gandamayu


Novel Gandamayu

Novel Gandamayu

Novel Gandamayu, karya Putu Fajar Arcana terdiri atas cerita Di Bawah Bulan, Kutukan, Permohonan Kunti, Meruwat Durga, Akulah Jodohmu, Nakula Terlunta, Pandawa Terpukul, Bintang Kemukus, Bayang-Bayang Matahari. Tokoh Novel Gandamayu diantaranya, Sahadewa, Dewi Durga, Kalika, Sudamala, Dewa Siwa,, Dewi Uma, Kalantaka dan Kalanjaya, Resi Tamba Petra, Diah Soka dan Diah Padapa, Kunti, Yudistira, Bima, Pandawa dan Korawa. Novel Gandamayu memiliki beberapa lokasi cerita; Indraprasta, Setra Gandamayu, Siwa Loka, Prangalas, Kuru Setra dan Kaliakah.

Kalika, sekali lagi aku bilang perjuangan kita sama, perjuangan melawan dominasi laki-laki atas seluruh ruang hidup kita. Bahkan, pikiran dan tingkah laku semua ditentukan oleh mereka. Kutukan yang telah kita jalani di tempat ini beberapa tahun lalu adalah bukti bahwa sedalam apapun cinta dan kesetiaan yang telah kita tunjukkan pada laki-laki, mereka tetap sangsi dan kita harus menjalani tes demi tes lagi….”

“Dan lihatlah,” Tambah Uma, “Kita berdua meski dalam wujud yang sudah berbeda, tidak berdaya menghadapi semuanya. Sudamala memang telah berhasil mengubah wujudku, tetapi ia dibantu oleh Dewa Siwa, representasi dari kekuatan para lelaki. Bahkan, kalau kamu sekarang pergi ke Kahyangan, keadaan tidak akan lebih baik. Para dewa sibuk berbisik-bisik bergosip….”

“Apa yang harus kita lakukan Dewi ?”

Uma tercekat. Pikirannya macet. Ia tak punya gagasan apa pun. Melawan dengan cara menantang seluruh gagasan yang dimunculkan Dewa Siwa atau para lelaki lainnya tentulah tak akan mengubah keadaan. Jangankan soal itu, mengembalikan wajah Kalika ke wujud semula saja ia tidak punya kekuatan apa pun. Uma boleh sakti karena bisa terbang, tetatpi ia tetap sosok dewi yang tak berdaya. Seluruh para lelaki, yang mengaku sebagai dewa Kahyangan. Sebagai perempuan, Uma tetap menjadi bayang-bayang matahari, bayang-bayang para lelaki yang setiap saat, setiap waktu mengendalikan segala keinginan.

Uma menemani Kalika sampai senja benar-benar pamit dari langit barat. Sisa cahaya yang dipantulkan di pucuk pohon kenanga membawa kabar keresahan Dewa Siwa. Para dewa menemukan tubuh Uma seperti kepompong yang telah ditinggalkan kupu-kupu, bersandar di pilar Siwa Loka. Siwa panik, berlari kesana kemari mengelilingi Kahyangan. Ia merasa kehilangan dewi penerang Kahyangan selamanya …..

Rare Angon Nak Bali Belog mengajak untuk mari membaca, pang sing Belog

7 responses to “Novel Gandamayu

  1. Jd pnasaran pngen baca novel’nya..^_^

    Like

  2. Menurut saya, bagus, ceritanya juga bikin penasaran sebelum habis… ada suasana pedesaan yang tergambar jelas..

    Like

  3. Penasaran jg nih tentang novelnya bli…

    Like

  4. Maaf gan sebelumnya ini novelnya bahasa apa ya? coz ada link pdfnya nggak
    Thanks

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s