Siapa Pemilik Bali ?


Penari Bali caka 1934

Penari Bali caka 1934

Bali milik siapa ? Benarkah Bali masih tetap, hingga kini sepenuhnya milik orang Bali ? Pertanyaan ini muncul dari sanubari manusia Bali, karena mereka menyadari industri turisme yang menumpahkan kekayaan juga menerbitkan masalah-masalah baru tentang kepemilikan Bali. Semakin banyak tanah dikuasai oleh orang luar, dibanguni hotel, jalan-jalan dibenahi dan diperlebar untuk kehadiran orang-orang luar yang bermukim di Bali. Bandara diperbaiki dan ditata rapi untuk para pendatang.  Jembatan yang hendak dibentang antara Tanjung Benoa ke Pulau Serangan sesungguhnya untuk kaum pendatang itu.

Orang Bali kian menyadari , “Kekuasaan” mereka akan tanah kelahiran makin melorot. Semakin hari kian banyak orang berniat “menguasai” Bali. Tetapi, lazimnya orang Bali tidak bisa langsung menyadari proses penguasaan itu. Mereka baru sadar setelah membahas dengan mendalam liku-liku turisme di Bali.

Photo kegiatan Masyarakat Hindu Bali Pura dan lokasi

Banyak pakar ekonomi dan pariwisata berkomentar, pertumbuhan ekonomi Bali tidak sepenuhnya dinikmati oleh orang Bali. Kendati belum pernah dilakukan penelitian menyeluru tentang pembagian kue pariwisata, tanda-tanda perekonomian Bali lebih dikuasai orang luar bisa sangat kuat dirasakan.

Mengapa orang Bali terlambat mengetahui mereka tidak lagi menjadi tuan di tanah sendiri ? Banyak orang Bali tahu jawabannya ; karena manusia Bali terlalu suntuk pada urusan adat dan keagamaan, sehingga mereka melupakan masalah-masalah duniawi. Karena  persoalan-persoalan industri turisme atau pertumbuhan ekonomi adalah masalah duniawi, maka tidak cukup sigap orang Bali mengantisipasi dampak turisme itu. Orang Bali hanya akan protes menggebu-gebu jika turisme mengganggu ketakwaan orang Bali beragama.

Dalam berbagai sumber, di banyak kesempatan tokoh-tokoh Bali berkumpul, sampai ke perbincangan di warung-warung kopi dan balai banjar, acap kali muncul pembahasan tentang Bali tidak lagi sepenuhnya ” dikuasai” oleh orang Bali. Mereka yakin, saat ini orang Bali tidak lagi punya kekuatan untuk mengarahkan mau dibawa ke mana Bali. Mereka acapkali mengalami, sebuah masalah muncul tiba-tiba, tetapi tidak sigap mereka sanggup mengatasinya. Tiba-tiba sebuah kawasan suci dikuasai investor untuk dibanguni vila, dan orang  Bali kebingungan mengapa hal itu sampai terjadi. Bukankah sepatutnya mereka tahu, dan berperan untuk menolak atau menerima proyek itu ?

Jika mereka tidak kuasa menolak sesuatu yang mereka anggap merusak Bali, lalu apa peran mereka sebagai manusia Bali ? Kalau mereka tidak berperan, masihkah bisa disebut mereka yang punya Bali Jika bukan yang punya Bali, lantas siapa yang memiliki Bali ?

Pasti bisa diperoleh banyak contoh tentang ketidakpedulian terhadap warga Bali, karena tidak berkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi. Orang-orang Bali terus menerus mengeluh tentang desa-desa miskin yang tidak menerima sentuhan industri turisme. Mereka tidak mengerti, ke mana perginya uang hasil bisnis pariwisata ? Mengapa hasil industri turisme yang sering didengungkan begitu besar tak jua mengalir ke desa-desa mereka yang melarat itu ? Tidakkah ini disebabkan karena industri pariwisata itu dikuasai dan dikendalikan tidak oelh orang Bali ?

Tetapi, jangan-jangan Bali memang tak pernah menjadi milik orang Bali. Di Zaman kerajaan, Bali adalah milik Majapahit. di zaman kolonial, Bali dimiliki oleh Belanda. Pernah juga menjadi milik Jepang, kendati cuma selama tiga tahun. Sekarang, di zaman globalisasi, Bali ditengarai telh “dikuasai” pemilik modal.

Banyak orang Bali berpendapat, kapitalisasi sulit sekali dilawan. Investor, modal, bergerak sangat cepat untuk menguasai. Dan sangat rakus. Sungguh tak mudah menjawab pertanyaan, apakah Bali pada akhirnya memang tak akan pernah dimiliki oleh orang Bali ? Lalu, siapakah yang akan menjadi pemenang sebagai pemilik Bali ?

Kambil saking buku  Jangan Mati di Bali  Tingkah Polah Negeri Turis  halaman 299 oleh Gde Aryantha Soethama, diposting oleh Rare Angon Nak Bali Belog

One response to “Siapa Pemilik Bali ?

  1. Thanks for your attention, Goodlucky

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s