Apa Yang Paling Putih di Dunia ?


 

Hitam dan Putih

***Siang dan Malam***

Apa yang paling putih di dunia ?. Sekali peristiwa seorang raja mengadakan pertemuan untuk mendapatkan orang paling pandai. Dalam pertemuan itu beliau mengajukan pertanyaan, ” Apa yang paling putih di dunia ? Apa yang paling hitam ?” Ada bermacam-macam jawaban dari para intelektual dalam pertemuan itu. Yang satu berkata, susu, yang lain kapas, yang lain lagi mengatakan tepung beras, dan lain-lain. Dalam pertemuan itu ada seorang abdi Tuhan yang mulia. Ketika ditanya oleh raja, ia menjawab, ” Saya bukan orang terpelajar atau pandai. Sedikit pengetahuan yang saya miliki adalah anugerah Tuhan. Semua kecerdasan yang dimiliki setiap orang berasal dari Tuhan. Ada yang menyalah gunakan kecerdasan itu dan ada yang memanfaatkannya dengan baik. ” Kemudian, setelah berdoa kepada Tuhan, ia menyatakan, “Siang hari adalah yang paling putih daripada segala sesuatu. Malam hari adalah yang paling gelap daripada apapun lainnya. Inilah yang terlihat dengan jelas di dunia. Siang hari adalah putih, malam hari adalah hitam. Seluruh hidup kita melewati urutan siang dan malam ini, putih dan hitam. Siapa yang bisa mengatasi lingkaran siang dan malam ini ? Hanya Tuhan. Kombinasi putih dan hitam disebut sebagai sehari. Satu-satunya yang telah mengalahkan lingkaran ini adalah Tuhan. Perbedaan antara siang (dinamu) dan Tuhan (daivamu) yaitu bagi Tuhan tidak ada siang atau malam, tetapi mereka ada untuk dunia. ” Ia menyimpulkan, ” Hanya Tuhan dapat memberi rahmat kepada manusia agar mereka dapat mengatasi siang dan malam.

Para cendikiawan yang hadir pada pertemuan itu merasa marah oleh kelancangan seorang tidak terpelajar yang tampil ke depan untuk menjawab pertanyaan Raja. Kesombongan jenis lain dapat diatasi, tetapi kesombongan para cendikiawan dan pandit tidak mudah diberantas. Inilah penyakit utama orang-orang yang terpelajar. Mereka mempelajari sejumlah buku dan penuh dengan pengetahuan dari buku, tetapi sedikit pun tidak melaksanakan apa yang mereka ketahui. Akibatnya hanya ego mereka yang menggembung. Para cendikiawan itu menghadap raja dan berkata, “Seharusnya Yang Mulia tidak mempercayai kata-kata orang yang tidak terpelajar itu. Ia harus diminta agar membuktikan pernyataannya. Di dunia dewasa ini bukti diperlukan untuk segala sesuatu dalam segala bidang.”

Oleh karena itu, raja meminta agar abdi Tuhan tersebut membuktikan pernyataannya. Ia minta waktu sehari untuk memberikan bukti. Ia juga mengajukan syarat bahwa selama waktu itu tidak seorang pun boleh bertanya atau melarang apa pun yang dilakukannya, atau mencegah kegiatannya denga cara apa pun. Raja mengabulkan kedua permohonannya dan mengumumkan bahwa tidak seorang pun boleh ikut campur dengan kegiatan ataupun perbuatan abdi Tuhan tersebut di istana atau di mana pun juga.

Keesokan harinya Raja beristirahat di istana setelah santap siang. Orang itu mengisi sebuah cangkir dengan susu dan meletakkannya di ambang kamar tidur raja. Kemudian ia membawa anak yang masih menyusu ke dekat pintu dan memukulnya sehingga anak itu menangis demikian keras hingga tidur siang Raja terganggu. Raja bangkit dengan murka dan keluar dari kamarnya untuk melihat sendiri siapa yang berani mengganggu istirahat siangnya. Ketika melangkah keluar, ia menjatuhkan cangkir susu tersebut. Raja tidak dapat melihat secangkir susu tersebut.

Abdi Tuhan itu berkata kepada Raja, “Karena siang hari lebih cerah dan putih daripada susu, Tuan tidak dapat melihat susu. Oh Raja, jika susu adalah benda yang paling putih, bagaimana mungkin Tuang tidak dapat melihatnya? Putihnya susu masih kurang daripada putihnya siang hari. Siang hari lebih putih daripada susu. Tuan harus menerima kenyataan ini. “Ia menambahkan, “Bintang juga ada di langit pada siang hari, tetapi mereka tidak terlihat karena cahaya yang kuat di siang hari. Bila malam tiba, bintang itu terlihat.”

Putihnya siang hari menggambarkan Jnaana ‘Pengetahuan yang lebih tinggi’. Gelapnya malam menggambarkan ajnaana ‘kekaburan batin’. Tuhan melampaui pengetahuan dan kekaburan bathin. Manusia melupakan Tuhan dan terbenam dalam pengalaman hal ikhwal duniawi. Tuhan hanya dapat dialami melalui yang suci.

Dari Buku Chinna Katha-IV, Kisah dan Perumpamaan dikutip dari Wacana Suci Bhagawan Sri Sathya Sai Baba. Di posting oleh Rare Angon Nak Bali Belog.

One response to “Apa Yang Paling Putih di Dunia ?

  1. Artikelnya bagus sobat…

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s