Hari Raya Nyepi 1935


Kementerian Agama menyatakan hari raya nyepi atau tahun baru saka 1935 jatuh pada tanggal 12 Maret 2013. Namun, satu hari sebelum hari raya nyepi akan dilaksanakan upacara tawur kesanga.

Hari raya nyepi merupakan hari penyucian untuk alam semesta beserta isinya, kata Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama Yudha Triguna MS, ketika melakukan jumpa pers di gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta, Jumat (8/2). Dijelaskan Yudha bahwa beberapa rangkaian pelaksanaan hari raya nyepi yaitu melasti, tawur kesanga, hari nyepi dan ngembak geni. Melasti biasa disebut melis atau mekiis.

Pada upacara melasti ini dilakukan pensucian atau pembersihan segala sarana atau prasarana persembahyangan yaitu pratima dan pralingga. Sarana-sarana ini selanjutnya diusung ke tempat pembersihan seperti laut atau sumber mata air lain yang dianggap suci, sesuai dengan keadaan tempat pelaksanaan upacara (desa, kala, patra).

Tujuan upacara melasti adalah memohon tirtha amerta sebagai air pembersih dari Hyang Widhi, jelas Yudha. Sehari sebelum hari raya nyepi atau tanggal 11 Maret 2013, kata Yudha, dilaksanakan upacara tawur kesanga yaitu persembahan kepada para bhuta berupa caru yang bertujuan menghilangkan unsur-unsur jahat dari diri manusia sehingga tidak mengikuti manusia pada tahun berikutnya. Caru ini dipersembahkan agar para bhuta tidak menurunkan sifat-sifatnya pada pelaksanaan hari raya nyepi. “Upacara tawur kesanga ini sering disebut upacara pecaruan dan tergolong upacara bhuta yadnya,” kata Yudha.

Pada tanggal 12 Maret 2013, Hari Raya Nyepi dirayakan oleh umat Hindu dengan cara melakukan catur bratha penyepian yang terdiri dari empat macam pantangan yaitu amati geni tidak menyalakan api, amati karya tidak bekerja, amati lelungan tidak bekerja dan amati lelanguan tidak melakukan kegiatan hiburan. Semua pantangan ini dilakukan untuk mengekang hawa nafsu dan segala keinginan jahat sehingga dicapai suatu ketenangan atau kedamaian batin. Dengan ini pikiran manusia bisa terintropeksi atas segala perbuatannya pada masa lalu dan pada saat yang sama memupuk perbuatan yang baik untuk tahun berikutnya. “Semua ini dilakukan selama satu hari penuh pada hari raya nyepi,” katanya.

Sehari setelah hari raya nyepi atau hari ngembak geni pada tanggal 13 Maret 2013, semua aktivitas kembali berjalan seperti biasa. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan persembahyangan dan pemanjatan doa kepada Hyang Widhi untuk kebaikan pada tahun yang baru. “Pada hari ngembak geni ini hendaknya umat saling bersilaturahmi dan memaafkan satu sama lain,” katanya. Ditambahkan Yudha, panitia nasional perayaan hari raya nyepi juga akan menyelenggarakan sarung tawur kesangan dengan menggelar pawai ogoh-ogoh di Monas. Selama tiga tahun terakhir acara tersebut dihadiri oleh gubernur dan kita tidak menghadirkan menteri agama karena levelnya provinsi, jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, pada 7 April 2013 mendatang panitia biasanya selalu menyelenggarakan kegiatan dharma bakti nasional di Senayan. Dharma bakti nasional digelar dengan tema “Dengan Persaudaraan Kita Bangun Kebersamaan”. Diharapkan presiden, wapres, menag dan sejumlah menteri bisa hadir. “Umat Hindu kalau dilihat dari jumlahnya kecil tetapi ingin memberi kontribusi kepada bangsa dan negara ini dengan mengedepankan betapa persaudaraan itu sebagai modal untuk membangun kebersamaan,” tandasnya.(rm)

sumber : http://infopublik.kominfo.go.id/index89e5.html?page=news&newsid=41106

One response to “Hari Raya Nyepi 1935

  1. Perayaan hari raya nyepi ada beberapa tahapan yaitu : Melasti, Tawur, Nyepi, Ngembak Geni.

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s