Software Pengajaran Bahasa Bali


Akademisi AS temukan software pengajaran bahasa Bali

Seorang akademisi asal Amerika Serikat bernama Alissa Stern memberikan sumbangsih pemikiran serta karya intelektual yang luar biasa bagi bangsa Indonesia khususnya bagi masyarakat dan suku bangsa Bali menyusul keberhasilanya membuat software atau perangkat lunak untuk proses pengajaran bahasa Bali.

Laporan terbaru Voice Of America yang secara khusus dikutip oleh Whatindonews.com pada Senin (8/7/13) dalam bentuk tulisan new analysis menyebutkan Alissa Stern melalui penemuan software tersebut dinilai sejumlah pihak telah ikut serta dalam rangka melakukan proses pelestarian budaya Bali khususnya untuk bahasa Bali.

Pembuatan perangkat yang berupa modul interaktif belajar Bahasa Bali tersebut berawal dari kecintaannya terhadap Bahasa Bali dan sebagai upaya memperkenalkan Bahasa Bali ke seluruh dunia.

Seperti diketahui, Bali merupakan salah satu daerah yang menjadi provinsi diantara 33 provinsi di Indonesia. Provinsi pulau yang berada di pulau Bali atau lebih dikenal sebagai pulau dewata itu memang telah tersohor dan terkenal akan keelokan seni-budaya serta peradaban berkeseniannya ke mancanegara. Bahkan, karena keelokan alam serta kesenian dan buadayanya itu, jauh-jauh hari, bahkan sebelum Indonesia merdeka, khususnya saat Bali masih berbentuk dan dinaungi sejumlah kerajaan itu telah tersohor ke mancanegara.

Sebut saja sejumlah tokoh terkemuka memberikan kesannya terhadap Bali, bahkan tak urung sejumlah pihak dengan suka rela meninggalkan tanah airnya untuk bisa bermukim di pulau dewata yang terkenal dengan sejuta pura Hindu itu. Pada masa era masa lalu khususnya di masa revolusi fisik, pernah dikenal seorang Amerika yang rela menjadi warga Indonesia-Bali dengan berganti nama menjadi I Ketut Tantri. Ketut Tantri yang kisah perjalananannya mencintai Indonesia sebagai tanah kedua-nya itu bisa dibaca dalam otobiografi berjudul Revolution on Paradase atau Revolusi di Nusa Damai.

Bahkan keindahan dan keanekaragaman budaya Bali secaraapik dideskripsikan dalam sebuah film dengan bintang Hollywood terkenal Julia Robert dalam title Eat, Pray, Love yang juga mengisahkan daya magis pulau Bali.

Dan kali ini, Alissa Stern  berbuat untuk Bali dengan cara yang lain, tentunya itu dilakukan akibat kecintaannya terhadap pulau tersebut. Dalam keterangan persnya di Denpasar, Senin (8/7/13), Stern mengatakan kecintaanya pada Bahasa Bali berawal dari keinginan untuk mempelajari kebudayaan Bali lebih mendalam dan bahasa merupakan sarana untuk mempelajari kebudayaan suatu bangsa.

Stern, akademisi lulusan Harvard Law School dan Cornell University itu, mengatakan Bahasa Bali memiliki keunikan tersendiri, antara lain karena pemilihan kata dalam percakapan Bahasa Bali menunjukkan kedekatan dan etika penggunanya.

Selain itu kata-kata dalam Bahasa Bali memiliki nilai filosofi, sejarah, kebudayan dan kearifan lokal, ujarnya. Menurut Stern, dengan keunikan yang dimiliki oleh Bahasa Bali sudah selayaknya Bahasa Bali dimasukkan sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

“Bahasa Bali itu penting untuk seluruh dunia dan itu dinilai seluruh dunia dan dinilai semacam heritage [warisan]. Bahasa Bali semacam permata asli dan itu dinilai orang di seluruh dunia karena ada banyak keahlian dan ilmu,” ujar Stern, yang belajar Bahasa Indonesia di IKIP Malang (Universitas Negeri Malang) dan pernah mengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Pada kenyataanya penutur Bahasa Bali cenderung terus berkurang, terbukti saat ini hanya terdapat sekitar satu juta penutur aktif Bahasa Bali dari sekitar 3,5 juta penduduk Bali.

Alissa, yang turut mengurus yayasan nirlaba basabali.org, menyebutkan modul interaktif belajar  Bahasa Bali hanya sebuah cara dengan memanfaatkan teknologi untuk menarik minat generasi muda untuk belajar Bahasa Bali. Modul interaktif belajar Bahasa Bali tidak saja memuat tata bahasa dan catatan yang fokus pada percakapan bahasa Bali tetapi juga memuat pembelajaran penulisan dengan menggunakan huruf Bali. Materi pelajaran tersebut telah diluncurkan pada 5 Februari 2013, serta akan dibagikan secara gratis, untuk organisasi nirlaba dan kelompok masyarakat.

Akademisi dari fakultas sastra Universitas Udayana, Windhu Sancaya mengatakan, sudah saatnya metode pembelajaran Bahasa Bali menggunakan multimedia agar generasi muda lebih tertarik. “Saya kira inovasi-inovasi ini yang diperlukan, kemudian sekarang kita menggunakan multimedia pengembangan Bahasa Bali dengan melibatkan teknologi dan sebagainya. Saya kira ini satu cara yang sangat penting, kita tidak bisa lagi hanya menggunakan cara-cara tradisional,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, perlu suatu terobosan dalam pembelajaran Bahasa Bali yang selama ini menjadi bahasa ibu bagi penduduk Bali. Pemerintah Kota Denpasar kini juga sedang merancang pembangunan laboratorium Bahasa Bali di sekolah-sekolah di Denpasar, ujarnya.

“Kita ingin mengembangkan Bahasa Bali ini berinteraksi dengan teknologi, artinya kita menjaga-jaga istilahnya orang itu tidak tertarik dengan Bahasa Bali kalau mereka itu tidak masuk dalam teknologi. Kami mencoba berupaya menginteraksikan Bahasa Bali ini dengan teknologi melalui komputerisasi,” tambahnya.

sumber : whatindonews.com

2 responses to “Software Pengajaran Bahasa Bali

  1. Hello there! This article could not be written any better!
    Looking at this article reminds me of my previous roommate!
    He constantly kept talking about this. I’ll forward this information to him.

    Pretty sure he’ll have a great read. I appreciate you for
    sharing!

    Like

  2. Hello Dear, are you actually visiting this website daily, if so then you will absolutely get pleasant knowledge.

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s