Pencemaran Air Dan Bangunan Monumental


KORI AGUNG PURA AMRTA JATI

Kori Agung Pura Amrta Jati

Kini manusia disibukkan pula oleh masalah pencemaran air. Manusia membuang sampah ke sungai, menyebabkan air sungai kotor dan tercemari. Air sungai tidak lagi mampu menjadi hunian sehat bagi biota air, berbagai jenis ikan dan tumbuhan. Air sungai bukan saja tercemar oleh berbagai kuman yang berpotensi menimbulkan penyakit, tetapi juga tercemar oleh berbagai limbah beracun, yang sama bahayanya dengan limbah kuman penyakit.

Pencemaran air tidak dapat dipisahkan dari sistem pembuangan limbah. Limbah berasal dari perumahan, limbah industri, kapal-kapal laut, limbah septic tank, limbah kamar mandi/wc, limbah perhotelan, limbah pariwisata dan lain sebagainya. Bila limbah berasal dari daratan maka akan mengalir melalui sungai, pencemaran akan terjadi di sungai, bermuara di teluk dan ke laut luas.

Bila REKLAMASI TELUK BENOA dilaksanakan akan terbangun pula fasilitas perhotelan, perumahan, pelabuhan kapal pesiar, serta pendukung pariwisata yang tentu tidak dapat dipisahkan dengan limbah-limbah yang dihasilkan. Kemanakah limbah akan dialirkan atau dibuang ?

Masyarakat Bali sangat diajarkan untuk melestarikan lingkungan alam. Setiap hari bumi Pertiwi didoakan melalui yadnya-yadnya sederhana penuh makna. Ketulusan hati Men Wayan, Nang Kocong, Gusti Ayu, Gung De, Mbok Tu, Pak Yan dalam beryadnya, memohon agar Ibu Pertiwi senantiasa memberikan kesejahteraan, memohon hubungan yang harmonis, saling memberikan kenyamanan dan kelestarian hidup. Menjaga keseimbangan alam, melestarikan lingkungan sebagai bagian dari konsep luhur para leluhur ” Tri Hita Karana ” yang kini telah diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tri Hita Karana mengajarkan kepada kita, bahwasannya Ciptaan Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan) memiliki hak untuk dapat hidup layak di lingkungannya. Laut sebagai habitat hidup berbagai ikan, penyu, biota laut yang mana merupakan Ciptaan Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan) harus kita jaga, harus kita berikan hak untuk hidup ditempat yang layak tanpa pencemaran limbah kita.

Pada sisi yang lain kita melihat; membangun sesuatu yang monumental menjadi sebuah ukuran kesuksesan seorang pemimpin. Bagaimana jadinya bila 10-50 tahun yang akan datang? Akan berdiri puluhan bahkan ratusan bangunan monumental namun rakyatnya sangat jauh dari sejahtera. Lahan pertanian sudah habis, lautan sudah penuh dengan monumental yang berdiri angkuh. Pola pikir sudah seharusnya dirubah dalam memimpin, pembangunan pada daerah yang sudah padat diarahkan pada pengelolaan sumber daya manusia, peningkatan kemampuan manusia dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan. Melalui pemerataan pada setiap sektor pariwisata, seperti bungalow, hotel melati, penginapan, transport yang semuanya bermodal kecil / menengah.

Kembali ke pencemaran air dan kelestarian lingkungan. Reklamasi pulau Serangan sebagai “kesuksesan” yang tertunda, hanya meninggalkan tempat yang tidak layak bagi Penyu ciptaan Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan). Ikan dan hasil laut yang kita konsumsi setiap hari seharusnya didekatkan pada diri kita (nelayan) bukan sebaliknya harus diusir menjauh ketengah laut. Bagaimana jadinya bila REKLAMASI TELUK BENOA dilaksanakan, yang ada hanya pencemaran air laut dari limbah kapal-kapal pesiar, limbah hotel (dapur, KM/WC, loundry), dari limbah indutri pariwisata lainnya, yang otomatis akan dibuang ke laut.

Semoga masyarakat Bali dengan pimimpinnya selalu bersatu dalam meningkatkan kesejahteraan; nang kocong, men made, mbok tu, pak yan, gung de, gusti ayu, yang selalu setia beryadnya untuk alam lingkungannya, serta kepada bungalow, hotel melati, penginapan dengan modal yang kecil mendapatkan “jatah” rezeki dari pariwisata yang dibanggakan Bali. Kesejahteraan sejati pada suatu daerah terletak pada tingkatan rakyat menengah kebawah, baik secara modal, kemampuan maupun keuangan.

(RANBB)

One response to “Pencemaran Air Dan Bangunan Monumental

  1. Pingback: Menjaga Bali Sebagai Pulau Dewata | nakbalibelog

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s