Maut dan Tuhan


Asato Maa Sadgamaya, Tamaso Maa Jyotir Gamaya, Mrtyor Maa Amritam Gamaya ; artinya, Bimbinglah saya dari yang tidak benar kepada yang benar. Bimbinglah saya dari kegelapan ke dalam cahaya. Bimbinglah saya dari kematian ke dalam yang abadi.

Pasrah kepada Tuhan adalah menyerahkan semua pikiran dan perbuatan tanpa mengharapkan hasilnya, bukan melakukan perbuatan untuk mendapatkan hasilnya, tetapi melakukan pekerjaan itu merupakan tugas. Perbuatannya dipersembahkan kepada Tuhan, karena itu akibatnya ditanggung oleh Tuhan. Perbuatan yang dilakukan seperti itu, hasilnya direlakan pada waktu melakukannya, perbuatan semacam itu bebas dari karma. Dengan cara ini ego tidak diberi makan dan dikembangkan, karena itu tidak lama kemudian ia akan lenyap.

Ada dua hal yang patut diingat ; Maut dan Tuhan. Ada dua hal yang patut dilupakan : kejahatan yang dilakukan orang lain terhadap kita dan perbuatan baik yang kita lakukan terhadap orang lain. Karena jika kedua hal ini diingat terus, akan timbul akibat pada masa mendatang. Apa pun yang kita pikir atau ingat, akan kita alami reaksinya. Tentu saja maut harus selalu diingat karena dengan demikian akan banya perbuatan baik yang dilakukan dan banyak perbuatan jahat akan dihindari.

Tidak ada gunanya melawan atau menentang pikiran. Bila ditekan, pikiran selalu siap meloncat keluar pada saat-saat yang lemah. Cara untuk mengatasi pikiran dan dorongan-dorongan buruk yaitu dengan memikirkan pengabdian kepada Tuhan, percakapan yang baik dengan orang-orang bijaksana, melakukan perbuatan baik, dan bicara yang baik. Bobot perbuatan dan pikiran yang baik akan mengubur benih pikiran dan perbuatan yang buruk. Pikiran dan dorongan yang baik dan buruk itu seperti benih di dalam pikiran. Jika dikubur dalam-dalam di dalam tanah, benih itu akan membusuk dan tidak dapat tumbuh. Pikiran dan perbuatan baik menimbun benih-benih kejahatan sedemikian dalamnya sehingga benih itu membusuk dan mati, tidak dapat tumbuh lagi.

Semua kehidupan boleh menginginkan lahir sebagai manusia. Hanya dengan lahir sebagai manusia, orang bisa menyadari Tuhan. Menyia-nyiakan waktu adalah kebodohan terbesar.

Lahir sebagai manusia itu adalah semacam kesempatan yang istimewa untuk membebaskan diri dari kelahiran dan kematian. Dan itu hanya bisa terjadi di bumi. Kesempatan ini tidak terdapat di planet lain atau wilayah manapun. Hal ini unik dan terbatas pada dunia ini saja. Betapa sucinya bumi ini.

Jangan salah-gunakan lima unsur Bumi, Air, Api, Udara dan Akasa. Kalian boleh menggunakannya hanya sebatas kebutuhan. Menyalah-gunakan Pancha Mahabhuta itu kejahatan yang paling besar. Dengan menggunakan energi kau akan mendapat luka bakar. Dengan mengotori udara kau akan mendapat penyakit jiwa. Bilamana kau serakah bisa saja terjadi kehilangan apa yang telah kau miliki. Seseorang tidak boleh makan dengan rakus dan mengotori keliling. Seseorang tidak boleh menjajah tanah, lebih dari yang diperlukan untuk hidup. Membuat keramaian hiruk pikuk itu dosa. Kesunyian itu Tuhan.

Berbuatlah baik dan jangan mengambil alih kewajiban orang lain atau memindahkan kewajibanmu kepada orang lain. Dari Petikan Wacana Guru, buku Evolusi melalui Reinkarnasi & Karma, oleh Anadas Ra. (RANBB)

3 responses to “Maut dan Tuhan

  1. linggawardanasahajakers

    artikel mantapz bli…
    ijin nyimak..

    Like

  2. Pingback: TAKSU MURTI

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s