Karna; Cara Menentukan Tujuannya


Semangat Hindu 61

Semangat Hindu

KARNA adalah salah satu pahlawan dan pejuang besar dalam pertempuran Kurukshetra. Ambisinya seumur hidup adalah mengalahkan Arjuna dalam panahan. Karna mencari guru untuk belajar ilmu dan seni memanah serta memiliki busur dana anak panah langka yang akan menjadi senjata penghancur paling ampuh bila diisi dengan kekuatan mantra yang suci.

Karna diberitahu bahwa Resi Parashuraama adalah guru yang terbaik dan memiliki busur dan anak panah semacam itu. Karna juga tahu bahwa Resi Parashuraama tidak akan pernah berkenan menerima kstria muda ke dalam kelompok muridnya. Karna adalah musuh besar kaum ksatria. Karna tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Nafsunya untuk memiliki ilmu panahan sedemikian rupa sehingga ia siap menipu Resi Parashuraama.

Karna berpakaian dan berdandan sebagai seorang Brahmana muda lalu menghadap sang Resi Parashuraama. Karna bertingkah laku sedemikian rupa sehingga Parashuraama terkesan dan bersedia menjadi gurunya. Karna membuat dirinya disayangi gurunya dan menjadi murid yang taat serta dikasihi. Dalam waktu singkat, ia belajar dari Resi Parashuraama, semua yang harus dipelajari tentang ilmu perpanahan.

Pada suatu hari setelah memberikan pelajaran Resi Parashuraama merasa lelah dan ingin istirahat. Resi Parashuraama membaringkan kepalanya di atas paha Karna dan tertidur. Segera ia terlelap. Karna duduk diam agar tidak ada gerakan sedikitpun yang nantinya akan membangunkan gurunya. Tiba-tiba seekor lebah besar menyelinap di bawah paha Karna dan menyengatnya. Darah merember keluar, tetapi Karna tidak mau bergerak. Karna duduk diam dengan kesabaran dan ketabahan yang tidak terbayangkan. Gelungan rambut Resi Parashuraama mulai dibasahi darah yang merembes keluar. Resi Parashuraama terbangun dan menatap darah yang mengalir dan Karna duduk diam dan tenang. Baca Perbedaan Brahmana dengan Ksatria.

Resi Parashuraama mengangkat alisnya dan bertanya dengan suara keras, “Katakan, siapa engkau ini sebenarnya. Engkau bukan dilahirkan sebagai Brahmana. Seorang Brahmana tidak akan tahan melihat darah yang mengalir dan menanggung rasa sakit yang menyiksa. Engkau pasti seorang Ksatria bukan ?” Karna harus mengakui identitasnya yang sejati dan nafsunya seumur hidup untuk belajar memanah yang menyebabkan ia menipu Resi tersebut. Resi Parashuraama berkata, “Karena engkau sudah belajar seni ini dengan menipu gurumu, apa yang sudah kaupelajari tidak akan berguna bagimu pada saat yang paling kritis dalam hidupmu.” Baca Kematian Jayadrata.

Sumber bacaan buku China Katha-IV Kisah dan Perumpamaan oleh Yayasan Sri Sathya Sai Baba Indonesia. (RANBB)

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s