Siat Peteng


Siat Peteng. Siat; peperangan , peteng; malam. Siat Peteng; peperangan pada malam hari. Apa itu ?

Adalah sebuah hinaan dan sekaligus tantangan untuk menunjukkan prestise dikalangan dunia kawisesan dalam terminology dunia leak di Bali. Pertempuran inilah yang mendongkrak nama dan juga prestise seseorang penekun ilmu kawisesan di Bali. Dalam konteks itulah, mengapa pertempuran leak ini bukan semata-mata karena dendam kesumat saja, melainkan untuk meningkatkan kelas dan menguji ilmu, sejauh mana tingkatan dan tatanan ilmu yang sudah di capai oleh si empunya.

Pertempuran ini sering melibatkan banyak orang atau pun dilakukan seorang diri. Belajar dari sejarah masa lalu, bahwa peperangan adu kawisesan ini sering dilakukan lantaran sebuah ujian yang dilakukan guru kepada muridnya atau dari satu garis perguruan ke perguruan yang lainnya. Ilmu leak dalam tradisi Bali, juga memiliki geneologi garis perguruan yang diwariskan secara murni dan dalam proses belajar  yang sistematis. Ontology, Aksiology dan Epistemology dalam proses belajar  ilmu leak  diturunkan dengan sangat jelas.

Oleh sebab itulah, mengapa geneology garis perguruan leak ini memiliki semacam struktur yang sangat ketat dan juga sistematika ilmu yang sangat kompleks. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan, jika seseorang murid dari salah satu geneology garis perguruan leak ini memiliki masalah dengan murid dari garis perguruan yang lain, maka ia dapat meminta bantuan kepada kakak seperguruannya. Bahkan bantuan pun saja dapat datang dari sang guru.

Disinilah kita dapat menemukan ada banyak siat peteng dengan berbagai macam latar belakang masalah. Siat peteng sendiri bagi masyarakat Bali, bukan barang baru atau bukan sebuah hal yang harus ditutupi keberadaannya. Namun keberadaan siat peteng, ajakan atau tantangan, pelaku, waktu dan tempat yang pasti sulit diketahui banyak orang. Banyak pantangan, larangan dan hal-hal yang bersifat Niskala yang tidak mudah untuk dipahami.

Berikut contoh kalimat-kalimat ujian atau tantangan untuk melaksanakan siat peteng dengan kalimat yang tidak mudah dimengerti oleh masyarakat umum.         “Aduh… titiang jeg ten uning napi sane kamargiang ring ratu ?” . “Nah … yen dot nawang, nyanan antiang tiang  disisin pasihe ….!”

Adapun perubahan sukma penekun ilmu leak dapat berupa bentuk-bentuk yang menyeramkan, seperti bola api terbang yang berpijar, burung gagak dengan kecepatan terbang yang tidak masuk akal, menjadi kain rurub yang panjang, menjadi anjing kurus, menjadi ular terbang dan lain sebagainya.

Siat peteng adalah sebuah unjuk kebolehan dari berbagai macam ilmu leak dengan berbagai tingkatan. Siat peteng merupakan ungkapan sisi gaib manusia Bali yang mengedepankan keperwiraan dengan jiwa-jiwa pantang mundur dalam situasi apapun. Sumber bacaan buku Bali Tenget oleh Gede Agus Budi Adnyana. (RANBB)

2 responses to “Siat Peteng

  1. Pingback: Crusade

  2. Pingback: Kajeng Kliwon | nakbalibelog

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s