Kekuatan Burung Garuda


Semua orang mengetahui bahwa Burung Garuda dijadikan lambang negara oleh bangsa Indonesia. Demikian pula pada sebuah partai pemilu 2014 ini ada lambang partai menggunakan Burung Garuda. Kenapa tidak menggunakan burung pipit ? atau kedis perit, petingan,  bondol ? Burung Garuda memiliki kisah yang melegenda hingga kini, kehadirannya mengguncang dunia hingga ke alam dewata. Sedangkan kedis perit, petingan, bondol ? Belum ada yang menceritakan kisahnya, namun dalam bentuk cerita rakyat dan gegendingan Bali (lagu) sangat populer di pulau dewata. Berikut kisah kelahiran, kekuatan Burung Garuda, kisah warisan budaya leluhur bangsa sendiri, sebuah sumbangsih yang sangat besar pada negara kita, bangsa Indonesia.

Ketika Sang Winata diperbudak oleh Sang Kadru ketika itulah Sang Garuda lahir. Ketika ia baru menetas dari dalam telor ia tidak mendapati ibunya. Sinarnya bagaikan sinar api memenuhi angkasa, bersinarlah semua penjuru karenanya. Ia pun terbang ke angkasa.

Para Dewa menjadi kuatir melihatnya, mengkhawatirkan datangnya masa pralaya yang akan melebur ketiga dunia. Namun, Sang Hyang Agni menjelaskan bahwa masa pralaya belum tiba, masa pralaya masih jauh. “Itu sinar Garuda, seekor burung sangat sakti, anak bhagawan Kasyapa dengan Sang Winata. Sinarnya sama dengan sinarku”. Seru Sang Hyang Agni.

Mendengar pernyataan Sang Hyang Agni, para dewa menyampaikan pujian kepada Sang Garuda : Twam rsi, twam mahabhagas, twam dewah, pathageswara, twam prabhuprabhus tapanah twam nastranam anuttamam. Oh Hyang Garuda, engkau resi, engkau dewa, engkau pendeta besar, engkau rajanya segala yang melayang. Sinarmu seperti sinar matahari. Lindungilah kami, karena engkau adalah burung yang sempurna.

Demikian pujian para dewa. Garuda senang mendengarnya, dan segera memadamkan sinarnya. Iapun mencari ibunya yang tengah diperbudak oleh Sang Kadru, yang ketika itu berada di tepi laut Ksira. Ketika Sang Kadru hendak bercengkrama di suatu tempat yang harus diiringi oleh Sang Winata, maka Sang Garuda diserahi tugas menjaga para naga yang jumlahnya ratusan.

Para naga diterbangkan oleh Sang Garuda ke daerah yang disinari oleh matahari. Karenanya mereka merasa kepanasan. Namun mengetahui  hal itu Sang Kadru lalu memuja Sang Hyang Indra. Kemudian datanglah awan dari segala arah disertai kilat, selanjutnya turunlah hujan dengan lebatnya. Setelah hujan reda, para naga kembali mencari makan dan menyelusupi segala tempat dan hutan yang ada disekitarnya.

Sang Garuda yang bertugas menjaganya menjadi payah mencarinya. Maka iapun datang kehadapan ibunya lalu bertanya mengapa ia mendapat tugas mengasuh para naga liar itu. Mengetahui segala sebab musababnya menyebabkan Sang Garuda ingin mencari jalan menebus ibunya dari perbudakan.

“Kalau engkau akan membayar hutang ibumu untuk tidak menjadi budakku, ada Amreta  hasil para Dewa mengaduk laut, ambillah itu untukku untuk menebus ibumu dari perbudakan”, Kata para Naga setelah mendengar permintaan Sang Garuda. Sang Garuda menjadi senang maka iapun berangkat mencari Amreta.

Demikian cuplikan kisah kelahiran Sang Garuda, Burung perkasa putra Dewi Winata, Burung yang membebaskan ibunya dari perbudakan, burung yang berhasil mendapatkan Amreta, dan akhirnya burung yang menjadi Wahana Bhatara Wisnu. Baca artikel Wahana Para Dewa

sumber bacaan buku Wija Kasawur Ki Nirdon. (RANBB)

One response to “Kekuatan Burung Garuda

  1. Pingback: Si Kalilingan | nakbalibelog

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s