Aku Ingin Jadi Presiden


Cita-cita dan Kebahagiaan. Seperti bunyi iklan, “aku ingin jadi presiden, “ ungkap seorang bocah bintang iklan di televisi. Yang lain menyahut, “aku ingin jadi dokter.” Itu hanyalah sekelumit cita-cita seseorang yang ditegakkan dalam hidupnya. Cita-cita adalah bagian dari kerumunan keinginan dan keinginan ada yang mendesak untuk dipenuhi dan ada juga yang bisa ditunda sebagai keinginan jangka panjang. Ada sejumlah keinginan yang begitu kuat hendak dipuaskan, tetapi selain itu masih banyak keinginan lemah dan tersamar seliweran dalam otak. Mungkin cita-cita merupakan satu keinginan kuat, sebab kalau sekedar keinginan tetapi tidak diperjuangkan untuk terwujud, maka sifat cita-cita itu hanya sebatas angan-angan. Cita-cita memberi arah fokus perhatian seseorang untuk melangkah mencapainya, atau boleh disebut tujuan.

Cita-cita bisa mengantar pada kebahagiaan dan bisa pula menjebloskan seseorang kepada kegetiran. Untuk menggapai kebahagiaan yang sepenuhnya terbebas dari duka lara, maka cita-cita apakah yang terbaik yang dapat memenuhi keinginan seperti itu ? Sesungguhnya andaipun terkabulnya cita-cita tidaklah memberi kontribusi apa-apa dalam penghayatan suka cita seseorang. Kontribusi pentingnya dalam kehidupan hanyalah sebagai inspirator manusia untuk tetap semangat bekerja atau berupaya mengubah dirinya menjadi lebih baik.

Cita-cita tidak lebih dari gumpalan awan janji masa depan yang bisa saja awan itu menjadi hujan atau sebaliknya bisa lenyap tersapu angin. Setelah diperhatikan secara mendalam fungsi cita-cita dalam konteks kebahagiaan, maka tampaklah ia berperan sebagai perantara saja, bukan kebahagiaan itu sendiri. Kalau cita-citanya terwujud orang bersangkutan akan mengalami sensasi kegembiraan luar biasa. Namun percayalah itu hanya berlangsung sesaat saja, karena berikutnya kesulitan lain akan menghadang terus. Sehingga suatu predikat tertentu atau suatu jabatan hanya sanggup memenuhi kreteria terbatas saja, seumpama lebih mudah mencari uang berkat sukses menjadi dokter, bukan berarti lebih mudah untuk selalu mujur dalam hidup. Predikat-predikat peran fungsional seperti presiden, dokter, artis ( 3d artist impressions ), petani, pengusaha dan sebagainya tidak mengotomatis pemilik predikat itu menikmati kebahagiaan.

Bagi yang gagal meraih cita-citanya kekecewaan sudah pasti menyertainya, meskipun reaksinya berbeda pada setiap orang. Ada yang gampang frustasi dan ada juga yang begitu mudah mengalihkan cita-citanya. Sumber bacaan buku Bukan Sorga bukan Neraka oleh Nyoman Putrawan. (RANBB)

Jasa Perspektif 3d 0812 9489 4000

Jasa Perspektif 3d 0812 9489 4000

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s