Kanistaning Kanistama


Panca Yadnya adalah lima ajaran agama Hindu, yang merupakan satu bentuk kewajiban yang harus dilakukan oleh umat manusia di dalam kehidupannya sehari-hari. Sebab Tuhan menciptakan manusia beserta makhluk hidup lainnya berdasarkan atas Yadnya, maka hendaklah manusia memelihara dan mengembangkan dirinya, juga atas dasar Yadnya sebagai jalan untuk memperbaiki dan mengabdikan diri kepada Sang Pencipta yakni SangHyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

 Dalam agama hindu ada yang di sebut dengan tingkatan yadnya yakni :

  1. Nista yadnya
  2. Madya yadnya
  3. Utama yadnya

Tingkat Nista/Kanistama (sederhana).di mana dalam agama hindu tingkatan ini sering di sebut dengan tingkatan yang paling rendah atau kecil. Tingkat nista ini dibagi pula dalam tiga bagian.

  1. Kanistaning Kanistama yakni Upacāra yang paling kecil dari tingkatan Upacāra terkecil. Disanggar pesaksi (Surya) memakai Pras Daksina. Baca Upakara Hari Raya Hindu.
  2. Madyaning Kanistama yakni Upacāra yang lebih besar dari tingkatan Upacāra yang terkecil. Disanggar pesaksi (Surya) memakai banten Suci
  3. Utamaning Kanistama yakni Upacāra yang lebih besar dari tingkatan Upacāra yang tergolong madyaning nista. Disanggar pesaksi (Surya) memakai Dewa – Dewi.

Tingkat madya (menengah), tingkata ini beradasatu tingkat di atas nista yadnya dan berada di bawah nya utamaning yadnya. Tingkat menengah ini dibagi tiga bagian.

  1. Kanistaning madyama yakni Upacāra yang paling kecil dari tingkatan Upacāra yang menengah. Disanggar pesaksi (Surya) memakai Dewa-Dewi.
  2. Madyaning madyama yakni Upacāra yang lebih besar dari tingkatan Upacāra yang tergolong nistaning madya. Disanggar pesaksi (Surya) memakai Catur rebah.
  3. Utamaning madyama yakni Upacāra yang lebih besar dari tingkatan Upacāra yang tergolong madyaning madya. Disanggar pesaksi (Surya) memakai Catur Niri dan banten dibawah/sor sanggar pesaksi menggunakan Caru lantaran memakai Angsa

Tingkat utama (yang paling besar/utama), utamaning nista adalah tingkatan yadnya yang paling atas dari semua tingkatan yang ada. juga dibagi dalam tiga bagian.

  1. Kanistaning utama yakni Upacāra yang paling kecil dari tingkatan Upacāra yang besar/utama. Disanggar pesaksi (Surya) sama dengan yang ada pada tingkatan Upacāra Utamaning madya.
  2. Madyaning utama yakni Upacāra yang lebih besar dari tingkatan Kanistaning Utama. Upacāra yang tergolong madyaning utama, Disanggar pesaksi (Surya) memakai Catur Muka, sedangkan banten dibawah sanggar pesaksi (Surya) menggunakan Caru lantara memakai Kambing.
  3. Utamaning utama yakni Upacāra yang lebih besar diantara Upacāra-Upacāra Yajña lainnya. Disanggar pesaksi (Surya) memakai Catur Kumba, sedangkan banten dibawah/sor sanggar pesaksi (Surya) menggunakan Caru lantaran memakai Kerbau

Yang menentukan sukses atau tidak suksesnya upacara Yadnya tidak terletak pada banten saja, tetapi yang lebih penting adalah niat berkorban dalam kesucian yang tulus dan iklas sebagaimana hakekat pengetian “Yadnya”. (RANBB)

BacaHari Raya Hindu, jangan hanya sekedar Seremonial

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s