Kaya Buat Apa ? Toh Juga Ga di Bawa Mati !


Kaya buat apa ? Toh juga ga di bawa mati ! , kalau bahasa Bali nya, “Sugih lakar anggon gene, mani mati sing kal ngaba kesugihan ! . Sering kita mendengar kalimat ini, baik dari teman, sodara, internet, candaan, warung kopi, pos satpam, entah bergurau atau serius. Namun sebenarnya kalimat ini menjadi semacam ‘sentilan’ bila diucapkan saat-saat warga sekitar kita sedang kerja bakti, atau ngaturangayahnamun kita berangkat kerja. Menjadi serba salah-lah kita, antara menjawab dengan serius atau dengan becanda.

Buat apa kaya ? Bila kita berpikir, hanya untuk diri sendiri mungkin saja benar, berpikir bahwa kekayaan itu hanya uang. menjadi semakin benar, sehingga buat apa kaya, toh juga saat meninggal kita tidak membawa apa-apa, hanya selembar kain yang membungkus tubuh usang ini. Namun bila kita berpikir agak panjang dan makro maka kekayaan itu penting. Kehidupan kita yang berlandaskan agama Hindu pun mengaturnya, dengan Catur Purusaartha, Dharma, Artha, Kama dan Moksa.

Catur Purusartha atau Catur Warga, Empat (4) tujuan hidup , yaitu :

  1. Dharma ; Kewajiban atau kebenaran atau hukum, Agama, peraturan, kodrat
  2. Artha ; Harta benda atau materi
  3. Kama ; Kesenangan atau hawa nafsu
  4. Moksa ; Kebebasan yang abadi

Baca Apa saja 4 (Catur) Dalam Agama Hindu

Kekayaan menjadi penting dalam hidup kita, selain untuk diri sendiri juga orang lain dalam kehidupan ini, ada keluarga, orang tua, guru, pemerintah, dan tentunya Tuhan Sang Pencipta. Apakah Tuhan perlu kekayaan ? Kehidupan ini tidak terlepas dari lingkungan, masyarakat, keluarga dan kebuthan bathin. Tanggung jawab pada keluarga, anak, istri yang membutuhkan sandang, pangan, dan papan. Ini membutuhkan kekayaan. Dosa besar bila menelantarkan mereka, kehidupan mereka merupakan ‘penuntun jalan’ kita kini dan nanti. Dosa besar bila kita hanya bisa memanfaatkan lingkungan tanpa bisa menjaga dan melestarikannya. Menanam pohon merupakan salah satu cara kita menggunakan kekayaan untuk alam.

Landasan Tri Rna adalah menjadi dasar kita dalam menggunakan kekayaan ini.

Tri Rna : Tiga jenis hutang, menurut kepercayaan, manusia lahir mempunyai hutang terhadap :
  • Dewa Rna : Hutang jiwa terhadap Ida Sanghyang Widhi.
  • Pitra Rna : Hutang jasa kepada leluhur.
  • Rsi Rna : Hutang Ilmu Pengetahuan kepada para Rsi atau pendidik.

Semua agama selalu menuntun umatnya agar senantiasa ingat kepada Sang Pencipta, Hyang Widhi yang menciptakan manusia, alam, binatang, tumbuhan dan seluruh isi alam ini, yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Kepercayaan akan kebesaran Tuhan pada agama Hindu adalah 100 %. Agama Hindu percaya bahwa semua yang ada adalah  ciptaan Tuhan, ciptaan yang harus kita hormati, Beliaulah pengatur alam semesta ini. Cipataan-Nya yang terlihat maupun yang tak terlihat. Kembali kita jangan berpikir sempit mengenai yang terlihat dan tak terlihat. Banyak objek diangkasa luar yang tak terlihat walau itu nyata adanya.

Inilah kegunaan kekayaan yang kita cari dari pagi hingga sore bahkan malam hari, mari jangan berpikir sempit tentang kekayaan. kekayaan itu bisa kekayaan harta, kekayaan intelektual, kekayaan saudara atau teman, kekayaan hati, kekayaan relasi, kekayaan rasa tulus dan bakti kepada Hyang Widhi. Kekayaan itu tidak hanya artha atau benda, tetapi juga kekayaan bathin kita. Baca Ngayah, Adat Bali Tak Tergantikan

(RANBB)

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s