Para Dalang Memainkan Wayang


Dunia Politik itu seperti pementasan Wayang Kulit. Kita hanya menonton bayang-bayang yang dimainkan sang Dalang. Setiap Wayang memiliki peran tersendiri, walau dalam pakem Wayang Kulit yang aslinya, setiap Figur Wayang memiliki karakter dengan sendirinya. Lihatlah Figur Wayang kita, budaya Wayang Kulit yang kita banggakan dan perlu kita jaga kelestariannya. Namun dalam Dunia Politik, figur yang dimainkan sang Wayang sering berubah-ubah mengikuti irama hati sang Dalang. Mengikuti besar kecil nya “fulus” yang mengalir ke kantong sang Wayang. Dalang tetap menjadi pengendali dalam setiap gerak gerik sang Wayang. Dalang merupakan penggerak “mulut” sang Wayang. Sang Dalang lah yang memainkan “tarian politik” itu sementara kita hanya menonton sang Wayang dan mempercayainya.

Dalam pementasan Wayang Kulit, penonton terhanyut oleh kepiawaian permainan sang Dalang. Penonton bisa mencaci maki, menyumpah serapah pada tokoh Wayang tersebut, yang tidak berkenan di hati penonton, baik itu perilaku, omongan dan hasutan yang disampaikan sang Wayang. Ataupun sebaliknya, sang Wayang akan menjadi tokoh panutan, sumber ketawa, sebagai tokoh yang dibela mati-matian oleh sang penonton. Sang Dalang adalah pengembala pikiran penonton. Siapa Pengembala Pikiran sebenarnya ?

Dalang atau Wayang ?

Tersembunyinya sang Dalang di balik layar membuat kita bertanya-tanya, siapakah Pengembala Pikiran kita sebenarnya ? Dalam dunia politik figur Wayang yang dimainkan sering berubah-ubah, tidak ada tokoh yang “kukuh” dalam memainkan peran, Merdah Tualen Sangut Delem dalam pewayangan menjadi penghibur dengan lelucon-leluconnya, yang sekaligus merupakan ahli bahasa, Translater dari bahasa Jawi, Sansekerta ke bahasa penonton umumnya, namun dalam Dunia Politik sang Wayang, tidak memiliki peran yang jelas …. kadang lucu, kadang menghujat, kadang menyanjung dan lebih seringnya adalah memanas-manasi lawan Politik. Sang Wayang hanya menggerakkan mulutnya, sementara sang Dalanglah yang mengucapkan kata-katanya. Hadirnya sang Wayang dalam Dunia Politik semakin jelas bila sedang pemilihan umum, Pemilihan Anggota Dewan, Pemilu. Pilkada, Pemilihan Kepala Daerah. Dan Sang Wayang Tidak Memilik Beban apa-apa..

Wayang Tetaplah Wayang

Wayang tetaplah Wayang, hanya kulit sapi yang diukir, diwarnai dan akan terpasung dalam kropak (kotak Wayang). Wayang tidak punya beban apa-apa, menang kalah sama saja, Wayang akan berada dalam satu kotak kayu. Wayang akan membisu  bila tidak dimainkan oleh Sang Dalang. Bila sedang ada Pilkada, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Kepala Daerah, maka sang Wayang akan hadir ditengah-tengah kita, Sang Dalang akan memainkan “tarian politik”nya di hadapan kita, dengan segala manuver-manuver seperti jet tempur yang sedang akrobatik. Perlu kita sadari bahwa, sang Dalang tidak mau hadir ditengah-tengah kita, karena memiliki tujuan yang jelas dan memiliki pandangan yang jauh kedepan. Sang Dalang ingin memainkan Sang Wayang hingga saat-saat sang Wayang Berkuasa.  Kita lihat dalam Dunia Politik, banyak orang-orang “aneh” yang tidak pernah berpolitik, namun sedikit tenar di masyarakat yang mendadak menjadi anggota dewan, menjadi pejabat, menjadi pemimpin, namun tidak memiliki peran apa-apa, tidak punya “NYALI” dalam berpolitik. Mendadak takut dalam menyampaikan amanat pemilihnya, ini karena sang Dalang telah menggenggamnya. Dengan mudah sang Dalang akan “menyetir” Wayang nya, sehingga tujuannya tercapai. Sang Dalang dengan mudahnya, mendapatkan proyek-proyek besar yang semakin menebalkan kantong pribadinya. Sang Dalang semakin makmur, sementara Wayang tetaplah Wayang, yang akan terpasung dalam kropak, menunggu pementasan berikutnya. (RANBB)

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s