Category Archives: Belajar Spiritual Leak

Melajah NgeLeak ; Mengasikkan

Macam-macam ilmu pengLeakan :

Aji Calon Arang, Ageni Worocana, Brahma Maya Murti, Cambra Berag, Desti Angker, Kereb Akasa, Geni Sabuana, Gringsing Wayang, I Tumpang Wredha, Maduri Geges, Pudak Setegal, Pengiwa Swanda, Pangenduh, Pasinglar, Pengembak Jalan, Pemungkah Pertiwi, Penyusup Bayu, Pasupati Rencanam, Rambut Sepetik, Rudra Murti , Ratna Geni Sudamala, Ratu Sumedang, Siwa Wijaya, Surya Tiga Murti, Surya Sumedang, Weda Sulambang Geni, keputusan Rejuna, Keputusan Ibangkung buang, Keputusan tungtung tangis, keputusan Kreta Kunda wijaya, Keputusan Sanghyang Dharma, Sang Hyang Sumedang, Sang Hyang Surya Siwa, Sang Hyang Geni Sara, Sang Hyang Aji Kretket, Sang Hyang Siwer Mas, Sang Hyang Sara Sija Maya Hireng, dan lain-lain yang tidak diketahui tingkatannya yang mana lebih tinggi dan yang mana lebih rendah. Continue reading

Advertisements

Bangke Maong – Mayat Tengik

Kisah Leak 18 – Bangke Maong (Mayat Bau Tengik)

Dalam ranah per-leak-an, bisa menjadi Bangke Maong merupakan tingkatan yang sudah tinggi yang bisa dicapai oleh penekunnya dan membutuhkan kesabaran, ketekunan serta penugrahan dari Ida Sesuhunan.  Wujud Bangke Maong sendiri berupa mayat bau tengik yang berada di wadah-nya (bangunan untuk membawa mayat, ada yang menyebut wadah, pepaga  dll).

Para tetua di desa menasihatkan, kalau kita pas ketemu dengan Bangke Maong, kalau batin kita tidak kuat sebaiknya hal yang paling bagus dilakukan adalah menghindarkan diri agar jangan sampai melihat langsung. Efek bila kita melihat langsung Bangke Maong tersebut adalah kita bisa kedaut (dihipnotis – red) tidak sadarkan diri bahkan bisa menjadi gila. Di sini kekuatan batin dari orang yang bertemu Bangke Maong sangat menentukan, apabila batinnya lebih kuat maka justru Bangke Maong itu sendiri yang melarikan diri.

Kisah berikut dituturkan oleh Nyoman M (yang pernah berantem dengan teluh), orang desa yang berprofesi serabutan, kadang sebagai petani, kadang jasa pemetik kelapa, dimana Nyoman M sendiri merupakan orang yang melik atau disukai oleh yang berbau niskala.
Suatu hari di desa Nyoman M sedang dilakukan suatu ritual pengabenan karena ada seorang warga desa yang meninggal. Seperti biasanya, Nyoman M pergi ke tempat orang yang mempunyai kedukaan tersebut untuk sekedar membantu melakukan persiapan sebelum dilakukan pengabenan. Persiapan untuk pengabenan biasanya dilakukan di malam hari karena di siang hari kebanyakan warga desa pergi ke sawah untuk melihat hasil pertaniannya. Dia kebetulan membantu dalam penyiapan wadah (pepaga) yang akan dipakai sebagai tempat menguung jenasah.

Saking asyiknya ikut membantu di rumah duka, tidak terasa waktu sudah lewat tengah malam. Nyoman M bergegas minta ijin untuk pulang ke rumah. Jarak antara rumahnya dengan rumah duka sekitar satu kilometer.
Waktu itu belum ada program listrik masuk desa sehingga situasi di malam hari benar-benar gelap dan harus berhati-hati agar tidak terjatuh di tengah jalan. Di tengah perjalanan untuk mencapai rumahnya Nyoman M harus melewati tegalan yang cukup luas. Karena merasa bahwa dia sudah hafal betul dengan medan yang akan dilalui maka Nyoman M sama sekali tidak khawatir dengan situasi di tegalan tersebut.
Tiba-tiba dari kejauhan di dengarnya anjing yang melolong-lolong, Nyoman M masih cuek saja karena menganggap cuman kebetulan saja malam itu anjing melolong dengan panjangnya. Dia mulai agak waspada ketika indera penciumannya mencium bau yang tidak sedap, seperti bau sesuatu yang tengik. Ada apa gerangan?, apakah ada bangkai anjing yang sengaja dibuang di tegalan tersebut?.

Continue reading

Lagu-Lagu Sanghyang (Gending Sanghyang)

Wau nusdus; Merik sumunung asep, menyan majegau, ia cendana hukus maulekan, ia lelingan Betara Tiga; ia wus matinining, ia manusa ngasti pukulum, ia nurunan Dedari kendran, ia Sang Supraba, Tunjung Biru, ia Tunjung Biru, ia mengerangsuk meanggo-anggo, ia sesalukin baju mas-masan, ia melicat miber megenana, ia mengelo ngaja-kanginan, ia jalan Dedari metangun jero, ia tamane bek misi sekar, ia sekar emas sandingin pudak, anggrek gringsing, ia tigakancu, manas, soli, sempol, ia kedapane malelepe; melelepe makebiyur sari, lamun mudus Kadewatan, turun Dedari kendran (Baca artikel sensualitas Dewi Supraba)

Nyaluk gelung; Gelung, ia gelung agung, mebulingker ia sekar gadung, metitis Garuda mungkur, ia, sekar sempol, ia sekar gambir, sandat gubar anggen susun, merak kekuncir kuning, payas dane ia mepulilit, mengigel tengahing natar, ia igal dane manggu-pipir, metanjek megulu wangsul.

Mangunan sanghyang; Sekar menuk mengedanin, ia ia putih, ia ia putih mengambiar, buka bintange diduur, bintang karti, bintang kartikane sedih; ia liyer, ia ia liyer, liyer, buka tuara bakat ruruh, ruruh nuju, ruruh nuju, galang sasi, ia ia lengkik, ia lengkik lengkik, sayang san munyin dasihe; dasih nike, dasih nika, tut kalanin, ia ia aduh ! ia ia ia ia aduh mirah ! I dewa dadi pengelipur, lipuranda, lupuran Dedari kale, ia ia lengkik, ia ia ia ia lengkik, metanjek megulu wangsul. (Baca Gudha Artha adalah Mistik Hindu) Continue reading

Atha Sedhengira Mantuk

Atha sedhengira mantuk sang curalaga ringayun
Tucapa haji wirattan karyaca nangisi weka
Pinahajengira lawyan sang putrenalap iniwe
Padha litu hajeng anwan lwir kandarpa pinatelu

Lalu laranira naca sambat putranira pejah
Laki bi sira sumungkem ring putraluru kinusa
Ginamelira ginantikang lawyan lagi ginugah
Inutusira macabda kawajara bibi haji

Hana keleheng i kasih yan tunggal kita pejaha
Kita tiki kati galyus ndyanung panglipura lara
Syapa tiki palarengkwa muktyang raja sumiliha
Ri hilang tanayangkwa dungwang ywenaka pejaha

Na wuwusira masambat karwa strya pega malume
Inariwuwu tekap sang Cri Padwatmaja malara
Pinahayu kinabehan sampun purna rinuruban
Hinanyut i pajanging lek munggwing Pancaka gineseng

Kakawin Pitra Yadnya – Girica

Mebalih Leak

Pernahkah anda mebalih Leak (nonton Leak) ?. Ini kisah nyata waktu kecil saat hidup di desa, pernah mebalih Leak. Waktu itu masih banyak Leak berkeliaran, entah itu siang, malam, pagi bahkan sore-sore, sandi kala. Leak yang pernah menjadi pelajaran primadona masyarakat Bali, hampir disetiap desa di Bali memiliki pemimpin Leak, jagoan Leak, sesepuh Leak dengan anak buah yang sangat banyak. Fenomena ini seperti gaya hidup saat ini, dimana gadget sudah digandrungi oleh manusia sejak kecil. Mungkin juga pada waktu jaman penge-Leak-an lagi boomming setiap orang belajar nge-Leak. Dari sekedar ingin tahu, atau yang serius. Seperti halnya MLM yang juga pernah menjadi perhatian, dalam dunia penge-Leak-an juga ada MLM Leak, member get member dalam rangka mempertahankan perguruan masing-masing.

Oh iya… sudah panjang lebar nulis tentang Leak, anda belum tahu Leak ?Belum tau tentang Leak ? Wah kasihan sekali ya, hingga saat ini belum tahu tentang Leak. Baca artikel Belajar Spiritual Leak.

Mebali Leak atau menonton Leak pada zaman itu cukup dengan berdiri dipekarangan rumah, melihat ke atas, ke langit yang penuh bintang. Bila ada yang melesat, berkedip-kedip, nah itu Leak dalam wujud pesawat terbang. Tidak hanya satu, terkadang Leak pesawat terbang bisa  empat sampat sepuluh Leak yang lagi terbang. Kebetulan zaman itu tinggal dipersawahan yang luas, sejauh mata memandang hanya persawahan dengan nyiur melambai disiang hari. Pada malam hari, banyak bola-bola api yang berlompatan di tengah persawahan. Ada Leak berwujud bola api yang merah, kuning atau orange. Memang zaman itu mebalih Leak tidak sesulit sekarang. Mungkin Leak sekarang sudah ada di Sinetron kita, hmmm … atau tempat Leak sudah berganti menjadi hotel, bungalow ?

Kerinduan akan Leak sepertinya kembali tumbuh di masyarakat, ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah hidup, pekerjaan yang semakin sulit, putus dengan kekasih, hidup miskin dan melarat, atau kaya raya tetapi tidak mempunyai pengaruh apa-apa, pemimpin stress, Caleg gagal, dapat memicu keinginan kembali untuk belajar Leak. Dalam sejatinya belajar Leak itu memiliki dua kutub, positif dan negatif. Apabila didasari oleh hal-hal negatif diatas maka akan sangat berbahaya belajar Leak. Namun sebaliknya, Leak yang dipelajari atas dasar keinginan untuk menolong, ketulusan dalam mempelajarinya akan berpengaruh positif pada jiwa kita.

Peran serta Leak dalam perkembangan pariwisata pulau Bali tidak dapat dikesampingkan. Daya tariknya hingga ke manca negara. Tidak sedikit wisatawan  mengetahui tentang Bali dari ilmu Leak ini. Tidak sedikit yang belajar, ingin mengetahuinya saja walau tidak untuk diterapkan dalam kehidupannya. Leak sebagai primadona kini berangsur tenggelam, hanya sebatas bayangan didasar kolam yang jernih, yang sewaktu-waktu dapat nimbul, muncul dan menjadi primadona lagi.

Kangen juga mebalih Leak. Saat ini kalau nonton tv, ada kemiripan seperti mebalih Leak. Ternyata banyak juga Leak di tipi kita. (RANBB)

 

Siat Peteng

Siat Peteng. Siat; peperangan , peteng; malam. Siat Peteng; peperangan pada malam hari. Apa itu ?

Adalah sebuah hinaan dan sekaligus tantangan untuk menunjukkan prestise dikalangan dunia kawisesan dalam terminology dunia leak di Bali. Pertempuran inilah yang mendongkrak nama dan juga prestise seseorang penekun ilmu kawisesan di Bali. Dalam konteks itulah, mengapa pertempuran leak ini bukan semata-mata karena dendam kesumat saja, melainkan untuk meningkatkan kelas dan menguji ilmu, sejauh mana tingkatan dan tatanan ilmu yang sudah di capai oleh si empunya.

Pertempuran ini sering melibatkan banyak orang atau pun dilakukan seorang diri. Belajar dari sejarah masa lalu, bahwa peperangan adu kawisesan ini sering dilakukan lantaran sebuah ujian yang dilakukan guru kepada muridnya atau dari satu garis perguruan ke perguruan yang lainnya. Ilmu leak dalam tradisi Bali, juga memiliki geneologi garis perguruan yang diwariskan secara murni dan dalam proses belajar  yang sistematis. Ontology, Aksiology dan Epistemology dalam proses belajar  ilmu leak  diturunkan dengan sangat jelas.

Oleh sebab itulah, mengapa geneology garis perguruan leak ini memiliki semacam struktur yang sangat ketat dan juga sistematika ilmu yang sangat kompleks. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan, jika seseorang murid dari salah satu geneology garis perguruan leak ini memiliki masalah dengan murid dari garis perguruan yang lain, maka ia dapat meminta bantuan kepada kakak seperguruannya. Bahkan bantuan pun saja dapat datang dari sang guru.

Disinilah kita dapat menemukan ada banyak siat peteng dengan berbagai macam latar belakang masalah. Siat peteng sendiri bagi masyarakat Bali, bukan barang baru atau bukan sebuah hal yang harus ditutupi keberadaannya. Namun keberadaan siat peteng, ajakan atau tantangan, pelaku, waktu dan tempat yang pasti sulit diketahui banyak orang. Banyak pantangan, larangan dan hal-hal yang bersifat Niskala yang tidak mudah untuk dipahami.

Berikut contoh kalimat-kalimat ujian atau tantangan untuk melaksanakan siat peteng dengan kalimat yang tidak mudah dimengerti oleh masyarakat umum.         “Aduh… titiang jeg ten uning napi sane kamargiang ring ratu ?” . “Nah … yen dot nawang, nyanan antiang tiang  disisin pasihe ….!”

Continue reading

Blog Leak

Blog Leak. Anda mencari Blog Leak, Blog tentang Leak ? Atau artikel blog  yang mengupas tuntas tentang Leak ? Blog Ilmu Per-Leak-kan, Blog Bali khusus Leak, atau Blog Ilmu Hitam Leak ? Atau mungkin Anda ingin Belajar Leak Online ? Leak via Skype, atau Chating YM sama Leak, berteman Facebook Leak, Pin BBM khusus Leak ? Leak Bali berbeda dengan Wiki Leak di luar negeri. Walau sama-sama disegani.

Inilah artikel-artikel tentang Leak.

Continue reading