Category Archives: Brihad-aranyaka Upanisad

Pengertian tentang Diksita, Wiku Dan Sadhaka

Pengertian tentang Diksita, Wiku atau Sadhaka

Menurut Pustaka Bhuwana Kosa bahwa kata sepadan dengan Diksita atau Sadhaka itu adalah Wiku. Wiku guna menunjukkan kewajiban dalam memelihara kesucian hati. Rsi mencerminkan kewajiban dalam memelihara sinar suci dalam dirinya. Yogiswara menunjukkan bahwa dia mampu menghubungkan diri yaitu Atma dengan Paramatma dalam hidupnya untuk mencapai Moksa. Pandita lebih menyatakan bahwa kewajibannya untuk meningkatkan pengetahuan suci dalam hidupnya. Sedangkan Sadhaka sendiri mencerminkan bahwa dia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan sadana dalam menempuh kehidupannya.

 

Dalam Pustaka Widhi Sastra Roga Sanghara muncul istilah Bujangga sama dengan pengertian Sadhaka. Bujangga mencerminkan sebagai kewajibannya sebagai pemuja Ananta Bhoga pada wilayah Sapta Patala soring Hari Bhawana.

 

Dalam Pustaka Raja Purana timbul istilah Siwa, Bhoda, Sengguhu, Dukuh. Siwa mengisyaratkan bahwa Sadhaka itu sebagai pemuja Siwa dan Bhoda sebagai pemuja Bhuda. Sengguhu sebagai Sadhaka yang menjalankan kewajiban sebagai pembina masyarakat. Sedangkan Dukuh  menekankan pada kehidupan yang cendrung kepada kesunyatan. Sementara Siwa, Sogata, dan Rsi menunjuk kepada kelompok Sadhaka dalam kesatuan tiga yang populer dengan sebutan Tri Sadhaka.

 

Menurut Babad Dalem muncul istilah Pandhya, Mpu dan Danghyang. Selain istilah-istilah yang sudah dikenal. Dengan Pandhya dimaksudkan sebagai Sadhaka yang menguasai pengetahuan kerohanian. Mpu menekankan pada kedudukannya sebagai pengemban masyarakat. Sedangkan Danghyang dimaksudkan sebagai Sadhaka yang punya kedudukan terhormat berkat penguasaan tentang kerohanian yang tinggi.

 

Dalam Pustaka Dwijendra Tatwa timbul istilah Padanda dan Bhagawan disamping yang lainnya. Dengan Padanda dimaksudkan Sadhaka yang bertongkatkan Sastra. Sedangkan Bhagawan dimaksudkan sebagai Sadhaka yang mampu mencapai kebahagiaan berkat penguasaan kerohanian yang tinggi.

Sumber : Makalah Ida Padanda Nabe Gede Putra Sidemen Dharma Upapati PHDI Provinsi Banten.

Brihad-aranyaka Upanisad

brihadaranyaka_upanishad

Dari khayalan bimbinglah kami kepada Kebenaran. Dari kegelapan bimbinglah kami kepada Cahaya. Dari kematian bimbinglah kami kepada Keabadian. 1.3.28

SEMESTA ini adalah satu satuan-tiga dan ini dibuat dari nama, bentuk dan aksi. Sumber segala nama adalah kata, oleh karena kata semua nama diucapkan. Kata ada di balik semua nama, seperti Brahman ada di balik kata. Sumber segala bentuk adalah mata, oleh karena mata semua bentuk terlihat. Mata ada di balik semua bentuk, seperti Brahman ada di balik mata. Sumber segala tindakan adalah badan, oleh karena badan semua tindakan dilakukan. Badan ada di balik semua tindakan, seperti Brahman ada di balik tindakan.

Yang tiga itu adalah satu. ATMAN, Jiwa kehidupan dan ATMAN, sekalipun satu, adalah yang tiga itu. Yang Abadi ditutupi oleh yang nyata. Jiwa Kehidupan adalah Yang Abadi. Nama dan bentuk adalah yang nyata dan oleh mereka Jiwa ditutupi. Continue reading