Category Archives: Dewasa Hayu

Catatan Perjalanan Akhir Tahun

Pergantian tahun 2016-2017 menjadi moment berlibur untuk keluarga kecilku. Kali ini liburan digabung dengan kegiatan menengok anakku yang sedang kuliah di Univ. Brawijaya Malang dan pelaksanaan upacara Mecaru Rsi Gana di rumah kelahiranku, Gianyar Bali. Persiapan telah dilakukan cukup lama, karena memang satu keharusan aku untuk pulang dan hadir dalam upacara besar di rumahku, sebuah acara untuk pekarangan rumah, Merajan dan lingkungan rumahku yang setelah 35 tahun baru bisa kami laksanakan lagi.

20161231_082052Liburan telah tiba. Bagaimana liburan akhir tahunmu ? tentu sangat menyenangkan ya.. libur bersama keluarga tercinta, bisa jalan-jalan menikmati indahnya negeri Nusantara ini. Berkendara dengan si Ava Hip Hip menjelajah kota-kota, memberikan pengalaman pada si buah hati akan arti petualangan. Pengalaman harus dicari dan pengalaman adalah guru. Ya, kami berpetualang sambil mencintai Indonesia, belum semua pulau yang kami bisa jelajahi dan nikmati keindahannya, kenapa harus ke luar negeri ? Inilah catatan kecilku selama liburan akhir tahun 2016-2017 dengan Penginapan murah dan nyaman selama kami menjelajahi kota-kota di Jawa dan Bali.

Liburan kami menempuh perjalanan sepanjang 2.864 km, melewati 30 an kota-kota besar dan kecil di pulau Jawa dan Bali. Berangkat dari Bintaro jakarta, masuk tol terpanjang saat ini, tol Cipali, keluar Brexit Brebes Exit. Kota pertama adalah Kota Tegal, selanjutnya Kota Pemalang, Kota Pekalongan, Kota Kendal tempat makan siang kami setiap perjalanan yaitu Monggo Moro, kemudian Semarang Jawa Tengah. Kota Malang adalah tujuan kami, karena di kota ini anak kami yang pertama sedang menuntut ilmu di Universitas Brawijaya. Jadi liburan kami nikmati bersama keluarga kecil secara lengkap. Perjalanan dengan si Ava Hip Hip belum bisa tembus sampai Malang, akhirnya kami bermalam di Kota Rembang, Penginapan murah dan nyaman di Rembang itu Hotel Tiara (cukup)

Continue reading →

Manfaat Pohon Bagi Kehidupan

SEPERTI KITA KETAHUI BERSAMA
POHON SANGAT BERMANFAAT BAGI KITA :
• UDARA SEJUK BERKAT PEPOHONAN
• MENGURANGI DAMPAK GLOBAL WARMING
• MENYERAP KARBONDIOKSIDA
• MENGHASILKAN GAS OKSIGEN O2
• MENYELAMATKAN LAHAN-LAHAN KRITIS

KAMI MENGAJAK ANDA UNTUK IKUT SERTA DALAM PENGHIJAUAN
MENANAM HUTAN UNTUK KEBUTUHAN INDUSTRI PERKAYUAN
MARI MILIKI BISNIS YANG MULIA INI
HANYA DENGAN MENANAM 12 POHON

paket 12 pohon

ANDA AKAN MEMILIKI MASA DEPAN KEUANGAN YANG CERAH
SECERAH ALAM KITA, HUTAN KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
#SAVEHUTANALAM
#GERAKANAMANKANBUMI

HUBUNGI :
K-BUDIASA / 081294894000
WWW.INDONESIA.JABON.BIZ

Tema Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937

Melalui surat nomor : 287/Parisada Pusat/I/2015, Perihal Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937 yang ditujukan kepada Ketua Parisada Hindu Indonesia Provinsi Seluruh Indonesia, Parisada Pusat menyampaikan hal-hal penting dan pokok untuk dapat dilaksanakan serta diinformasikan kepada umat Hindu.

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937 yang jatuh pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2015, Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat memandang perlu menyampaikan beberapa hal pokok sebagai berikut : Continue reading →

Pujawali : Memuliakan Dan Nunas Waranugraha

Agama Hindu. Pujawali pura Hindu di Indonesia memiliki makna memuliakan kembali Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai Maha dari segala Maha yang ada. Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai Maha Pencipta, Maha Pemelihara dan Maha Pelebur alam semesta beserta isinya. Pada saat Pujawali merupakan saat yang paling tepat memohon waranugraha. Pada saat Pujawali waktu yang sangat baik untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang penuh keiklasan, ketulusan, rasa bakti kepada umat, agama dan tentunya kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Agenda Banjar Ciledug untuk Ngiring Pekuluh saat Pujawali pura di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang  dan Banten berdasarkan Dedudonan  2015. Semua Agenda ini akan menyesuaikan dengan Panitia Pelaksana Pujawali dari masing-masing pura. Kunjungi banjarciledug

31 Januari 2015 : Sabtu

  • Saniscara Kliwon Krulut : Tumpek Krulut
  • Pujawali Pura Kertha Jaya, Tangerang
  • Pujawali Pura Raditya Dharma Cibinong
  • Upakara dipersiapkan oleh Tempek Parung Serab

Continue reading →

Dewa Sangkara

Dewa Sangkara dalam kitab-kitab agama Hindu dapat disebutkan sebagai berikut:

Annaad bhavanti bhuutaani, Prajnyaad annasambhavad, Yadnyad bhavati parjanyo, Yadnyah karma samudbhavad. (Bhagavad Gita. III.14)

Artinya : Mahluk hidup berasal dari makanan. Makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan berasal dari hujan. Hujan berasal dari yadnya. Yadnya itu adalah karma.

Sloka Bhagavad Gita ini mengingatkan kita bahwa tanpa tumbuh-tumbuhan semua mahluk bernyawa tidak dapat melangsungkan hidupnya di bumi ini. Mengapa? Karena bahan pokok makanan hewan dan manusia adalah tumbuh-tumbuhan. Adanya tumbuh-tumbuhan adalah yadnya dari bumi dan langit kepada semua mahluk hidup ini.

Bumi memberikan tanah, langit menurunkan hujan untuk berkembangnya tumbuh-tumbuhan. Mengapa bumi dan langit dapat berlaku demikian?. Tuhan dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan tumbuh-tumbuhan melalui hukum alamnya yang disebut Dewa Sangkara oleh para Resi.

Karena itu, umat Hindu akan memuja Tuhan sebagai Dewa Sangkara untuk memohon kekuatan jiwa dan raga dalam mengembangkan tumbuh-tumbuhan. Pada zaman industri dewasa ini, sungguh tidak mudah mengembangkan upaya agar tumbuh-tumbuhan dapat berkembang seimbang sesuai dengan hukum ekologi.

Avir vai nama dewata, rtena-aste parivrta, tasya rupena – ime vrksah, harita haritahsrajah. (Atharwa Veda X.8.31)

Artinya : Warna hijau pada daun tumbuh-tumbuhan karena mengandung klorofil di dalamnya. Zat khlorofil itu menyelamatkan hidup. Hal ini ditetapkan Rta yang ada dalam tumbuh-tumbuhan. Karena adanya zat itu tumbuh-tumbuhan menjadi amat berguna sebagai bahan makanan dan obat-obatan.

Ugra ya visa dhusanih osadhih . (Atharwa Veda. VIII.7.10)

Artinya : Tumbuh-tumbuhan menghancurkan pengaruh atmosfir yang beracun.

Manusia sebagai mahluk hidup yang paling serakah sering berbuat tidak adil kepada keseimbangan hidup tumbuh-tumbuhan tersebut. Untuk menumbuhkan sikap yang adil dan penuh kasih kepada tumbuh-tumbuhan, umat Hindu memohon tuntunan Dewa Sangkara sebagai manifestasi Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, umat Hindu di India memiliki “Hari Raya Sangkara Puja”, sedangkan umat Hindu di Bali memiliki Tumpek Wariga sebagai hari untuk memuja Dewa Sangkara.

Continue reading →