Category Archives: Sejarah Weda

Gods & Goddesses in Hinduism

Gods & Goddesses in Hinduism
The Basics of Hinduism
Hinduism is generally associated with a multiplicity of Gods, and does not advocate the worship of one particular deity. The gods and goddesses of Hinduism amount to thousands or even millions, all representing the many aspects of only one supreme Absolute called “Brahman”.

Therefore, to believe that the multiplicity of deities in Hinduism makes it polytheistic is erroneous. The Rig Veda says: “Ekam sath, Vipraah bahudhaa vadanti” (The Truth is one). However, to equate “Brahman” with “God” is imprecise. It is neither the “old man in the sky” concept, nor the idea of something capable of being vengeful or fearful.

The doctrine of Spiritual Competence (‘Adhikaara’) and that of the Chosen Deity (‘Ishhta Devata’) in Hinduism recommend that the spiritual practices prescribed to a person should correspond to his or her spiritual competence and that a person should have the freedom to choose (or invent) a form of Brahman that satisfies his spiritual cravings and to make it the object of his worship.

Continue reading

Advertisements

Hari Raya Hindu, Jangan Hanya Sekedar Seremonial

Hari raya Hindu Bali, tiang tekankan pada Bali karena Hindu itu sangat luas dengan kebebasan yang sangat luas dalam menerapkan isi Kitab Suci Weda. Semua jalan menuju pada-Nya, itulah kalimat singkat yang ada dalam ajaran Weda. Hendaknya umat Hindu Dharma sekarang ini tidak hanya menekankan pada  hal-hal upakara dan upacara atau ritus (seremoni) semata, hingga Filsafat dan Susila agama Hindu yang sebenarnya merupakan isi ajaran agama Hindu sering diabaikan. Seakan-akan agama Hindu Dharma kelihatannya sebagai agama upacara semata.

Pada hakekatnya hari raya Hindu mempunyai tujuan ganda yaitu Wahya dan Adyatmika, Sekala dan Niskala, Nyata dan Gaib atau Material dan Spiritual. Sehingga setiap perayaan hari raya hendaknya diikuti kegiatan-kegiatan nyata yang relevan dengan tujuan hari raya tersebut. Hari raya dengan yadnya yang dipersembahkan sebagai alat didaktik metodik pembinaan umat Hindu, yang mengandung unsur-unsur positif dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal-hal nyata yang dapat dilaksanakan saat persiapan, pelaksanaan maupun setelah hari raya yang tentunya relevan dengan hari raya tersebut. Berikut contoh hari raya dan kegiatan yang relevan, agar terjadi peningkatan dalam hal pengetahuan Filsafat maupun Susilanya.

Hari Raya Galungan 

Hari raya Galungan dan Kuningan sangat berkaitan dengan kisah kemenangan Dharma, ” Satyam Eva Jayate ” Kebenaran pasti menang ! Hal-hal yang dapat dilaksanakan dalam rangka hari raya Galungan adalah :

  1. Lomba membuat penjor, baik dari segi bentuk, kelengkapan sarana dalam sebuah penjor maupun sejarah, kenapa dibuatnya sebuah penjor.
  2. Lomba membuat lawar, dari segi kuliner bisa dinilai kelezatannya, dari segi Filsafat tentunya diperlombakan dalam bentuk penulisan latar belakang dibuatnya lawar merah dan lawar putih.
  3. Kontes menggambar baik lukisan, wayang, ataupun seni pahat tokoh-tokoh yang berkaitan dengan kisah dibalik hari Raya Galungan seperti Mayadenawa, Dewa Indra, Senjata Dewata Nawa Sanga dan lain sebagainya.
  4. Kontes mebebasan atau membaca sloka Ramayana.

Dewasa ini, ritual upakara dan upacara yang digelar umat Hindu Bali bukan hanya di Bali, namun sudah diseluruh Indonesia. Perkembangannya sangat pesat, sehingga pengetahuan Filsafat agama sangat diperlukan agar terjadi kesamaan persepsi  antara umat Hindu di Bali dengan di seluruh Indonesia lebih-lebih dengan umat Hindu yang berlatar belakang budaya Jawa, Sumatera ataupun Kalimantan. Pembinaan yang dilakukan melalui Dharma Wacana, ataupun seminar-seminar. Umat Hindu Bali seyogyanya meningkatkan pengetahuan Filsafat seperti agama Hindu diluar Bali, seperti Hindu yang berlatar belakang Jawa maupun di India. (RANBB)

Sejarah Kelahiran Agama Besar Dunia

Sejarah Kelahiran Agama Besar Dunia. Ini adalah urutan kelahiran Agama-agama yang terkenal di Dunia. Perlunya sejarah, agar kita tidak dibohongi oleh pemuka-pemuka agama yang ingin meyakinkan para penganutnya, agama yang dianutnya adalah bukan berasal dari agama lokal. (Baca tentang Agama Lokal)

  •     Agama Hindu : 3102 sampai 1300 Sebelum Masehi, bermula sebagai agama lokal di India
  •     Agama Budha : Siddhartha Gautama (563 SM – 483 SM), bermula sebagai agama lokal di India
  •     Agama Kristen : Yesus Kristus – Orang Islam menyebutnya dengan Nabi Isa (6 SM-4 SM — 29-33 M ), bermula sebagai agama lokal di Nazareth, Israel
  •     Agama Islam : Nabi Muhammad (570 M – 632 M), bermula sebagai agama lokal di Mekah-Medinah, Arab Saudi
green warrior

Investasi dan Bisnis Perkayuan Masa Depan

Catatan:
Kedjawen sudah ada sejak 4425 tahun Sebelum Masehi, http://akukejawen.blogspot.com/2010/08/sejarah-kelahiran-agama-agama-dunia.html

 Sejarah Agama Lokal

Continue reading

Maha Shivratri | Worshiping Lord Shiva

Maha Shivratri, which literally translates to “great night of Shiva” is a Hindu festival largely celebrated in India as well as in Nepal. The festival is celebrated on the new moon day in the month of Maagha according to the Hindu calendar. The day is celebrated to venerate Lord Shiva, an important deity in Hindu culture.

There are many mythological legends associated with this day. According to a popular legend, when a hunter could not find anything to kill for his food in a forest, he waited on the branch of a Woodapple tree. In order to attract deer, he started throwing the leaves of the tree on the ground, unaware that there was a Shiva Lingam beneath the tree. Pleased with the Woodapple leaves and the patience of the hunter, it is believed that Lord Shiva appeared in front of the hunter and blessed him with wisdom. From that day onwards, the hunter stopped eating meat.

Another legend has it that after the Earth was faced with an imminent destruction, Goddess Parvati pledged with Lord Shiva to save the world. Pleased with her prayers, Lord Shiva agreed to save the world on the pretext that the people of the Earth would have to worship him with dedication and passion. From that day onwards, the night came to be known as Maha Shivratri and people began worshipping Shiva with a great enthusiasm.

Some folklore also consider this to be Shiva’s day as this was believed to be the answer given by Lord Shiva when asked about his favorite day by Goddess Parvati.

Maha Shivratri is a Hindu festival which is celebrated by people following Hinduism in India. People often fast on the night of Shivratri and sing hymns and praises in the name of Lord Shiva. Hindu temples across the country are decorated with lights and colorful decorations and people can be seen offering night long prayers to Shiva Lingam. Woodapple leaves, cold water and milk are offered to the Shiva Lingam on this day as they are believed to be Lord Shiva’s favorite.

It is believed that the people who fast on this night and offer prayers to Lord Shiva bring good luck into their life. The most popular Maha Shivratri celebrations take place in Ujjain, believed to be the place of residence of Lord Shiva. Large processions are carried out throughout the city, with people thronging the streets to catch a glimpse of the revered idol of Lord Shiva.
Continue reading

Bagan Agama Hindu

Bagan Agama Hindu

Agama Hindu. Garis besar ajaran Agama Hindu meliputi Tattwa (filsafat), Susila (etika) dan Upacara (ritual).

1. Tattwa

1.1. Sad Darcana ; Enam aliran filsafat Hindu.
1.1.1. Nyaya
1.1.2. Vaisesika
1.1.3. Sankhya
1.1.4. Yoga
1.1.5. Purwa Mimamsa
1.1.6. Vedanta

1.2. Panca Craddha ; Lima Keyakinan, Kepercayaan, Keimanan Hindu.
1.2.1. Brahman (Widhi)
1.2.2. Atma
1.2.3. Karma
1.2.4. Samsara
1.2.5. Moksa

2. Susila

2.1. Dasar
2.1.1. Tat Twam Asi
2.1.2. Tri Hita Karana
2.1.3. Catur Paramita
2.1.4. Panca Craddha
2.1.5. Catur Purusartha

2.2. Sasaran
2.2.1. Moksha
2.2.2. Jiwan Mukti
2.2.3. Jagadhita
2.2.4. Masyarakat Dharmika

2.3. Sarana Continue reading

Veda, Kitab Suci, Sumber Ajaran Agama Hindu

Kedudukan Kitab Suci Veda

Veda, Kitab Suci, Sumber Ajaran Agama Hindu

Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan bahwa Veda adalah kitab suci agama Hindu. Sebagai kitab suci agama Hindu, maka ajaran Veda diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satu-satunya sumber bimbingan dan informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari ataupun untuk waktu-waktu tertentu. Diyakini sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkan (mewahyukan) adalah Tuhan Yang Maha Esa yang disebut apauruseya. Apapun yang diturunkan sebagai ajarannya kepada umat manusia adalah ajaran suci terlebih lagi bahwa isinya itu memberikan petunjuk-petunjuk atau ajaran untuk hidup suci.

green warrior

INVESTASI & BISNIS PERKAYUAN MASA DEPAN

Continue reading

Garbhadhana Samskara

Yatheyam prthivi mahi bhutanam garbhamadadhe,
Eva te dhriyatam garbho anu sutum savitave
(Atharvaveda : 6.17.1)

Seperti (yatha) bumi yang luas ini (iyam mahi prthivi) menetapkan sejumlah mahluk dalam kandungannya (bhutanam garbhamadadhe) demikian juga wahai istriku kamu (te) menjadi hamil (garbho anu dhriyatam) dan kehamilan tersebut melahirkan seorang anak seperti surya yang penuh dengan cahaya dan sinar.

Garbhadhana Samskara, Punsavana Samskara, Simantonayana Samskara, Jatakarma Samskara, Namakarana Samskara, Nsikarana Samskara, Annaprasana Samskara, Mundana Samskara, Karnavedha Samskara, Upanayana Samskara, Vedarambha Samskara, dan Samavartana Samskara

Garbhadhana Samskara

‘Seperti halnya bumi yang luas ini, mengandung semua mahluk, demikian juga oh istriku engkau menjadi hamil dan dari kehamilan tersebut dapat melahirkan seroang yang seperti sang surya penuh dengan cahaya dan sinar’.

Continue reading