Category Archives: Seksualitas Hindu

Satua Bali Banyol

Satua Bali Banyol

Ada anak muani demen girang dugase ia menek kapal terbang sawireh maan maan tongos negak ane luung. Ia maan negak disampingne ada anak luh jegeg tur manis. “beh maan timpal nyatua ne “ keneh anake muani ene.

Apa lacur, selantang jalan anake Luh ene jug pragat memaca buku. Apang tusing pocol , anake muani metakon kekene .

“jagi lakar ujian nggih Luh ? dados memaca buku kemanten. “

“Nenten Bli, tiyang kari penelitian “ saut anake Luh.

“Penelitian napi Luh jegeg ? “ sumingkin bani anake muani

“Penelitian Hubungan Etnis ajak Celak nike Bli “ saut anake Luh. Continue reading

Sifat Raksasa Iblis

Apa saja yang termasuk sifat Raksasa (iblis) ?

  • Kesombongan
  • Arogan
  • Congkak
  • Pekerja tidak rapi
  • Tidak penuh kebenaran
  • Nafsu yang tidak terkendali
  • Marah
  • Kekerasan
  • Kebodohan
  • Ego palsu
  • Prestis Palsu
  • Tak punya kecerdasan
  • Gusar
  • Dikhayalkan
  • Bangga dengan diri sendiri
  • Lancang / kurang ajar
  • Dibingungkan oleh kemewahan
  • Tidak tahu tujuan hidup
  • Perilaku yang tidak pantas
  • Mengatakan dunia ini tidak nyata dan palsu
  • Mengatakan dunia ini tidak dikendalikan oleh Tuhan
  • Mengatakan dunia ini hasil dari keinginan seks. Lihat foto Celak Bali
  • Tertarik dengan hal-hal yang tidak permanen / temporer
  • Tertarik dengan kepuasan inderawi / nafsu
  • Memperoleh sesuatu dengan cara-cara yang tidak sah
  • Dibingungkan oleh keinginan / kegelisahan
  • Memetik kesenangan dari kekuatan mental dan fisik
  • Sibuk dalam hal-hal yang tidak menguntungkan, yang tidak sesuai dengan etika dan moral dan jenis pekerjaan yang mengerikan dengan maksud menghancurkan dunia.
  • Tidak mengikuti aturan dan peraturan Yajnya (korban suci)
  • Iri hati kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Krsna
  • Meremehkan agama yang asli (Sanatana Dharma)

Dari Buku Sri Krsna Ayat-ayat Suci Bhagavad-Gita (versi ringkas). Dipost dalam blog Nak Bali Belog oleh Rare Angon Nak Bali Belog. (RANBB)

Pameran Batu Akik

Dalam Pemeran Batu Akik, banyak sekali dipamerkan Batu Akik. Batu Akik dari Sabang sampai Merauke, berjajar aneka jenis Batu Akik. Aneka Warna Batu Akik, bentuk dan jenisnya. Batu Akik yang dulu hanya dikenal dikalangan tertentu saja, kini telah menjamur, tua muda, laki perempuan, pengusaha, politikus, menteri, rakyat, ibu-ibu bapak-bapak, semua suka Batu Akik. Semua mengkoleksi Batu Akik. Batu Akik dengan jenis dan namanya, kini semakin populer,  ada Batu Akik Bacan, Batu Akik Ruby Merah Delima, Batu Akik Safir, Batu Akik Opal, Batu Akik Citrine, Batu Akik Topaz, Batu Akik Sulaiman, Batu Akik Combong, Batu Akik Badar dan lain sebagainya.

Ada cerita lucu dan menggelitik, sedikit porno. Continue reading

Merawat Kecantikan Menurut Teks Indrani

Kecantikan wajah, hilang oleh ketidakmulusan tubuh, kecantikan wajah dan kemulusan tubuh, hilang oleh ketidakharuman vagina, kecantikan wajah kemulusan tubuh dan keharuman vagina, hilang oleh kebodohan dalam senggama, tapi semuanya itu akan hilang oleh keburukan rohani

(hasil renungan Indrani-Rukmini Tattwa)

Perawatan Kecantikan

Gadis Perawan

Indrani dalam membicarakan dan membahas perawatan bagi kecantikan tubuh wanita, hampir sama dengan penjelasan dan teknik Rukmini Tattwa. Indrani membahas tentang pentingnya wajah, tubuh dan vagina bagi kecantikan wanita (‘atas’ dan ‘bawah’). Kecantikan wajah, tanpa dibarengi dengan kemulusan dan keindahan tubuh juga perawatan vagina tidak akan memberi totalitas kepuasan bagi seorang suami.

Wajah yang cantik dapat dengan seketika memikat mata, namun tanpa dibarengi kemulusan dan keindahan tubuh, kesan pertama tersebut pupus begitu saja. Wajah yang cantik dengan tubuh yang mulus, dapat memikat hati dan mata yang memandangnya; namun tanpa dibarengi keliatan vagina tidak akan memberikan kesan mendalam bagi pasangannya.

Disinilah diperlukan perawatan yang menyeluruh bagi wajah tubuh dan vagina, Continue reading

Lima Jenis Racun : Panca Wisaya

Lima Jenis Racun atau Panca Wisaya adalah hal-hal yang tidak baik yang masuk ke dalam diri manusia melalui Panca Indera yang merusak diri manusia. Umat Hindu dengan ajaran agamanya telah sejak dulu Anti Pornografi, melalui pengetahuan Panca Wisaya ini, umat Hindu lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan lingkungan dan telah memantapkan dirinya dengan ajaran Veda yang tepat dan benar. Umat Hindu telah dibekali pengetahuan yang benar, tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Baca tentang Hindu Potong Gigi

Panca Wisaya yang merusak diri manusia, kelima jenis racun tersebut adalah :

  1. Pemandangan porno (cabul)
  2. Suara merdu, merayu
  3. Bau harum
  4. Rasa enak
  5. Sentuhan halus merangsang

Pemandangan Porno (cabul) Continue reading

Seks: Kutukan atau Karunia ?

Seks Ala Binatang

Seks Ala Binatang adalah Seks yang berdasarkan nafsu belaka, tidak didasarkan pada DHARMA atau moral

Apakah seks suatu kutukan atau karunia ? Apakah seks suatu kejahatan (evil) atau kebajikan (virtue)? Agama memiliki pandangan berbeda mengenai hal ini. Agama Hindu dengan tegas menyatakan seks (kama) sebagai satu dari empat tujuan hidup manusia, yang disebut Purusharta. Tiga tujuan yang lain adalah “DHARMA“, hidup bermoral, “ARTHA“, harta kekayaan material, dan “MOKSHA”  bersatunya atman dengan Brahman (Tuhan). Seks sendiri memiliki dua tujuan: tujuan antara (prokreasi) dan tujuan dalam dirinya sendiri, yaitu untuk kenikmatan seks itu sendiri (rekreasi). Seks di sini bukan suatu kejahatan (evil) tetapi suatu karunia atau keutamaan (virtue).
Konsep penciptaan di dalam Hindu, sesuai dengan filsafat Samkya adalah perjumpaan antara purusa dan predana, dari sini alam semesta beserta isinya lahir melalui proses panjang. Suatu filsafat penciptaan yang lebih sesuai dengan teori evolusi. Keberadaan manusia di dunia ini bukan karena terlempar atau dilemparkan oleh Tuhan dari sorga, akibat kesalahan wanita. Di dalam WEDA Tuhan tidak saja dipuja sebagai Bapak, tetapi juga sebagai Ibu, seperti Ibu Pertiwi, Dewi Ibu ( Mother Goddness ). Perempuan dan lelaki memiliki kedudukan sederajat ( Ardhanaraswari ). Perempuan tidak dianggap penggoda moral, yang seluruh tubuhnya dianggap pembangkit nafsu birahi seperti – maaf – vagina, karena itu harus ditutupi dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Seks Dalam Agama Hindu.
Di dalam agama Hindu, ada dua aliran pemikiran tentang seks yang saling berlawanan. Aliran pemikiran pertama memandang seks secara negatif dipimpin oleh Bhagawan Wararucci dengan bukunya Sarasamuccaya. Aliran pemikiran kedua memandang seks secara positif dipimpin oleh Bhagawan Vatsyayana dengan bukunya Kama Sutra.
Wararucci antara lain mengatakan : “Ada satu alat pada tubuh si wanita, sangat menjijikkan dan sangat kotor; mestinya dibenci, dan dijauhi. Yaitu kulit yang berukuran sebesar kaki kijang. Di tengah-tengah kulit itu terdapat luka yang menganga yang tidak sembuh, yang menjadi saluran jalan air seni, penuh berisi keringat dan segala macam kotoran; itulah yang membuat orang bingung di dunia ini, kegila-gilaan, buta dan tuli karenanya “. Sarasamuccaya: 424-442 (stri/wanita)
Di tempat lain ia mengatakan betapa beruntungnya lahir sebagai manusia. Bagaimana bisa menusia lahir bila tidak melalui seks, dan bila tidak ada perempuan? Banyak orang menafsirkan bahwa pandangan Wararucci tentang seks disebabkan karena ia adalah seorang sanyasin, seorang yang sudah sepenuhnya di jalan spiritual. Dan pandangannya ini ditujukan kepada para sanyasin lain yang sama seperti dirinya.
Sebaliknya Vatsyayana menyatakan “Seksualitas adalah penting bagi kehidupan manusia, seperti makanan perlu untuk kesehatan badan, dan atas mereka bergantung dharma dan artha”
Kama adalah salah satu dari empat tujuan hidup, di samping DHARMA, ARTHA dan MOKSHA. ” Kama Sutra bukanlah karya pornografi. Ia adalah studi sistematik dan tidak berat sebelah mengenai salah satu aspek esensial dari keberadaan kita. Pertama dan utamanya, ia adalah satu gambar dari seni kehidupan khususnya seksualitas pada tubuh wanita, bagi warga kota yang beradab dan canggih, memenuhi tataran cinta, erotisme dan kenikmatan hidup, sejajar dengan risalah di bidang politik, ekonomi dan etik, Dharma Sastra dan Artha Sastra ” . ( Alain Danielou – The Complete Kama Sutra Park Street Press).
Di dalam Kama Sutra seks seolah-olah diberikan kebebasan tanpa batas, Di sini seks memang dieksploitasi secara luas dari segala kemungkinannya. Tetapi Kama Sutra juga mengatakan ” Seseorang tidak dapat memberikan dirinya kesenangan tanpa batasan. Aktivitas seseorang harus dikoordinasikan dengan memperhatikan Dharma dan Artha “. “Orang yang cabul adalah sia-sia, ia mengalami penghinaan, tidak menimbulkan kepercayaan dan mengundang cemohan orang. Mereka yang memanjakan dirinya dengan seks secara berlebihan menghancurkan dirinya sendiri dan juga hubungan-hubungan mereka “.
Kama harus diletakkan dalam bingkai Dharma dan Moksha. “Tiga tujuan pertama ( Dharma, Artha dan Kama ) tidak hanya dikejar demi kesenangan yang mereka berikan, tetapi juga demi pertumbuhan spiritual, menggabungkannya dengan tujuan keempat (Moksha) menjamin tiga tujuan pertama tidak dikejar secara tidak etis atau berlebihan, dan menyesuaikan seluruh kehidupan dan banyak kesenangannya dengan kesenangan tak terbayangkan dari pencerahan.” (Roger Walsh – Essential Spirituality )
Berbagai teknik percumbuan dan hubungan seksual dalam Kama Sutra ditujukan kepada laki-laki dan perempuan. Dengan menguasai teknik-teknik itu secara baik, kedua pasangan akan mencapai kepuasan. Jadi perempuan bukan sekedar sawah yang dapat digarap oleh laki-laki sesuka hatinya sendiri… Tujuan Kama Sutra adalah untuk menjamin kepuasan maksimal bagi suami istri, sehingga mereka dapat memelihara kasih sayang dan kesetiaan dalam berumah tangga mereka. Dan karena itu tidak mencari yang lain (selingkuh – admin).
Seks diciptakan agar manusia saling membutuhkan satu sama lain. Saling berkomunikasi satu sama lain. Saling mencintai. Dan untuk belajar rendah hati. Supaya dapat menikmati seks, kita perlu untuk dipersatukan dengan manusia yang lain untuk secara fisik menjadi cukup dekat bagi pemuasan seksual. Kita perlu mengatasi keangkuhan kita untuk membuat teman, untuk menjadi baik, romantis. Seks mengajari kita kerendahan hati ! Kita harus memberi untuk menerima kasih sayang, dan kita perlu saling membantu satu sama lain. Seks mengajarkan tanpa-keserakahan, cinta dan kemurahan hati.

Seks Adalah Sesuatu Yang Alamiah.
Narasi dan simbolisasi seks dalam agama Hindu dilakukan dengan bebas dan penuh rasa hormat. Gambar-gambar wanita dengan dada subur yang terbuka, relief-relief tentang hubungan seks dipahatkan di candi-candi, dipandang secara wajar. Patung-patung itu memang tidak dibuat untuk merangsang nafsu rendah manusia. Itu adalah symbol penciptaan dan pemeliharaan. Orang-orang Hindu memandang seksualitas, tanpa kecurigaan atau ketakutan. Para  lelaki Hindu tidak memandang seksualitas pada tubuh wanita sebagai godaan bagi kesehatan moral mereka. Mereka tidak boleh melemparkan kesalahan kepada orang lain atas tindakan yang dilakukannya akibat kelemahan atau ketidakmampuan moralnya sendiri. Seks tidak dibebani dengan konsep negatif seperti dosa atau penggodaan. Kama tidak pernah dipandang sebagai suatu yang kotor.
Erotisme dan sensualitas adalah kodrat manusia. Erotisme dan sensualitas mengafirmasi kehidupan, karena melalui seks kehidupan manusia terus berlanjut di muka bumi ini. Seks yang baik akan melahirkan generasi yang baik. Oleh karena itu perilaku seksual harus di atur oleh Dharma atau moral. DHARMA dan moral menuntut pengendalian diri, atau Sedhana. Yoga bahkan memberi jalan bagi sublimasi seksual menjadi energi spiritual. Jadi seks di samping baik harus juga benar.
Dalam pandangan Hindu perempuan bukan sumber dosa, setumpuk daging yang hanya berfungsi membangkitkan nafsu seksual laki-laki, atau pabrik untuk melahirkan anak-anak, tetapi partner sejajarnya untuk membagi cinta kasih dan melahirkan generasi demi generasi.
Sumber bacaan buku ” Tuhan Agama dan Negara “ oleh Ngakan Made Madrasuta penerbit Media Hindu. Ditulis oleh Rare Angon Nak Bali Belog untuk blog nakbalibelog.wordpress.com. Insert Potho ” Seks Ala Binatang ” – Taman Safari Gianyar Bali oleh Pecalang Bali Photo

Postingan Terkait Seks

Dewi Sri Laksmi Dewi Kesuburan

Trsna Papa Buddhi

Masturbasi dan Daya Spiritual

Sensualitas Bidadari Supraba

Celak Bali

CELAK BALI. Celak dalam bahasa Bali yang berarti kemaluan laki-laki. Sor Singgih bahasa Bali Celak dalam bahasa Alus Bali adalah Purus. Buku Wadhu TattwaSekelumit Catatan Tentang Hakekat Wanita Dalam Wadhu Tattwa” Seks Ala Bali II yang ditulis oleh IB.Putra M. Aryana, SS, M.SI, di jelaskan bentuk-bentuk Celak Bali, tentunnya berdasarkan budaya Bali. Bentuk Celak berdasarkan budaya Bali tersebut adalah Celak Arit yang bentuknya seperti Arit ( Celurit ), Celak Berang yang bentuknya seperti pedang, Celak Keris berbentuk lurus dengan lekukan seperti keris, Celak Maling bentuknya lurus kaku dengan kepala seperti mata melotot matanya maling, Celak Sambleng berbentuk seperti belakas/pisau besar Bali dengan ujungnya mengecil, Celak Tumbak berbentuk seperti tombak, Celak Tunggak berbentuk nunggak panjang tidak pendekpun tidak dan Celak Kemong berbentuk seperti kemong dan atau pemukul gong. Penjelasan bentuk Celak Bali hanya imaginasi Rare Angon Nak Bali Belog saja, dimana buku diatas hanya memberikan dalam bentuk gambar.

green warrior

Green Warrior

Berikut gambar bentuk-bentuk Celak Bali :

Continue reading