Category Archives: Tolak Reklamasi

Tri Hita Karana Dalam Kehidupan Nyata

Tri Hita Karana Dalam Kehidupan Nyata. Tri Hita Karana berasal dari kata Tri yang berarti tiga,Hita yang berarti kebahagiaan dan “Karana” yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”.

Bagaimana kita mewujudkan secara nyata konsep Tri Hita Karana ini dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan nyata ini? Perlu kembali kita pahami apa saja Tri Hita Karana itu. Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Continue reading

Mengganti Dengan Alasan Memperbaiki

Mengganti Dengan Alasan Memperbaiki. Apa saja yang  bisa kita lihat  dari kalimat Mengganti dengan Alasan Memperbaiki ? Sangat banyak. Apakah karena ketidakmampuan untuk memperbaiki sehingga harus ditempuh jalan menggantikan ? Tidak dapat dipungkiri sifat-sifat berjuang rakyat Indonesia sangat besar, heroik dan patriotisme nya sangat tinggi. Keinginan untuk mengganti sangatlah besar, sangat berapi-api. Apakah menjadi baik setelah digantikan ?

Tidak ubahnya seperti bengkel Continue reading

Muda Mudi Banjar Ciledug

Kegiatan me-Banjar merupakan hal utama dalam kehidupan bermasyarakat bagi orang Bali baik itu di daerah Asli, Pulau Dewata, maupun di daerah perantauan seperti Jakarta, Batam, Sulawesi bahkan di Luar Negeri. Me-Banjar memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan seni budaya, adat istiadat, sradha dan bakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Me-Banjar bagi orang Bali yang sering disebut Suka-Duka ini akan meningkatkan ikatan kekerabatan sesama orang Bali, dalam hal suka dan duka. Kunjungi http://www.banjarciledug.org

10748171_1493299407588373_199905060_n

Merdah Tualen

Me-Banjar tidak hanya untuk kalangan orangtua, atau yang sudah berkeluarga saja, namun bagi Muda-Mudinya pun akan me-Banjar. Perkumpulan Muda-Mudi ini sering disebut Sekaa Truna-Truni (STT), atau lebih lengkap STHD ‘Sekaa Trunia Truni Hindu Dharma‘. Demikian pula dengan STHD Banjar Ciledug yang berprestasi di bidang olahraga dan seni. Berikut kutipan dari media online bali.tribunnews, tentang Kontingen Sekaa Teruna Hindu Dharma (STHD) Ciledug sukses mempertahankan gelarnya dalam ajang Olahraga Gembira X 2014 yang digelar Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (Peradah) Indonesia DPP DKI Jakarta di pelataran Pura Agung Taman Sari, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (2/11/2014). 

Ciledug Pertahankan Gelar, Puspayoga Dukung Simakrama Pemuda Hindu

Continue reading

Dewa Sangkara

Dewa Sangkara dalam kitab-kitab agama Hindu dapat disebutkan sebagai berikut:

Annaad bhavanti bhuutaani, Prajnyaad annasambhavad, Yadnyad bhavati parjanyo, Yadnyah karma samudbhavad. (Bhagavad Gita. III.14)

Artinya : Mahluk hidup berasal dari makanan. Makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan berasal dari hujan. Hujan berasal dari yadnya. Yadnya itu adalah karma.

Sloka Bhagavad Gita ini mengingatkan kita bahwa tanpa tumbuh-tumbuhan semua mahluk bernyawa tidak dapat melangsungkan hidupnya di bumi ini. Mengapa? Karena bahan pokok makanan hewan dan manusia adalah tumbuh-tumbuhan. Adanya tumbuh-tumbuhan adalah yadnya dari bumi dan langit kepada semua mahluk hidup ini.

Bumi memberikan tanah, langit menurunkan hujan untuk berkembangnya tumbuh-tumbuhan. Mengapa bumi dan langit dapat berlaku demikian?. Tuhan dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan tumbuh-tumbuhan melalui hukum alamnya yang disebut Dewa Sangkara oleh para Resi.

Karena itu, umat Hindu akan memuja Tuhan sebagai Dewa Sangkara untuk memohon kekuatan jiwa dan raga dalam mengembangkan tumbuh-tumbuhan. Pada zaman industri dewasa ini, sungguh tidak mudah mengembangkan upaya agar tumbuh-tumbuhan dapat berkembang seimbang sesuai dengan hukum ekologi.

Avir vai nama dewata, rtena-aste parivrta, tasya rupena – ime vrksah, harita haritahsrajah. (Atharwa Veda X.8.31)

Artinya : Warna hijau pada daun tumbuh-tumbuhan karena mengandung klorofil di dalamnya. Zat khlorofil itu menyelamatkan hidup. Hal ini ditetapkan Rta yang ada dalam tumbuh-tumbuhan. Karena adanya zat itu tumbuh-tumbuhan menjadi amat berguna sebagai bahan makanan dan obat-obatan.

Ugra ya visa dhusanih osadhih . (Atharwa Veda. VIII.7.10)

Artinya : Tumbuh-tumbuhan menghancurkan pengaruh atmosfir yang beracun.

Manusia sebagai mahluk hidup yang paling serakah sering berbuat tidak adil kepada keseimbangan hidup tumbuh-tumbuhan tersebut. Untuk menumbuhkan sikap yang adil dan penuh kasih kepada tumbuh-tumbuhan, umat Hindu memohon tuntunan Dewa Sangkara sebagai manifestasi Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, umat Hindu di India memiliki “Hari Raya Sangkara Puja”, sedangkan umat Hindu di Bali memiliki Tumpek Wariga sebagai hari untuk memuja Dewa Sangkara.

Continue reading

Reklamasi Benoa Bali

Tweet Media Center @infobencana tentang Reklamasi Teluk Benoa #Reklamasi #BenoaBali. Bagaimana pendapat masyarakat Bali yang (katanya) religius, hidup menghargai alam lingkungan melalui Bhuta Yadnya, yang (katanya) punya latar agama yang sangat menghargai alam dan lingkungan dengan ajaran Tri Hita Karana-nya itu.

Berikut kutipan tweet Media Center,

  • Jadi, jika ada salah satu Anda tinggal di daerah tersebut, pastikanlah ada pelampung di rumah.
  • Jk daerah2 tersebut tenggelam, tak hanya rumah warga , hotel, restaurant tempat hiburan lainnya juga akan tenggelam.
  • Pemerintah harus menerima realita bahwa reklamasi Teluk Benoa bukan untuk masa depan Bali.
  • Para pakar lingkungan sudah memberikan penjelasan bahwa reklamasi Teluk Benoa hanya akan menjadi malapetaka
  • Banyak ada mega-proyek ambisius di Bali yang sama sekali belum selesai dan tidak menyukseskan.
  • Pelajaran bg pemerintah Bali bahwa reklamasi benar2 dapat merusak keseimbangan lingkungan sekitar dan mempersulit kehidupan warga
  • Keuntungan dari memperluas Pulau Serangan ini sangat tidak jelas. Pulau Serangan saat ini masih tetap gersang.
  • Maka, bayangkan malapetaka yang akan datang bila 838 hektar dari kawasan Teluk Benoa direklamasi.
  • Warga dan lingkungan sekitar harus menjadi korban dalam reklamasi, demi memperluas Pulau Serangan dari 100 hektar menjadi 400 hektar.
  • Reklamasi P.Serangan akibatkan berubahnya arus air laut perparah pengikisan sekitar lokasi wisata Pantai Sanur dan Pantai Padang Galak.
  • Disayangkan, krn perairan ini merupakan habitat dari berberapa ikan langka yang hanya dapat ditemukan di sekitar perairan Pulau Serangan.
  • Hasil dari reklamasi P. Serangan, 18 tahun lalu akibatkan rusaknya ekosistem laut di sekitar, termasuk rusaknya 10 hektar terumbu karang.
  • Perhatikan hasil dari proyek-proyek reklamasi yang sudah pernah dilakukan di Bali.
  • Pemerintah tidak boleh terlalu terobsesi kesuksesan finansial proyek2 reklamasi di negara lain, tutup mata terhadap dampak negatifnya.
  • Keselamatan warga dan kondisi lingkungan di sekitar kawasan Teluk Benoa harus selalu menjadi prioritas utama.
  • Inilah air bah yang akan membanjiri kawasan Sanur Kauh, Sidakarya dan daerah di sekitar Bandara Ngurah Rai.
  • Ketika limpahan air dr sungai2 bermuara di Teluk Benoa dibendung hasil reklamasi. ‘limpahan air mengisi dataran yg lebih rendah di daratan
  • Pasir dibawah Teluk Benoa bersifat lunak, tidak “solid”. Jk dibebani reklamasi, lapisan sedimen itu akan menjadi sangat tidak stabil.
  • Pasir yang ada di bawah laut Teluk Benoa bukanlah dasar laut sebenarnya, namun hny lapisan sedimen bertumpuk diatas dasar laut sebenarnya.
  • Dasar laut Teluk Benoa terbentuk dr pasir hasil proses sedimentasi selama berjuta2 tahun,krn kondisi topografi lautan tersebut yg rendah
  • Ciri kawasan Teluk Benoa sangat persis ciri2 kawasan Muara Angke yg merupakan ‘tempat bertemunya beberapa muara sungai
  • Lalu, mengapa Gubernur Bali masih tetap merencankan mega-proyek ini jika hasilnya hanyalah malapetaka? #ReklamasiBenoa
  • Apa gunanya mereklamasi dan membuat daratan baru ditengah Teluk Benoa, jika akhirnya sebagian besar dari daratan di Bali Selatan tenggelam?
  • Ekosistem laut akan hancur, tak ada lagi harapan nelayan. Pantai hilang, tak ada lagi tempat rekreasi bagi warga Denpasar. #ReklamasiBenoa
  • Bila reklamasi di Teluk Benoa dipakasakan hal serupa akan terjd, sekitar Bali Selatan akan tenggelam terendam banjir akibat pasang tinggi.
  • Dampak reklamasi Teluk Benoa akan mirip dengan apa yang terjadi pada reklamasi di Muara Angke di Jakarta

sumber tweet https://twitter.com/infobencana

Perhatian masyarakat Indonesia terhadap pulau kita, pulau Bali tercinta cukup besar. Namun Indonesia bukanlah hanya Bali, mari kembangkan seluruh Nusantara menjadi sejahtera, alam lingkungan yang asri dan terjaga kelestariannya, ekonomi yang mapan, dan sarana prasarana hidup bermasyarakat yang terjamin. (RANBB)

Bagaimana masterplan teluk benoa, klik https://nakbalibelog.wordpress.com/2013/09/01/teluk-benoa-jalan-toll-dan-reklamasi/

Apa Pendapatnya Tentang Otsus Bali ?

Sayangnya orang Bali itu tidak bersatu. Itu sumber masalahnya. Beda sama Aceh, Jogja dan Papua, semuanya bersatu. Kalau Bali semua mencongkrah dengan saudara sendiri.

OTSUS VS BALI MERDEKA

Dalam setiap pertemuan dengan masyarakat Bali dimanapun berada, tokoh muda kharismatik Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedasteutra Suyasa III,SE(MTRU),Msi  selalu menyisipkan bahwa agenda pesan kepada rakyat Hindu di Bali bahwa perjuangan untuk mencapai Daerah Istimewa atau Otonomi Khusus adalah puncak dari perjuangan dari Bali saat ini.

Dan jika hal itu tidak tercapai, jangan salahkan jika rakyat Bali kerap mendengungkan cita – cita Bali Merdeka. ”Sebagai anak ideologi dan pengikut ajaran Bung Karno, saya dengan menolak ide Bali Merdeka tapi bukan berarti kita mengabaikan suara rakyat. Yang penting, agar pemimpin Bali saat ini bisa merubah pola kepemimpinan dari yang suka dilayani menjadi pelayan rakyat. Inilah manifesto politik sesungguhnya. Saat ini Bali Merdeka bergema dimana – mana karena rakyat kecewa dengan pemerintah pusat. Diskriminasi demi diskriminasi terus dilakukan oleh pemerintah pusat pada Bali. Bali adalah warga kelas dua di republik ini. ” ungkap President The Sukarno Center ini.
Continue reading