Category Archives: Tolak Reklamasi

Apa Pendapatnya Tentang Otsus Bali ?

Sayangnya orang Bali itu tidak bersatu. Itu sumber masalahnya. Beda sama Aceh, Jogja dan Papua, semuanya bersatu. Kalau Bali semua mencongkrah dengan saudara sendiri.

OTSUS VS BALI MERDEKA

Dalam setiap pertemuan dengan masyarakat Bali dimanapun berada, tokoh muda kharismatik Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedasteutra Suyasa III,SE(MTRU),Msi  selalu menyisipkan bahwa agenda pesan kepada rakyat Hindu di Bali bahwa perjuangan untuk mencapai Daerah Istimewa atau Otonomi Khusus adalah puncak dari perjuangan dari Bali saat ini.

Dan jika hal itu tidak tercapai, jangan salahkan jika rakyat Bali kerap mendengungkan cita – cita Bali Merdeka. ”Sebagai anak ideologi dan pengikut ajaran Bung Karno, saya dengan menolak ide Bali Merdeka tapi bukan berarti kita mengabaikan suara rakyat. Yang penting, agar pemimpin Bali saat ini bisa merubah pola kepemimpinan dari yang suka dilayani menjadi pelayan rakyat. Inilah manifesto politik sesungguhnya. Saat ini Bali Merdeka bergema dimana – mana karena rakyat kecewa dengan pemerintah pusat. Diskriminasi demi diskriminasi terus dilakukan oleh pemerintah pusat pada Bali. Bali adalah warga kelas dua di republik ini. ” ungkap President The Sukarno Center ini.
Continue reading →

Ajeg Bali Kesejahteraan Semu

Ajeg Bali apa itu ? Ajeg memiliki arti tetap tegak berdiri, kukuh, kuat, tak tergoyahkan, tetap pada prinsip, atau kaku dan tidak memiliki toleransi. Bisakah Ajeg diartikan sebagai tidak memiliki toleransi ? Untuk mencapai tujuan yang jelas semestinya Ajeg itu dapat diartikan sebagai tidak memiliki toleransi. Toleransi dalam hal yang berkaitan dengan aturan adat, awig-awig, bhisama, etika masyarakat Bali, ajaran agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari, sudah seharusnya Ajeg dan tidak ada toleransinya.

Saat ini pembangunan di Bali telah berhasil mengelabui semangat Ajeg Bali yang sering kita lontarkan, perdengarkan dengan congkak dan kumandangkan dengan lantang  dalam setiap pertemuan atau kampanye. Ajeg Bali yang mustinya tidak memiliki toleransi justru sangat toleran dengan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan pariwisata, investor dengan rencana masterplan yang sangat megah, ditambah dengan kata-kata Ajeg Bali membuat masyarakat Bali terlena. Ajeg Bali membuat orang Bali sendiri lupa diri. Ajaran Tri Hita Karana dengan masyarakat adat yang selama ini memiliki aturan sangat jelas untuk mempertahankan keadaan Bali, semakin ‘toleran’ dengan rencana-rencana pembangunan pariwisata. Tinggi bangunan di Bali yang hanya setinggi pohon kelapa, yang sudah jelas-jelas pernah diatur awig-awig, kini telah berubah. Padahal tinggi bangunan akan meningkatkan efek rumah kaca, penyinaran pada lahan-lahan hijau akan berkurang karena dihalangi oleh bangunan. Tinggi bangunan menyebabkan udara tidak bersirkulasi dengan bebas.

Tanah Pertiwi, laut Samudera, danau Danu, gunung Giri, hutan Alas Angker, sungai Tukad, sawah Dewi Sri, kini sudah milik pariwisata, bukan milik AJeg Bali. Continue reading →

Jasa 3d Profesional Versus 3d Amatir

Jasa 3d Profesional Versus 3d Amatir.

Jasa 3d disebut pula dengan istilah jasa 3d visualitaion, jasa 3d render, jasa 3d image, jasa 3d perspektif, jasa 3d animator, jasa design interior, jasa 3d render, jasa gambar 3d, jasa pembuat animasi 3d, jasa render 3d, jasa 3d interior, jasa 3d eksterior, jasa render architecture 3d, jasa 3d visualizer, jasa 3d rendering, jasa 3d modeling, jasa 3d max, jasa 3d exterior, jasa 3d sketchup, jasa 3d arsitektur, jasa 3d realistic, jasa modeling 3d, jasa3d profesional, jasa3d online, jasa 3d murah, jasa3d arsitektur, jasa 3d kontraktor  dan jasa3d-jasa3d yang menjadi paket dalam setiap gambar design arsitektur.

Mana yang jasa 3d profesional dan mana yang memberi jasa 3d Amatir ? Continue reading →

Bali Binasa : Sebuah Spekulasi

Karya klasik Miguel Covarrubias Island of Bali berdasarkan pada romantisme anti-barat dan antimodernitas. Tidak ada yang mempu menandingi pemikiran miris Covvarrubias perihal masa depan pulau ini.

Bali akan segera musnah. Rumor ini didengung-dengungkan pada era 1930-an dan terus bergema dalam berbagai bentuk cerita hingga sekarang. Para pengamat keruntuhan kebudayaan Bali telah menentukan waktu kehancurannya yaitu dari 1334 hingga 1908, lalu pada 1920, 1935, 1942, 1950, 1969, dan 1987. Namun hingga kini tidak ada yang berubah. Bali tetap tegak berdiri.

Continue reading →

Menjaga Bali Sebagai Pulau Dewata

BALE KULKUL PURA PRAJAPATI PURNA PRALINA

Bale Kulkul Bali

Pulau Bali tidak mungkin dapat dipertahankan sebagai Pulau Dewata apabila penghuninya sebagaian terbesar sudah memiliki kecendrungan Keraksasaan (Asuri Sampad). Pulau Bali akan dapat dipertahankan sebagai Pulau Dewata apabila perilaku penghuninya lebih banyak berdasarkan kecendrungan Kedewataan (Daiwa Sampad).

Julukan Pulau Dewata diberikan karena jaman dahulu leluhur orang Bali Hindu telah berhasil menampilkan perilaku Dewata. Perilaku itu didapat dari mengamalkan ajaran Hindu dengan benar dan baik. Pulau Bali ini dihuni oleh masyarakat yang sebagian besar memeluk Agama Hindu. Agama Hindu yang dipeluknya itu telah mampu menjadi landasan filosofis menata kehidupan Bali dalam segala totalitasnya pada masa lampau. Para pemimpin manusia Bali di masa lampau itu benar-benar mampu bersikap terbuka namun selektif. sinergis inovatif dan dedikatif sehingga mampu menerima masukan dari segala penjuru dunia.

Continue reading →