Category Archives: Tumbuhan Suci Hindu

Jenis Banten Caru

Jenis Banten Caru

a. Purwa (Timur)

Sapi Godel, Sata Putih Mulus, magenah kangin, wilulangania melayang-layang winangun urip, dagingnia ingolah den  jangkep, jatah bayuhan, ketengan, nuhut urip (5), Bakaran (1), Cautumpuk, Keben-kebenan, Kuwangen, Tulung metangga untuk  Sapi Godel dan Tulung Sangkar untuk Sata. Sengkwi Garuda untuk Sapi Godel dan Sengkwi maikuh untuk Sata, Suci Laksana untuk Sapi Godel dan Suci Alit untuk Sata. Pras Daksina, Ajuman, Ketipat Kelanan, Canangsari. Nanceb Sanggar Cukcuk. Duwegan manut urip (5) antuk Kelungah Nyuh Bulan.

b. Daksina (Selatan)

Continue reading

Advertisements

Lain Dulu Lain Sekarang

Lain dulu lain sekarang. Apa saja yang dapat kita rasakan terhadap perubahan didunia ini? Pada diri kita sebagai manusia maupun pada alam sekitar kita? Apa saja yang berubah pada diri kita sebagai pelaku perubahan itu sendiri, dan pada diri kita sebagai objek perubahan itu?Perubahan waktu yang (terasa) begitu cepat, barusan pagi kini sudah sore, barusan tidur kini sudah bangun pagi, barusan tanggal 1 kini sudah tanggal 30, wow …. begitu cepatkan perubahan ini?. Hari berganti hari begitu cepat, bulan berganti bulan dan tahun baru yang barusan kita ramaikan kini sudah diambang pintu. Apa yang sebenarnya terjadi? Continue reading

Mengganti Dengan Alasan Memperbaiki

Mengganti Dengan Alasan Memperbaiki. Apa saja yang  bisa kita lihat  dari kalimat Mengganti dengan Alasan Memperbaiki ? Sangat banyak. Apakah karena ketidakmampuan untuk memperbaiki sehingga harus ditempuh jalan menggantikan ? Tidak dapat dipungkiri sifat-sifat berjuang rakyat Indonesia sangat besar, heroik dan patriotisme nya sangat tinggi. Keinginan untuk mengganti sangatlah besar, sangat berapi-api. Apakah menjadi baik setelah digantikan ?

Tidak ubahnya seperti bengkel Continue reading

Penciptaan Dunia

Pada awal tidak ada lahir dan mati, demikian juga siang dan malam. Pada waktu itu hanya ada Tama (kegelapan). Setelah itu Tuhan melaksanakan tapa (Yajna) untuk mengevaluasi Rta (hukum abadi) dan Satya (kebenaran). Pertama-tama tercipta air. Disanalah telur Hiranyagarbha berada (Hiranya berarti emas Garbha berarti kandungan), yaitu sebuah telur yang berwarna seperti emas. Baca Brahman Dalam Wujud Brahma

Telur Hiranyagarbha mengapung di atas air, yang kemudian berubah menjadi prathivi (bumi) dan angkasa. Setelah diciptakannya prathivi lalu diciptakanlah tumbuh-tumbuhan (banaspati) kemudian burung-burung, binatang dan manusia. Pada waktu itu Tuhan memberikan ajaran Veda kepada empat Rsi tentang empat Veda. Baca Catur Weda

Sebelum menciptakan dunia, hanya ada Tuhan, tanpa tergantung pada siapapun, yang kemudian mengucapkan “aham bahu syam” yang berarti; saya ingin menjadi banyak. Sejak saat itu mulailah penciptaan dunia oleh Tuhan.

Periode waktu disebut Yuga, terdiri dari : Krita atau Sathya yuga (4×432.000 tahun), Treta yuga (3×432.000 tahun), Dvapara yuga (2×432.000 tahun), Kali yuga (432.000 tahun). Jumlah total dari keempat yuga tersebut adalah Kalpa (4.320.000 tahun). Pada jaman Krita, manusia hidup 4 ribu tahun (ada satu Veda), pada zaman Treta, manusia hidup 3 ribu tahun (Veda ada 4), pada zaman Dvapara manusia hidup 2 ribu tahun (purana-purana), dan dalam zaman Kali, manusia hidup 100 tahun (tantra). Zaman Kali dimulai sejak tahun 3102 SM, perilaku manusia yang homosek, dan terjadi pertengkaran.

Pada akhir Kalpa atau Kali yuga, akan terjadi Pralaya, atau banjar besar. Lalu Kalpa lain akan mulai. Pada waktu Pralaya, Wisnu akan menjadi Avatara kesepuluh dikenal dengan nama Kalki. Sumber sinopsis Agama Hindu, oleh Nyoman Sedana-PHDI Banten. (RANBB)

 

Kalpavrksa | Tumbuhan Suci

kalpavrksa

kalpavrksa

Kalpavrksa adalah pohon kahyangan (Devaloka). Pohon Kalpavrksa ini memberikan apa saja yang diminta atau yang diinginkan oleh seseorang. Ada lima jenis Kalpavrksa di Svargaloka, yang namanya sebagai berikut : Mandara, Parijata, Santana, Kalpavrksa dan Haricandana. Dalam Agni Purana (III) disebutkan bahwa di antara berbagai benda yang didapat pada saat usaha para dewa dan raksasa mengaduk lautan susu ( Ksirarnava ) untuk memperoleh Amrta, diperoleh juga Kalpavrksa, oleh karena itu Kalpavrksa muncul dari pemuteran lautan susu ( Vettam, 1989: 378 ). Di dalam Bhagavata X disebutkan bahwa Sri Krsna membawa pohon Parijata dari Sorga ke bmi, di negara Dvaraka dan menanamnya di depan istana Satyabhama ( Ibid,:426 ).

Di Dalam Veda disebutkan pohon yang lain, yakni Asvattha ( Rgveda I.164.20 ) yang dalam kitab-kitab belakangan lebih populer dengan Pippala ( Ficus religiosa ), di samping Nyagrodha ( Ficus indica ) yang cabangnya tumbuh ke bawah akar-akar serabutnya, disebut masih kerabat dengan Asvattha ( Ficus religosa/Macdonell, 1982 I: 43, I.462, I:531). Continue reading