Category Archives: Wadhu Tattwa

Lontar Kamoksan

LONTAR KAMOKSAN

Lontar Kamoksan ini berisi tentang cara-cara untuk mencapai tujuan hidup dengan melalui praktek-praktek/pelaksanaan ajian-ajian (mantra). Berbagai ajian-ajian ditawarkan dalam naskah lontar ini, dan apabila seseorang tersebut mampu menerapkan ajian tersebut maka akan tercapai apa yang dikehendakinya, baik itu Kawisesan maupun Kamoksan. Ajian-ajian yang terdapat dalam naskah ini memiliki nilai kesakralan tinggi. Hakikat ajian tersebut bersifat sangat rahasia dan tidak semua bisa mempraktekkannya sehingga memerlukan kesigapan, ketelitian, ketekunan dan ketajaman batin pembacanya. Oleh karena itu perlulah kiranya pembaca bila ingin mempraktekkan ajian-ajian ini dituntun oleh seorang guru agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Di dalam Lontar Kamoksan, ajian-ajian yang tergolong kawisesan antara lain Aji Sanghyang Wisesa, Aji Tutur Menget, Aji Palungguhan, Aji Pandawa, Aji Pagantungan Sih Pegating Tiga, Aji Palalangon, Aji Sanghyang Talaga Membeng, Aji Pagedongan, Aji Minaka Darma, Aji Sarira, Aji Wawadonan Titi Murti, Aji Sarining Kala Kalanangan, Aji Yata, Aji Pamuteran, Aji Sayu Rahina Sada, Aji Masun, Aji Wruhing Bapa Babu, Aji Tri Pamuteran, Aji Swakar, Aji Pamoran. Apabila seseorang mampu menerapkan ajian-ajian tersebut dengan baik dan benar, maka ia akan mempunyai banyak istri, menemukan kesukaan, kaya, berkuasa, mencapai sorga, ulung di medan perang, serta menjadi orang tampan.

Di dalam Lontar Kamoksan, ajian yang berhubungan dengan kamoksan antara lain Aji Kalepasan Ring Sarira, Aji Tuturira Sanghyang Kalepasan, Aji Wekasing Ujar, Aji Sanghyang Dharma, Aji Wekasing Aputih, Aji Dharma Kalepasan Kamoksan. Kamoksan atau Kalepasan mengacu pada makna terlepasnya Atma dari tubuh manusia untuk manunggal dengan Paramatma. Supaya Atma dengan mulus dapat melepas dari tubuh juga memerlukan pengetahuan spiritual khusus, baik dalam hal mengenal, mengetahui tanda-tanda, kapan waktu, maupun jalan yang akan ditempuh oleh Atma ketika melepas dari tubuh. Di dalam lontar Kamoksan, dijelaskan beberapa ajian atau ilmu tentang pelepasan Atma dari tubuh, antara lain Aji Pakekesing Pati, Aji Tengeraning Pati, Aji Wekasing Bhuwana, Aji Patyaning Tiga, Aji Patitisan, Aji Pakeker, Aji Pamancutan.

Di dalam Lontar Kamoksan dijelaskan bahwa moksa dapat dicapai melalui suatu tahapan spiritual, yang dimulai dengan memahami nama dewa, besarnya, warnanya, dan tempat bersemayam dewa tersebut. Dewa-dewa tersebut dikenali satu per satu secara bertahap, baik dalam posisi horisonta maupun vertical, sampai pada tataran tertinggi, yaitu “berada dalam diam”.

Baca Artikel Terkait :

Continue reading

Adat Bali Dikenal Sebatas Pakaian

Bila mau memasuki pura diwajibkan berpakaian adat, prewed dengan pakaian adat, atau pernikahan anak-anak muda dewasa ini sangat “mewah” dengan pakaian Adat Bali yang lengkap dengan keris. Demikianlah adat yang dikenal hanya sebatas pakaian. Sudahkah anak-anak muda Bali, tamu wisatawan mengetahui dengan jelas apa itu Adat Bali ? Di Bali ada beberapa hal yang berhubungan dengan Adat, seperti  Desa Adat, Hukum Adat, Lembaga Adat dan Tanah Adat

Adat Bali adalah adat yang bersumber kepada ajaran-ajaran Agama Hindu. Ini berarti bahwa keseluruhan dari Adat Bali, baik itu yang berhubungan dengan aspek budaya, maupun aspek hukumnya harus bertitik tolak dari segi ajaran Agama Hindu dan nilai-nilai budaya yang terdapat di kalangan masyarakat Adat Hindu itu sendiri yaitu dalam mereka menghubungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa, dengan alam sekitarnya dan dengan sesamanya, yang dikenal dengan istilah Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana mengajarkan bahwa adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) antara manusia dengan wilayah tempat pemukiman dan alam sekitarnya, serta antara manusia dengan sesamanya, akan memungkinkan mereka untuk menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan yang disebut Moksha dan Jagatdhita.

Adapun cara untuk melaksanakan hubungan-hubungan  tersebut dilukiskan dalam tiga kerangka ajaran Agama Hindu yaitu yang berkaitan dengan pengamalan Tattwa, Sila Sesana dan Upakara Yajna. Dalam bidang Tattwa misalnya Panca Sradha, Catur Purusartha, Tri Kaya Parisudha, Siwa Sesana, Widhi Tattwa, Purana Dewa, Purwa Gama, Yama Purana Tattwa dan sebagainya. Dalam bidang Sila Sesana, antara lain memahami makna yang terkandung dalam ajaran Catur Guru Bhakti, Sila Kramaning Aguron-guron, Wreti Sesana, Yama Brata, Yama Niama Brata, Sad Guna, Sad Atatayi, Sadripu, Catur Periksa dan lain-lain. Sedang dalam bidang Upakara Yajna melaksanakan Panca Yajna yang terdiri dari Dewa Yajna, Manusa Yajna, Pitra Yajna, Resi Yajna dan Butha Yajna baik dalam arti yang sempit maupun luas.

Secara umum Adat Bali diarahkan untuk membimbing warga adatnya melaksanakan Dharma agama yaitu mengamalkan ajaran Agama Hindu seutuhnya dan mengamalkan Dharma Negara atau menjalankan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya sebagai warga bangsa dan warga negara di bawah bimbingan pemerintah.

Adat Bali bukan sebatas pakaian atau penampilan luar saja, namun sangat penting dan utama adalah pada pemahaman ajaran agama Hindu diatas. Semoga masyarakat Bali dalam memperkenalkan Adat Bali tidak sebatas pakaian, tarian, sejarah, tempat suci, pura, namun juga inti dari Adat Bali yang sebenarnya, yang bersumber dari ajaran agama Hindu. Sehingga tidak ada lagi dualisme sebagian masyarakat kita, dimana objek wisata, budaya,  dan  alam Bali di sanjung (lebih tepat dieksploitasi ) habis-habisan tetapi ajaran agama Hindu yang suci dilecehkan dan dihinakan.

(RANBB)

 

Merawat Kecantikan Menurut Teks Indrani

Kecantikan wajah, hilang oleh ketidakmulusan tubuh, kecantikan wajah dan kemulusan tubuh, hilang oleh ketidakharuman vagina, kecantikan wajah kemulusan tubuh dan keharuman vagina, hilang oleh kebodohan dalam senggama, tapi semuanya itu akan hilang oleh keburukan rohani

(hasil renungan Indrani-Rukmini Tattwa)

Perawatan Kecantikan

Gadis Perawan

Indrani dalam membicarakan dan membahas perawatan bagi kecantikan tubuh wanita, hampir sama dengan penjelasan dan teknik Rukmini Tattwa. Indrani membahas tentang pentingnya wajah, tubuh dan vagina bagi kecantikan wanita (‘atas’ dan ‘bawah’). Kecantikan wajah, tanpa dibarengi dengan kemulusan dan keindahan tubuh juga perawatan vagina tidak akan memberi totalitas kepuasan bagi seorang suami.

Wajah yang cantik dapat dengan seketika memikat mata, namun tanpa dibarengi kemulusan dan keindahan tubuh, kesan pertama tersebut pupus begitu saja. Wajah yang cantik dengan tubuh yang mulus, dapat memikat hati dan mata yang memandangnya; namun tanpa dibarengi keliatan vagina tidak akan memberikan kesan mendalam bagi pasangannya.

Disinilah diperlukan perawatan yang menyeluruh bagi wajah tubuh dan vagina, Continue reading