Tag Archives: amati lelunganan

Tema Nyepi 2018

TEMA

MELALUI CATUR BRATA PENYEPIAN KITA TINGKATKAN SOLIDITAS  SEBAGAI PEREKAT KEBERAGAMAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Umat Hindu di seluruh Indonesia menyambut dan merayakan Tahun Baru Saka yang karena bentuk perayaannya dengan menyepikan diri dari berbagai aktivitas duniawi, kemudian lebih dikenal sebagai Hari Raya Nyepi. Pengheningan diri selama dua puluh empat jam penuh, mematikan segala aktivitas duniawi, merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sradha (keimanan) guna menemukan jati diri, kesejatian tujuan hidup dan hubungan dengan Sang Diri.

Pengheningan diri ini akan terlaksana sempurna melalui empat brata penyepian yang ditradisikan sebagai amati geni (tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api/penerangan), amati lelunganan (tidak bepergian ke luar rumah), amati pakaryan (tidak bekerja) dan amati lelangunan (tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hiburan/bersenang-senang)

Pada tahun 2018, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu 17 Maret 2018. Sejak Tahun Baru Caka 1 (tahun 78 Masehi) hingga kini, setiap tahun umat Hindu senantiasa diingatkan agar dalam melaksanakan tugas hidup sehari-hari selalu memegang teguh sikap penuh toleransi dan rukun dengan umat agama lain. Dengan demikian tepatlah tema yang diusung pada tahun ini, “MELALUI CATUR BRATA PENYEPIAN KITA TINGKATKAN SOLIDITAS SEBAGAI PEREKAT KEBERAGAMAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI”

Melalui empat brata penyepian yang diamanatkan ini, Nyepi menjadi momentum pengendalian diri agar tidak larut dalam emosi berlebihan di dalam menyikapi situasi dan kondisi kehidupan bernegara dan berbangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.