Tag Archives: bali

Satua Bali; Buka Céléngé, Ngalengisin awakné ,

Satua Bali, (cerita rakyat) Bali sangat banyak dan tetap berkembang melalui buku-buku Satua Bali ataupun di media internet yang terposting dalam aneka Website, Blog dan Media Sosial yang kesemuanya ini menunjukkan kepedulian pada Satua Bali ini. Satua Bali, Balinese folklore sudah pasti menggunakan bahasa Bali, baik itu Basa Bali Alus, Basa Bali Madya maupun Basa Bali Kasar.  Satua Bali merupakan sastra dan seni budaya Bali yang sudah seharus dipergunakan, diperhatikan agar tetap terjaga kelestarianya. Tidaklah mungkin Satua Bali itu lestari bila kita tidak pernah membaca Satua Bali, menulis Satua Bali ataupun mempublikasikan Satua Bali itu melalui media yang ada. Satua Bali sebagai sarana yang sangat baik untuk belajar membaca bahasa Bali, belajar menulis Basa Bali, belajar mengenal kosa kata Basa Bali kita. Dengan Satua Bali itu kita dapat mengenal banyak jenis kosa kata, perbendaharaan  kata Basa Bali.

Berikut ini Satua Bali,  Buka Céléngé, Ngalengisin awakné , yang Admin ambil dari Blog Bli Bagus julianatamanbali.  Setelah membacanya admin akan memberikan ringkasannya dalam bahasa Indonesia, apakah sama dengan ANDA ?

Buka Céléngé, Ngalengisin awakné ,

Continue reading →

Parade Ogoh-Ogoh Bali di Serang

Parade Ogoh-Ogoh  Bali dalam rangka Perayaan Hari Raya Nyepi 1937 di Propinsi Banten diadakan di Lapangan Kopassus Grup 1 Serang Banten. Ada 6 peserta Parade Ogoh-Ogoh ini yang semuanya merupakan kreativitas anak-anak muda atau Sekeha Truna Truni (STHD) dilingkungan banjar se-Propinsi Banten. Parade Ogoh-Ogoh Bali di Serang ini adalah kegiatan yang sangat positif dalam mempertemukan, mempersatukan, meningkatkan solidaritas, kreativitas anak Bali diperantauan. Tidak kalah bagus, unik, dan indahnya kreasi-kreasi kami yang ada di Serang Banten ini.

Berikut foto dokumentasi kegiatan Parade Ogoh-Ogoh di Serang Banten, pada Jumat 20 Maret 2015. Continue reading →

Ngayah, Adat Bali Tak Tergantikan

NGAYAH. Ngayah sudah tidak asing bagi kerama Bali. Dimanapun mereka berada. Ngayah merupakan bagian dari hidup mereka, sudah mendarah daging pada kehidupan mereka. Sejak kecil, Rare Bali sudah diajarkan untuk Ngayah. Ngayah di banjar, Ngayah di desa, Ngayah di nyama braya dan di sekeha truna-truni. Ngayah sudah menjadi kebiasaan mereka, kerama Bali di pulau Dewata dan kini sudah di seluruh “Kerajaan Majapahit Modern” , Indonesia.

Ngayah, Adat Bali Tak Tergantikan. Sebuah harapan yang tidak mudah, yang tidak begitu saja dapat diwujudkan. Sebagian Kerama Bali telah menjalankan, melaksanakan dan mempertahankan Adat dan Kebiasaan mereka sebagai Orang Bali. Namun sebagian lagi, mereka telah tergerus kemajuan teknologi modern, mereka telah disibukkan “waktu-waktu mencari uang”, Ngayah bagi mereka adalah kebiasaan yang harus dilupakan. Buat apa Ngayah, Capek, dan nggak dapat apa-apa !!! Continue reading →

Bali Binasa : Sebuah Spekulasi

Karya klasik Miguel Covarrubias Island of Bali berdasarkan pada romantisme anti-barat dan antimodernitas. Tidak ada yang mempu menandingi pemikiran miris Covvarrubias perihal masa depan pulau ini.

Bali akan segera musnah. Rumor ini didengung-dengungkan pada era 1930-an dan terus bergema dalam berbagai bentuk cerita hingga sekarang. Para pengamat keruntuhan kebudayaan Bali telah menentukan waktu kehancurannya yaitu dari 1334 hingga 1908, lalu pada 1920, 1935, 1942, 1950, 1969, dan 1987. Namun hingga kini tidak ada yang berubah. Bali tetap tegak berdiri.

Continue reading →

Lu Gue Bahasa Bali Zaman Sekarang

Opini Rare Angon Nak Bali Belog tentang Bahasa Bali pada zaman sekarang. Zaman sekarang tentunya berbeda dengan 40 tahun yang lalu waktu tiang masih kecil, dari segi kurun waktu tersebut dapat dikatakan baru kemarin sore dibandingkan zaman ibu bapak tiang atau zaman kakek tiang. Bahasa Bali waktu tiang kecil sangatlah akrab dan selalu dipergunakan dalam keseharian, seperti bersekolah, berteman, di dalam keluarga dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Secara aturan sor singgih bahasa yang dipergunakan masih sangat diperhatikan, ditaati ataupun dipatuhi oleh masyarakat Bali.

Tiang pun sebagai orang Bali menggunakan bahasa Bali walaupun tidak sepenuhnya menguasai, terkadang salah dan tidak tepat penggunaannya. Sor Singgih Bahasa Bali (aturan tata bahasa Bali menurut tingkatan penggunaannya) seperti, Nista, Madya dan Utama. Kapan menggunakan tingakatan Nista ?, Madya ? atau Utama ?. Pengetahuan penggunaan tingkatan ini selain didapat dari bangku sekolah, juga diperoleh dari pergaulan di masyarakat, pada saat kegiatan-kegiatan keagamaan yang kemungkinan  terjadinya interaksi dengan berbagai tingkatan warga, seperti Pinandita dan Pandita, Brahmana, Ksatrya dan lain sebagainya.

Continue reading →