Tag Archives: banjar ciledug

Pujawali : Memuliakan Dan Nunas Waranugraha

Agama Hindu. Pujawali pura Hindu di Indonesia memiliki makna memuliakan kembali Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai Maha dari segala Maha yang ada. Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai Maha Pencipta, Maha Pemelihara dan Maha Pelebur alam semesta beserta isinya. Pada saat Pujawali merupakan saat yang paling tepat memohon waranugraha. Pada saat Pujawali waktu yang sangat baik untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang penuh keiklasan, ketulusan, rasa bakti kepada umat, agama dan tentunya kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Agenda Banjar Ciledug untuk Ngiring Pekuluh saat Pujawali pura di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang  dan Banten berdasarkan Dedudonan  2015. Semua Agenda ini akan menyesuaikan dengan Panitia Pelaksana Pujawali dari masing-masing pura. Kunjungi banjarciledug

31 Januari 2015 : Sabtu

  • Saniscara Kliwon Krulut : Tumpek Krulut
  • Pujawali Pura Kertha Jaya, Tangerang
  • Pujawali Pura Raditya Dharma Cibinong
  • Upakara dipersiapkan oleh Tempek Parung Serab

Continue reading →

Muda Mudi Banjar Ciledug

Kegiatan me-Banjar merupakan hal utama dalam kehidupan bermasyarakat bagi orang Bali baik itu di daerah Asli, Pulau Dewata, maupun di daerah perantauan seperti Jakarta, Batam, Sulawesi bahkan di Luar Negeri. Me-Banjar memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan seni budaya, adat istiadat, sradha dan bakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Me-Banjar bagi orang Bali yang sering disebut Suka-Duka ini akan meningkatkan ikatan kekerabatan sesama orang Bali, dalam hal suka dan duka.

rare bali

Merdah Tualen

Me-Banjar tidak hanya untuk kalangan orangtua, atau yang sudah berkeluarga saja, namun bagi Muda-Mudinya pun akan me-Banjar. Perkumpulan Muda-Mudi ini sering disebut Sekaa Truna-Truni (STT), atau lebih lengkap STHD ‘Sekaa Trunia Truni Hindu Dharma‘. Demikian pula dengan STHD Banjar Ciledug yang berprestasi di bidang olahraga dan seni. Berikut kutipan dari media online bali.tribunnews, tentang Kontingen Sekaa Teruna Hindu Dharma (STHD) Ciledug sukses mempertahankan gelarnya dalam ajang Olahraga Gembira X 2014 yang digelar Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (Peradah) Indonesia DPP DKI Jakarta di pelataran Pura Agung Taman Sari, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (2/11/2014). 

Ciledug Pertahankan Gelar, Puspayoga Dukung Simakrama Pemuda Hindu

Continue reading →

Resume Pembinaan Umat

Pembinaan umat dalam rangka piodalan Pura Dharma Sidhi oleh I Kadek Sanjana Duaja Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementrian Agama Propinsi Banten, Ciledug 1 September 2014. Website banjar Ciledug www.banjarciledug.org

Selaku Pembimas Propinsi Banten yang dilantik pada 2 Februari 2012 bapak Prof. I Kadek Sanjana Duaja bertugas membimbing masyarakat Hindu yang ada di seluruh propinsi Banten yang meliputi 7 (tujuh) pura yang tersebar di Serang, Ciledug, Tangerang, Rempoa, BSD, dan Tigaraksa. Kegiatan umat Hindu di lingkungan pemerintahan diwakili oleh parisada-parisada, seperti PHDI Kota, PHDI Kabupaten. Sedangkan di tingkat kecamatan adalah banjar suka-duka.

Pelaksanaan pujawali-pujawali pura pada umumnya berdasarkan pawekon (wuku) yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali, dan berdasarkan sasih (bulan) yang datangnya setiap 1 (satu) tahun sekali. Lihat Kalender Hindu

Pujawali = piodalan = petirtan, semua ini memiliki kesamaan arti sehingga penggunaannya di dalam masyarakat tidak perlu diperdebatkan. Pujawali yang berkaitan dengan Yadnya didasari oleh hutang (Rnam) yang sejak lahir kita sudah terikat dengan hukum karma, yaitu karmawacana. Tri Rnam (hutang) inilah yang menyebabkan adanya Panca Yadnya. Dewa Rnam meliputi Dewa Yadnya dan Butha Yadnya, Rsi Rnam berkaitan dengan Rsi Yadnya dan Pitra Rnam meliputi Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Piodalan/pujawali/petirtan memiliki makna mengungkapkan rasa syukur ‘angayubagia’ atas berlangsungnya proses karma di alam ini. Piodalan juga merupakan konsep pendidikan sosial dan spiritual yang berkesinambungan, sehingga bagi umat Hindu pujawali adalah segalanya. Berdana punia, perbaikan, renovasi, dan lain sebagainya sering dilaksanakan pada pujawali ini.

Dalam hal peranan PHDI, PHDI memiliki peranan dalam menyampaikan aspirasi umat ke pemerintahan daerah, sehingga apapun aspirasi kita untuk kemajuan daerah disampaikan kepada PHDI, baik itu Kota, Kabupaten dan Propinsi. Untuk kegiatan kepemudaan ditingkat banjar adalah STHD sedangkan ditingkat propinsi adalah IPHB ( Ikatan Pemuda Hindu Banten ), demikian pula PWSHD (Persatuan Wanita Suka Duka Hindu Dharma) berada di tingkat banjar yang diwakili oleh WHDI untuk tingkat propinsi.

Tugas PHDI

  • Menetapkan bhisama (fatwa)
  • Menjembatani hubungan umat Hindu dengan pemerintah
  • Membina semua organisasi/lembaga keagamaan yang bernafaskan Hindu
  • Menjaga kerukunan baik intern, antar dan antara umat Hindu dengan pemerintah dalam mewujudkan kedamaian

Kepemangkuan. Pemangku, Pinandita memiliki wewenang penuh di Uttama Mandala. Continue reading →

Juru Tulis Banjar

Juru Tulis Banjar. Keadaan Banjar di Bali dibedakan atas banjar yang besar dan banjar yang kecil. Bila anggotanya lebih dari 50 kuren (keluarga) disebut banjar besar, demikian pula sebaliknya dengan banjar kecil. Banjar yang besar dibagi lagi menjadi kelompok kecil yang disebut Tempek. Penamaan Tempek berdasarkan lokasi  dari letak bale banjarnya, seperti tempek kangin, tempek kauh, tempek kaja, tempek delod pempatan dan lain sebagainya.

Banjar Ciledug

Kerama Suka Duka Hindu Dharma Banjar Ciledug

Banjar dipimpin oleh Kelihan Banjar, sedangkan Tempek dipimpin oleh kelian Tempek. Struktur organisasi Banjar di Bali bervariasi, baik komposisi pengurusnya maupun namanya. Kendati demikian secara umum komposisi pengurus banjar di Bali adalah : Continue reading →