Tag Archives: Brahma

Gods & Goddesses in Hinduism

Gods & Goddesses in Hinduism
The Basics of Hinduism
Hinduism is generally associated with a multiplicity of Gods, and does not advocate the worship of one particular deity. The gods and goddesses of Hinduism amount to thousands or even millions, all representing the many aspects of only one supreme Absolute called “Brahman”.

Therefore, to believe that the multiplicity of deities in Hinduism makes it polytheistic is erroneous. The Rig Veda says: “Ekam sath, Vipraah bahudhaa vadanti” (The Truth is one). However, to equate “Brahman” with “God” is imprecise. It is neither the “old man in the sky” concept, nor the idea of something capable of being vengeful or fearful.

The doctrine of Spiritual Competence (‘Adhikaara’) and that of the Chosen Deity (‘Ishhta Devata’) in Hinduism recommend that the spiritual practices prescribed to a person should correspond to his or her spiritual competence and that a person should have the freedom to choose (or invent) a form of Brahman that satisfies his spiritual cravings and to make it the object of his worship.

Continue reading →

Manggala, Pinandita, Pemangku

Manggala, Pinandita, Pemangku

UDENG PEMANGKU

Pemangku Pura

TUGAS MANGGALA UPACARA
Sikap dan laksana manggala/pinandita atau pemangku agama Hindu pada waktu memimpin upacara.

A. PERSIAPAN
1. Memakai busana
a. Mawastra (memakai kain panjang)
Mantra : Om tas wastra mami, bhuda bhusana ya namah swaha.
b. Mekampuh (bentuk kain yang lebih kecil yang diikatkan pada pinggang diatas kain panjang)
Mantra : Om Kawacana mami Bhuda wisesa sudha nirmala ya namah swaha
c. Mapetet (memakai ikat pinggang dari kain yang menyerupai selendang)
Mantra : Om tas pragya mami bhuda sidhi ya namah swaha

Artikel Terkait Pinandita :

d. Makawaca (kain yang diikatkan di kepala sebagai penutup kepala/udeng)
Mantra : Om Hrung kawaca ya namah swaha.
2. Disiapkan sesaji dan air suci (pembersihan) ditempat memimpin upacara.
3. Disiapkan peralatan yang dihadapi oleh manggala upacara seperti :
a. Disebelah kiri sebuah tempat berisi kembang, air suci, bija dari beras, bajra/genta (kalaumempergunakan)
b. Disebelah kanan Disiapkan sebuah tempat berisi pasepan/padupaan dan sebuah tempat berisi air untuk mencuci tangan.
c. Di depan terdapat saji-sajian khusus untuk manggala upacara.

  1. Menaruh sesajen /banten di pelinggih.

Mantra : Om tamolah pancapacara guru paduka ya namah swaha
Om lingga purusa ya namah swaha

Continue reading →

Yadnya | Dharma yang Wajib Dilaksanakan

Canang Sari

Yadnya merupakan salah satu bagian Dharma yang harus kita laksanakan. Hal ini dapat kita pelajari pada isi Atharwa Weda, XII.1.1 yang terjemahannya sebagai berikut : ” Sesungguhnya Satya, Rta, Diksa, Tapa, Brahma, dan Yadnya, yang menyangga dunia.” Keenam hal ini merupakan bentuk isi atau Craddha ( Keimanan, Keyakinan, Kepercayaan ) dalam Agama Hindu, bahwa Dharma itu meliputi :

Satya : Kebenaran, Kesetiaan, Kejujuran

Rta : Bentuk Hukum Tuhan yang murni yang bersifat absolut Transendental, sedangkan Dharma itu ialah Hukum yang bersifat mengatur tingkah laku manusia untuk mencapai kebahagiaan di dalam hidupnya, mengatur mahluk serta alam semesta ini.

Diksa : Inisiasi, Penyucian, Podgala, Abhiseka Continue reading →