Tag Archives: Hindu India

Diwali is a Major Festival of India

Diwali adalah festival besar di India (3/11). Hal ini dirayakan pada malam bulan baru kadang-kadang di bulan Oktober dan November. Yang tepat hari festival diputuskan menurut kalender Hindu . Hari itu terutama dirayakan untuk memperingati kembalinya Lord Rama dari 14 tahun masa pengasingan . Namun, ada berbagai cerita lain yang terkait dengan festival .

Menurut legenda populer , ketika Lord Rama kembali dari 14 tahun masa pengasingan setelah mengalahkan Raavana , rakyat Ayodhya lilin menyala dan diya untuk merayakan kembali ke kerajaan . Festival ini mendapatkan namanya dari garis diya yang merayakan kembalinya Lord Rama , dan karenanya nama Deepavali , secara harfiah menerjemahkan ke ” garis cahaya . ” Nama telah mendapat berbelit-belit untuk Diwali selama bertahun-tahun . Hari ini melambangkan kemenangan terang atas gelap.

Continue reading →

Mandira | Devalaya dan Candi

Devalaya

Devalaya

Selain istilah Candi, Mandira adalah yang sesungguhnya nama bangunan untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa, para devata dan roh suci leluhur. Mandira juga disebut Devagrha , atau  Devalaya. Mandira yang oleh umat Hindu di India sering disebut dengan Mandir. Bentuk  bangunan Mandira atau Mandir atau Devalaya terutama di India Selatan nampaknya seperti bangunan Candi Prambanan di Jawa Tengah, sedang di Nepal bangunan suci Mandira untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa nampaknya berbentuk seperti bangunan meru. Contoh bangunan meru yang banyak jumlahnya di Nepal atau juga di India Utara adalah bangunan induk Pasupatinathamandir yang terletak di kota Katmandu.

Tempat suci untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa, para Devata dan roh suci leluhur di masa yang silam di pulau Jawa kini masih nampak berupa bangunan peninggalan purbakala yang umum di sebut Candi. Kata Candi didalam bahasa Sansekerta adalah nama dewi Durga yang oleh peneliti barat menemukan fragmen prasasti di dalam candi yang menyebut ” Candikargha “, sthana untuk dewi Candi atau Candika. Diantara para sarjana tersebut kemudian memberi nama setiap bangunan purbakala untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa, para devaya atau roh suci leluhur dengan sebutan candi dan bahkan bangunan suci untuk agama Budhapun disebut candi, oleh karenaya kita mengenal nama candi Prambanan, Borobudur, Mendut, Pawon dan sebagainya yang bila kita kaji tidaklah tepat penggunaan nama candi untuk semua jenis bangunan untuk pemujaan tersebut.