Tag Archives: Indonesia

Ngayah, Adat Bali Tak Tergantikan

NGAYAH. Ngayah sudah tidak asing bagi kerama Bali. Dimanapun mereka berada. Ngayah merupakan bagian dari hidup mereka, sudah mendarah daging pada kehidupan mereka. Sejak kecil, Rare Bali sudah diajarkan untuk Ngayah. Ngayah di banjar, Ngayah di desa, Ngayah di nyama braya dan di sekeha truna-truni. Ngayah sudah menjadi kebiasaan mereka, kerama Bali di pulau Dewata dan kini sudah di seluruh “Kerajaan Majapahit Modern” , Indonesia.

Ngayah, Adat Bali Tak Tergantikan. Sebuah harapan yang tidak mudah, yang tidak begitu saja dapat diwujudkan. Sebagian Kerama Bali telah menjalankan, melaksanakan dan mempertahankan Adat dan Kebiasaan mereka sebagai Orang Bali. Namun sebagian lagi, mereka telah tergerus kemajuan teknologi modern, mereka telah disibukkan “waktu-waktu mencari uang”, Ngayah bagi mereka adalah kebiasaan yang harus dilupakan. Buat apa Ngayah, Capek, dan nggak dapat apa-apa !!! Continue reading →

Menjaga Bali Sebagai Pulau Dewata

BALE KULKUL PURA PRAJAPATI PURNA PRALINA

Bale Kulkul Bali

Pulau Bali tidak mungkin dapat dipertahankan sebagai Pulau Dewata apabila penghuninya sebagaian terbesar sudah memiliki kecendrungan Keraksasaan (Asuri Sampad). Pulau Bali akan dapat dipertahankan sebagai Pulau Dewata apabila perilaku penghuninya lebih banyak berdasarkan kecendrungan Kedewataan (Daiwa Sampad).

Julukan Pulau Dewata diberikan karena jaman dahulu leluhur orang Bali Hindu telah berhasil menampilkan perilaku Dewata. Perilaku itu didapat dari mengamalkan ajaran Hindu dengan benar dan baik. Pulau Bali ini dihuni oleh masyarakat yang sebagian besar memeluk Agama Hindu. Agama Hindu yang dipeluknya itu telah mampu menjadi landasan filosofis menata kehidupan Bali dalam segala totalitasnya pada masa lampau. Para pemimpin manusia Bali di masa lampau itu benar-benar mampu bersikap terbuka namun selektif. sinergis inovatif dan dedikatif sehingga mampu menerima masukan dari segala penjuru dunia.

Continue reading →

Sejarah Kelahiran Agama Besar Dunia

Sejarah Kelahiran Agama Besar Dunia. Ini adalah urutan kelahiran Agama-agama yang terkenal di Dunia. Perlunya sejarah, agar kita tidak dibohongi oleh pemuka-pemuka agama yang ingin meyakinkan para penganutnya, agama yang dianutnya adalah bukan berasal dari agama lokal. (Baca tentang Agama Lokal)

  •     Agama Hindu : 3102 sampai 1300 Sebelum Masehi, bermula sebagai agama lokal di India
  •     Agama Budha : Siddhartha Gautama (563 SM – 483 SM), bermula sebagai agama lokal di India
  •     Agama Kristen : Yesus Kristus – Orang Islam menyebutnya dengan Nabi Isa (6 SM-4 SM — 29-33 M ), bermula sebagai agama lokal di Nazareth, Israel
  •     Agama Islam : Nabi Muhammad (570 M – 632 M), bermula sebagai agama lokal di Mekah-Medinah, Arab Saudi

Catatan:
Kedjawen sudah ada sejak 4425 tahun Sebelum Masehi, http://akukejawen.blogspot.com/2010/08/sejarah-kelahiran-agama-agama-dunia.html

 Sejarah Agama Lokal

Continue reading →

Nak Pecalang Bali

Om Swastiastu , Nak Pecalang Bali. Kegiatan ke-Bali-an di luar Bali pada 15 tahun terakhir semakin terasa dan terdengar lebih jelas.  Selain perubahan system politik di negara RI ini juga karena perkembangan media informasi, baik media radio, media koran, media televisi maupun media internet atau dunia maya. Sangat disayangkan apabila perkembangan ini tidak dimanfaatkan oleh Generari Muda Nak Bali Hindu dalam menyebarluaskan kegiatan keagamaan, kegiatan seni budaya ataupun penyebarluasan tentang ajaran HINDU; Tattwa, Susila dan Upacara. Generasi Muda Nak Bali  Hindu lebih banyak sibuk dengan kegiatan sosial media yang hanya bersifat kesenangan, sibuk dengan meng-update status dan memberi “like” atau saling berbalas komentar….

KUNJUNGI WEBSITE BANJAR CILEDUG www.banjarciledug.org

Apakah semuga Generasi Muda Nak Bali Hindu demikian ??? Tentunya tidak, namun alangkah lebih baiknya apabila dunia informasi yang sudah didepan mata dari pagi hingga menjelan tidur ini dapat digunakan untuk peningkatan kearah yang positif, kearah peningkatan kemampuan spiritual, penyebarluasan informasi kegiatan keagamaan kita, penyebarluasan tentang hal-hal kebaikan yang diajarkan WEDA untuk kedamaian dunia, penyebarluasan tentang Ajaran Dharma.  Semoga. Om Santi Santi Santi Om

Kegiatan Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug Tangerang Banten pada Budha Kliwon Ugu 12 Desember 2012, berikut foto-fotonya.

IMG_0306IMG_0330 IMG_0358 IMG_0313

 

16 ( Enam Belas ) Upacara Manusia

Buku Hindu Menjawab 2

Buku Hindu Menjawab 2

16 ( Enam Belas ) Upacara Manusia. Orang Hindu sudah diupacarai sejak sebelum lahir, ketika masih dalam kandungan. Ed. Visvanathan, mencatat 16 (enam belas) upacara, atau samkara, sebagai berikut :
1. Garbadhana – Upacara untuk menjamin pembentukan janin.
2. Pumsavana – Upacara untuk melindungi janin dan untuk mendapat anak laki-laki.
3. Simantonayanan – Upacara dilakukan pada bulan terakhir kehamilan untuk pembentukan mental yang benar pada bayi.
4. Jatakarna – Upacara kelahiran termasuk persiapan peta astrologi bagi si anak.
5. Namakarana – Upacara pemberian nama. Upacara ini dilakukan di rumah ketika bayi berusia sebelas aatau empat belas hari.
6. Nishkramana – Upacara membawa anak ke luar rumah untuk pertama kali.
7. Annaprasana – Upacara pertama kali memberi makan nasi pada bayi, biasanya dilakukan di pura.
8. Chudakarana – Upacara potong rambut pertama.
9. Karnavedha – Upacara pembolongan telinga untuk diberi anting-anting emas.
10. Vidyarambha – Upacara permulaan anak belajar huruf.
11. Upanayana – Upacara benang suci dengan mana seorang anak menjadi dwijati, lahir kedua kalinya. Upacara ini dilakukan ketika anak berumur sembilan atau lima belas tahun.
12. Vedarambha – Upacara permulaan belajar Veda.
13. Keshenta – Upacara pencukuran rambut pertama (berbeda dengan no 8, dimana rambut hanya dipotong ujungnya)
14. Samavartana – Upacara pulang setelah selesai belajar Veda.
15. Viweha – Upacara perkawinan
16. Anthyesti – Upacara kematian.

Bagaimana dengan di Bali ? ada 13 upacara manusa yadnya, dan lima upacara pitra yadnya, sebagai berikut :
1. Pagedong-gedongan – Enam bulan setelah kehamilan jadi.
2. Upacara pada waktu lahir.
3. Kepus pungsed – Upacara pada waktu putusnya tali puser.
4. Nglepas Awon – Upacara dua belas hari setelah kelahiran. (Biasanya diikuti dengan nunas bangket untuk menanyakan siapa yang menjelma pada bayi itu)
5. Tutug Kambuhan – Upacara empat puluh dua hari setelah kelahiran.
6. Telubulanan – Upacara tiga bulan Bali (105 hari) setelah kelahiran.
7. Otonan – Upacara enam bulan Bali (210 hari) setelah kelahiran.
8. Ngempugin – Upacara ketika gigi dewasa mulai tumbuh.
9. Meketus – Upacara ketika gigi susu terakhir tanggal.
10. Munggah Daha Teruna atau Rajasewala – Upacara ketika memasuki usia remaja, pada waktu mulai haid pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki.
11. Mepandes – Upacara potong gigi.
12. Pawiwahan – Upacara perkawinan (Sebetulnya terdiri dari tiga bagian; mebiakaon, mesakapan, mepejati)
13. Pawintenan – Pembersihan untuk mulai belajar.
14. Ngaben
15. Ngrorasin – Upacara dua belas hari setelah ngaben
16. Nyekah
17. Memukur
18. Maligia
Sumber Bacaan ” HINDU MENJAWAB 2 – SUSILA DAN UPAKARA ” oleh Ngakan Made Madrasuta. Penerbit Media Hindu 2012. Di tulis dalam blog rare-angon Nak Bali Belog.