Tag Archives: Kalpa

Penciptaan Dunia

Pada awal tidak ada lahir dan mati, demikian juga siang dan malam. Pada waktu itu hanya ada Tama (kegelapan). Setelah itu Tuhan melaksanakan tapa (Yajna) untuk mengevaluasi Rta (hukum abadi) dan Satya (kebenaran). Pertama-tama tercipta air. Disanalah telur Hiranyagarbha berada (Hiranya berarti emas Garbha berarti kandungan), yaitu sebuah telur yang berwarna seperti emas. Baca Brahman Dalam Wujud Brahma

Telur Hiranyagarbha mengapung di atas air, yang kemudian berubah menjadi prathivi (bumi) dan angkasa. Setelah diciptakannya prathivi lalu diciptakanlah tumbuh-tumbuhan (banaspati) kemudian burung-burung, binatang dan manusia. Pada waktu itu Tuhan memberikan ajaran Veda kepada empat Rsi tentang empat Veda. Baca Catur Weda

Sebelum menciptakan dunia, hanya ada Tuhan, tanpa tergantung pada siapapun, yang kemudian mengucapkan “aham bahu syam” yang berarti; saya ingin menjadi banyak. Sejak saat itu mulailah penciptaan dunia oleh Tuhan.

Periode waktu disebut Yuga, terdiri dari : Krita atau Sathya yuga (4×432.000 tahun), Treta yuga (3×432.000 tahun), Dvapara yuga (2×432.000 tahun), Kali yuga (432.000 tahun). Jumlah total dari keempat yuga tersebut adalah Kalpa (4.320.000 tahun). Pada jaman Krita, manusia hidup 4 ribu tahun (ada satu Veda), pada zaman Treta, manusia hidup 3 ribu tahun (Veda ada 4), pada zaman Dvapara manusia hidup 2 ribu tahun (purana-purana), dan dalam zaman Kali, manusia hidup 100 tahun (tantra). Zaman Kali dimulai sejak tahun 3102 SM, perilaku manusia yang homosek, dan terjadi pertengkaran.

Pada akhir Kalpa atau Kali yuga, akan terjadi Pralaya, atau banjar besar. Lalu Kalpa lain akan mulai. Pada waktu Pralaya, Wisnu akan menjadi Avatara kesepuluh dikenal dengan nama Kalki. Sumber sinopsis Agama Hindu, oleh Nyoman Sedana-PHDI Banten. (RANBB)

 

Sad Wedangga

Sad Wedangga adalah Enam jenis buku bantu dalam mempelajari Weda. Buku-buku tersebut adalah :

1. Siksha = Ilmu Phonetica, yaitu ilmu tentang cara mengeja atau membaca. Sebab dalam bahasa Sansekerta ada huruf bersuara panjang atau pendek, tekanan keras atau lemah, tinggi atau rendah, berat atau ringan. Ini mempengaruhi perbedaan arti.

2. Wyakarana = Ilmu Tata Bahasa, merupakan bagian kedua pentingnya dalam mempelajari Weda.

Artikel Terkait Sad Wedangga :

Continue reading →