Tag Archives: Kelayakan Ekologis

Menjadi Green Warrior Indonesia

Komunitas ini dibentuk untuk orang-orang yang ikut mengkampanyekan menanam pohon melalui program Green Property. Komunitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan kita. Komunitas yang berjuang untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kita, juga untuk generasi kita yang akan datang. Siapakah yang bisa bergabung menjadi Green Warrior Indonesia ? Apakah syarat-syarat menjadi Green Warrior ? Apa keuntungan yang diperoleh bila menjadi Green Warrior ?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa kegiatan Green Warrior Indonesia, apakah Layak atau tidak ? Program Green Property yang dijalankan para Green Warrior Indonesia adalah penanaman tanaman Jabon secara umum telah memiliki 5 (lima) pilar Kelayakan yang meliputi : Continue reading

Dewa Sangkara

Dewa Sangkara dalam kitab-kitab agama Hindu dapat disebutkan sebagai berikut:

Annaad bhavanti bhuutaani, Prajnyaad annasambhavad, Yadnyad bhavati parjanyo, Yadnyah karma samudbhavad. (Bhagavad Gita. III.14)

Artinya : Mahluk hidup berasal dari makanan. Makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan berasal dari hujan. Hujan berasal dari yadnya. Yadnya itu adalah karma.

Sloka Bhagavad Gita ini mengingatkan kita bahwa tanpa tumbuh-tumbuhan semua mahluk bernyawa tidak dapat melangsungkan hidupnya di bumi ini. Mengapa? Karena bahan pokok makanan hewan dan manusia adalah tumbuh-tumbuhan. Adanya tumbuh-tumbuhan adalah yadnya dari bumi dan langit kepada semua mahluk hidup ini.

Bumi memberikan tanah, langit menurunkan hujan untuk berkembangnya tumbuh-tumbuhan. Mengapa bumi dan langit dapat berlaku demikian?. Tuhan dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan tumbuh-tumbuhan melalui hukum alamnya yang disebut Dewa Sangkara oleh para Resi.

Karena itu, umat Hindu akan memuja Tuhan sebagai Dewa Sangkara untuk memohon kekuatan jiwa dan raga dalam mengembangkan tumbuh-tumbuhan. Pada zaman industri dewasa ini, sungguh tidak mudah mengembangkan upaya agar tumbuh-tumbuhan dapat berkembang seimbang sesuai dengan hukum ekologi.

Avir vai nama dewata, rtena-aste parivrta, tasya rupena – ime vrksah, harita haritahsrajah. (Atharwa Veda X.8.31)

Artinya : Warna hijau pada daun tumbuh-tumbuhan karena mengandung klorofil di dalamnya. Zat khlorofil itu menyelamatkan hidup. Hal ini ditetapkan Rta yang ada dalam tumbuh-tumbuhan. Karena adanya zat itu tumbuh-tumbuhan menjadi amat berguna sebagai bahan makanan dan obat-obatan.

Ugra ya visa dhusanih osadhih . (Atharwa Veda. VIII.7.10)

Artinya : Tumbuh-tumbuhan menghancurkan pengaruh atmosfir yang beracun.

Manusia sebagai mahluk hidup yang paling serakah sering berbuat tidak adil kepada keseimbangan hidup tumbuh-tumbuhan tersebut. Untuk menumbuhkan sikap yang adil dan penuh kasih kepada tumbuh-tumbuhan, umat Hindu memohon tuntunan Dewa Sangkara sebagai manifestasi Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, umat Hindu di India memiliki “Hari Raya Sangkara Puja”, sedangkan umat Hindu di Bali memiliki Tumpek Wariga sebagai hari untuk memuja Dewa Sangkara.

Continue reading