Tag Archives: Renungan

Pengemis dan Bos

Setiap aku jalan, kemana saja, untuk aktivitas apa saja, tidak jarang aku melihat pengemis. Pengemis tua renta, pengemis muda belia atau pengemis anak-anak yang lucu-lucu bahkan bayi, yang belum tahu apa itu mengemis ikut menjadi pengemis. Pengemis lelaki, perempuan, bahkan antara laki-laki atau perempuan. Satu pertanyaan dalam hatiku, Agama apakah yang mereka anut ?

Kita lupakan dulu para pengemis itu. Setiap aku jalan, kemana saja, untuk aktivitas apa saja, tidak jarang aku melihat bos-bos dengan pakaian yang mewah. Bos pria dengan dasi yang licin, bos wanita dengan sepatu  hak (sol) tinggi. Serta tidak jarang orang-orang kaya turun dari mobil mewah beserta anak-anak meraka yang menggunakan jam tangan yang mahal. Perhatian si anak-anak yang terus menerus memperhatikan gadget yang ada di tangan. Satu pertanyaan dalam hatiku, Agama apakah yang mereka anut ?

Kembali kita ke dua hal diatas, si pengemis dan si bos. Pengemis dan bos dua mahluk sosial yang sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta. Pengemis dan bos merupakan kisah nyata yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Pengemis tentu berbeda dengan bos, bos tentunya tidak sama dengan pengemis dihadapan kita, tetapi dihadapan-Nya adalah sama. Benarkah pengemis dan bos berbeda dihadapan kita ?

Yang mampu melihat perbedaan antara pengemis dan bos adalah Continue reading →

Kebencian Manusia yang Jarang Disadari

Renungan – Kebencian Manusia yang Jarang Disadari
Ada sebuah sikap, yang sebetulnya adalah sikap kebencian yang paling sering membelenggu sifat-sifat manusia. Ia tahu sifat ini, tapi ia tidak sadar diri bahwa kebencian telah membelenggunya. Apabila ia merasa takut terhadap sesuatu, sesungguhnya ia telah membenci sesuatu itu.
Bila Anda melaksanakan suatu tugas atas dasar takut bahwa tugas tersebut harus dikerjakan, saat ini Anda sedang membencinya. Apabila anda melaksanakan pemujaan karena takut pada Tuhan dan hukumnya. Anda sesungguhnya sedang membenci-Nya. Jadi, lakukanlah tindakan mulia itu bukan karena rasa takut akan akibatnya, tapi sebagai rasa hormat Anda, karena rasa kasih Anda, atas dasar kemauan Anda, bukan paksaan. Bila rasa hormat telah menyelinap dalam hati, maka Anda akan melakukannya dengan sepenuh hati, dengan senang hati, disinilah kasih akan mengalir.

Continue reading →