Tag Archives: Seksualitas

Merawat Kecantikan Menurut Teks Indrani

Kecantikan wajah, hilang oleh ketidakmulusan tubuh, kecantikan wajah dan kemulusan tubuh, hilang oleh ketidakharuman vagina, kecantikan wajah kemulusan tubuh dan keharuman vagina, hilang oleh kebodohan dalam senggama, tapi semuanya itu akan hilang oleh keburukan rohani

(hasil renungan Indrani-Rukmini Tattwa)

Perawatan Kecantikan

Gadis Perawan

Indrani dalam membicarakan dan membahas perawatan bagi kecantikan tubuh wanita, hampir sama dengan penjelasan dan teknik Rukmini Tattwa. Indrani membahas tentang pentingnya wajah, tubuh dan vagina bagi kecantikan wanita (‘atas’ dan ‘bawah’). Kecantikan wajah, tanpa dibarengi dengan kemulusan dan keindahan tubuh juga perawatan vagina tidak akan memberi totalitas kepuasan bagi seorang suami.

Wajah yang cantik dapat dengan seketika memikat mata, namun tanpa dibarengi kemulusan dan keindahan tubuh, kesan pertama tersebut pupus begitu saja. Wajah yang cantik dengan tubuh yang mulus, dapat memikat hati dan mata yang memandangnya; namun tanpa dibarengi keliatan vagina tidak akan memberikan kesan mendalam bagi pasangannya.

Disinilah diperlukan perawatan yang menyeluruh bagi wajah tubuh dan vagina, Continue reading →

Seksualitas Dalam Hindu

“Seksualitas adalah penting bagi kehidupan manusia, seperti makanan perlu untuk kesehatan badan, dan atas mereka bergantung dharma dan artha “.  Kama Sutra I.37.

Seks diberikan tempat terhormat di dalam agama Hindu. Dalam 4 (Catur) Purusharta, tujuan hidup orang-orang Hindu ia menempati urutan ketiga, setelah “Dharma” dan “Artha”. Tujuan ketiga ini disebut “Kama” yang artinya kebahagiaan karena kenikmatan yang timbul dari hubungan seksual, atau Sanggama ( Sa = satu, Angga = badan, Ma = menjadi ), atau persatuan tubuh antara seorang lelaki dengan seorang wanita. Dalam bingkai Purusharta, Kama melibatkan tubuh, tetapi juga cinta dan jiwa. Hubungan seks yang dilakukan dalam hubungan perkawinan karena cinta akan memberikan kebahagiaan. Setelah Kama adalah Moksha, yaitu kebahagiaan abadi karena persatuan antara jiwa (atman) dengan Sang Hyang Widhi (Brahman, atau jiwa semesta). Keduanya ada kemiripan. Keduanya memberi kebahagiaan dalam gradasi yang berbeda. Bahkan ada agama yang menggambarkan tujuan terakhirnya adalah kenikmatan hubungan seks di sorga.

Tujuan Kama Continue reading →