Tag Archives: Veda

Veda, Kitab Suci, Sumber Ajaran Agama Hindu

Kedudukan Kitab Suci Veda

Veda, Kitab Suci, Sumber Ajaran Agama Hindu

Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan bahwa Veda adalah kitab suci agama Hindu. Sebagai kitab suci agama Hindu, maka ajaran Veda diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satu-satunya sumber bimbingan dan informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari ataupun untuk waktu-waktu tertentu. Diyakini sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkan (mewahyukan) adalah Tuhan Yang Maha Esa yang disebut apauruseya. Apapun yang diturunkan sebagai ajarannya kepada umat manusia adalah ajaran suci terlebih lagi bahwa isinya itu memberikan petunjuk-petunjuk atau ajaran untuk hidup suci.

Baca Artikel Terkait :

Continue reading →

16 ( Enam Belas ) Upacara Manusia

Buku Hindu Menjawab 2

Buku Hindu Menjawab 2

16 ( Enam Belas ) Upacara Manusia. Orang Hindu sudah diupacarai sejak sebelum lahir, ketika masih dalam kandungan. Ed. Visvanathan, mencatat 16 (enam belas) upacara, atau samkara, sebagai berikut :
1. Garbadhana – Upacara untuk menjamin pembentukan janin.
2. Pumsavana – Upacara untuk melindungi janin dan untuk mendapat anak laki-laki.
3. Simantonayanan – Upacara dilakukan pada bulan terakhir kehamilan untuk pembentukan mental yang benar pada bayi.
4. Jatakarna – Upacara kelahiran termasuk persiapan peta astrologi bagi si anak.
5. Namakarana – Upacara pemberian nama. Upacara ini dilakukan di rumah ketika bayi berusia sebelas aatau empat belas hari.
6. Nishkramana – Upacara membawa anak ke luar rumah untuk pertama kali.
7. Annaprasana – Upacara pertama kali memberi makan nasi pada bayi, biasanya dilakukan di pura.
8. Chudakarana – Upacara potong rambut pertama.
9. Karnavedha – Upacara pembolongan telinga untuk diberi anting-anting emas.
10. Vidyarambha – Upacara permulaan anak belajar huruf.
11. Upanayana – Upacara benang suci dengan mana seorang anak menjadi dwijati, lahir kedua kalinya. Upacara ini dilakukan ketika anak berumur sembilan atau lima belas tahun.
12. Vedarambha – Upacara permulaan belajar Veda.
13. Keshenta – Upacara pencukuran rambut pertama (berbeda dengan no 8, dimana rambut hanya dipotong ujungnya)
14. Samavartana – Upacara pulang setelah selesai belajar Veda.
15. Viweha – Upacara perkawinan
16. Anthyesti – Upacara kematian.

Bagaimana dengan di Bali ? ada 13 upacara manusa yadnya, dan lima upacara pitra yadnya, sebagai berikut :
1. Pagedong-gedongan – Enam bulan setelah kehamilan jadi.
2. Upacara pada waktu lahir.
3. Kepus pungsed – Upacara pada waktu putusnya tali puser.
4. Nglepas Awon – Upacara dua belas hari setelah kelahiran. (Biasanya diikuti dengan nunas bangket untuk menanyakan siapa yang menjelma pada bayi itu)
5. Tutug Kambuhan – Upacara empat puluh dua hari setelah kelahiran.
6. Telubulanan – Upacara tiga bulan Bali (105 hari) setelah kelahiran.
7. Otonan – Upacara enam bulan Bali (210 hari) setelah kelahiran.
8. Ngempugin – Upacara ketika gigi dewasa mulai tumbuh.
9. Meketus – Upacara ketika gigi susu terakhir tanggal.
10. Munggah Daha Teruna atau Rajasewala – Upacara ketika memasuki usia remaja, pada waktu mulai haid pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki.
11. Mepandes – Upacara potong gigi.
12. Pawiwahan – Upacara perkawinan (Sebetulnya terdiri dari tiga bagian; mebiakaon, mesakapan, mepejati)
13. Pawintenan – Pembersihan untuk mulai belajar.
14. Ngaben
15. Ngrorasin – Upacara dua belas hari setelah ngaben
16. Nyekah
17. Memukur
18. Maligia
Sumber Bacaan ” HINDU MENJAWAB 2 – SUSILA DAN UPAKARA ” oleh Ngakan Made Madrasuta. Penerbit Media Hindu 2012. Di tulis dalam blog rare-angon Nak Bali Belog.