Tag Archives: Wacika Pariҫuddha

ҪUBHA – AҪUBHA KARMA

Ҫubha  Aҫubha =  Ҫubha + Aҫubha

Ҫubha Karma = perbuatan yang baik, sesuai dengan Dharma

Aҫubha Karma = perbuatan yang tidak baik (jahat), sesuai dengan A-dharma

Ketentuan mengenai baik dan buruk ini telah dinyatakan dalam Ajaran Weda Smerti, Tata Susila (Etika Agama).

Weda merupakan tolok ukur, kriteria batu penguji mengenai perbuatan baik maupun buruk. Kita diwajibkan, bahwa diharuskan untuk berbuat Ҫubha Karma, tetapi sebaliknya kita harus menjauhkan diri dari perbuatan Aҫubha Karma.

Artikel Terkait Subha Asubha Karma :

Baik buruk perbuatan ini akan menentukan pahala yang akan diterimanya. Kalau kita menginginkan kehidupan yang suka atau bahagia, hendaknya ditentukan dari sekarang yaitu dengan jalan melaksanakan Ҫubha Karma. Dengan ringkas dapat dikatakan, bahwa sasaran Ҫubha Karma ialah Surga dan terakhir Moksa, sedangkan sasaran A-ҫubha Karma ialah neraka yang penuh penderitaan atau kesengsaraan. Sesungguhnya tinggi rendah derajat seseorang ditentukan oleh baik buruk perbuatannya sendiri, sesuai dengan benih yang ditabur, demikianlah yang akan diterimanya. Karena Karma itu meliputi pikiran, kata-kata serta perbuatan, maka kita hendaknya melaksanakan dasar pokok Ҫubha Karma, yaitu TriKaya Pariҫuddha (Tiga bagian badan yang patut dibersihkan/disucikan) :

 

  1. Kayika Pariҫuddha : Suci/benar dalam perbuatan
  2. Wacika Pariҫuddha : Suci/benar dalam kata-kata
  3. Manacika Pariҫuddha : Suci/benar dalam pikiran.

 

Dalam Sarasamuccaya 7 :

“Sebab kelahiran menjadi manusia sekarang ini adalah kesempatan melakukan kerja baik sataupun kerja buruk, yang hasilnya akan dinikmati di akhirat, artinya kerja baik ataupun kerja buruk sekarang ini di akhirat sesungguhnya dikecap akan buah hasilnya itu, setelah selesai dinikmatinya, menitislah pengecap itu lagi, maka turutlah bekas-bekas hasil perbuatannya itu, Wasana disebut Samgskara, sisa-sisa yang tinggal sedikit dari bau sesuatu yang masih bekas-bekasnya saja, yang diikuti (peng) hukumannya itu jatuh dari tingkatan Sorga maupun dari Kawah Neraka; adapun perbuatan baik atau buruk yang dilakukan diakhirat, tidaklah itu berakibat sesuatu apapun, oleh karena yang sangat menentukan adalah perbuatan baik atau buruk yang dilakukan sekarang juga.” Continue reading →