Category Archives: Ajeg Bali

Melasti Ritual Hindu Menyambut Tahun Baru

Melasti adalah ritual HIndu untuk menyambut Tahun Baru, tepatnya Tahun Baru Saka yaitu Tahun Baru untuk Umat Hindu. Kalau di umat Islam ada Tahun Baru Hijriyah, umat Tionghoa ada Tahun Baru Imlek, sedangkan umat yang lain secara umum mengikuti Kalender Masehi. Setiap agama memiliki latar belakangnya masing-masing. Tahun Baru Saka dilatar belakangi sejarah dari Raja Khaniska. Sebagai umat Hindu semestinya kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa Raja Khaniska I keturunan Dinasti Kusana telah mewariskan nilai-nilai tentang sikap toleransinya yang lahir dari kebangkitan umat beragama ; baik Agama Hindu, Bhuda, Hindu Sekte Siwa, Wisnu, Tantri, Tirtha dan lain sebagainya. Hal inilah yang menjadi tonggak Tahun Baru Saka. Dengan bertoleransi kita dapat melaksanakan Melasti, di seluruh Indonesia, termasuk kami di Provinsi Banten.

Simak kegiatan Melasti di Provinsi Banten

Seperti saat ini, di bulan Maret awal ini, admin sebagai bidang publikasi kegiatan Tahun Baru Saka 1941 tentunya sangat diharapkan mempublikasikan kegiatan-kegiatan kita di provinsi Banten. Tidak hanya mempublikasikan saja, ternyata setelah share kegiatan melalui Youtube, klik disini , atau melalui website Hindu Banten, klik disini, admin juga berselancar di dunia maya ini, Oh ternyata banyak sekali artikel-artikel kegiatan yang sama, yaitu Melasti. Dari seluruh Indonesia umat Hindu sedang melaksanakan ritual keagamaan dengan baik dan indah.

Kita harusnya berbangga sebagai umat beragama yang religius karena dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan khusuk. Kedekatan kita dengan Sang Pencipta terlihat dari kemampuan kita dalam bertoleransi, hidup berdampingan dengan sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta. Tak ada hal yang lebih indah hidup dalam kebersamaan seperti dalam vidio-vidio ini. Umat Muslim, Kristen, Budha dan lainnya saling bergotong royong bersama-sama dalam hal menjaga alamnya.

Melasti dalam hari raya Nyepi memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu. Melasti memiliki makna untuk mensucikan alam semesta beserta isinya, alam itu meliputi bumi, air, tanah, udara beserta mahluk-mahluk gaib lainnya, atau disebut dengan Makrocosmos. Sedangkan Mikrocosmos adalah diri pribadi kita yang mengandung pula unsur tanah, air, udara dan sifat-sifatnya. Dalam Melasti akan disucikan pula perlengkapan-perlengkapan upacara seperti Tedung, Kober, Tombak dan perlengkapan lainnya. Dengan melakukan pensucian alam, diri sendiri, perlengkapan upacara dan memohon tirtha amertha pada akhir tahun saka, umat Hindu pun telah siap untuk menyambut tahun saka yang baru. Pergantian tahun merupakan hari yang sangat tepat dalam kontemplasi (perenungan) diri kita sebagai manusia, agar di tahun-tahun mendatang dapat lebih baik lagi.

Tema Nyepi 2018

TEMA

MELALUI CATUR BRATA PENYEPIAN KITA TINGKATKAN SOLIDITAS  SEBAGAI PEREKAT KEBERAGAMAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Umat Hindu di seluruh Indonesia menyambut dan merayakan Tahun Baru Saka yang karena bentuk perayaannya dengan menyepikan diri dari berbagai aktivitas duniawi, kemudian lebih dikenal sebagai Hari Raya Nyepi. Pengheningan diri selama dua puluh empat jam penuh, mematikan segala aktivitas duniawi, merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sradha (keimanan) guna menemukan jati diri, kesejatian tujuan hidup dan hubungan dengan Sang Diri.

Pengheningan diri ini akan terlaksana sempurna melalui empat brata penyepian yang ditradisikan sebagai amati geni (tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api/penerangan), amati lelunganan (tidak bepergian ke luar rumah), amati pakaryan (tidak bekerja) dan amati lelangunan (tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hiburan/bersenang-senang)

Pada tahun 2018, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu 17 Maret 2018. Sejak Tahun Baru Caka 1 (tahun 78 Masehi) hingga kini, setiap tahun umat Hindu senantiasa diingatkan agar dalam melaksanakan tugas hidup sehari-hari selalu memegang teguh sikap penuh toleransi dan rukun dengan umat agama lain. Dengan demikian tepatlah tema yang diusung pada tahun ini, “MELALUI CATUR BRATA PENYEPIAN KITA TINGKATKAN SOLIDITAS SEBAGAI PEREKAT KEBERAGAMAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI”

Melalui empat brata penyepian yang diamanatkan ini, Nyepi menjadi momentum pengendalian diri agar tidak larut dalam emosi berlebihan di dalam menyikapi situasi dan kondisi kehidupan bernegara dan berbangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengenal Alat Musik Bali

BALI, sebagai daerah seni yang tentunya memiliki banyak jenis seni, ada seni tari, lukis, pahat, kerawitan, musik, dan karya seni lainnya. Budaya seni ini telah ada sejak dahulu, dan turun temurun diwariskan kepada kita. Budaya yang sangat erat kaitannya dengan agama Hindu. Ada baiknya kita sebagai generasi penerus untuk mengenal, bahkan menguasai seni-seni tersebut diatas, salah satunya seni musik atau gamelan. Berikut titiang kutipkan beberapa jenis musik gamelan yang kita miliki, yang bersumber dari Kamus Budaya Bali dalam Bidang Musik Tradisional Bali, terbitan Balai Bahasa Denpasar 2008.

Angklung : Klentangan barungan gamelan dari sebelum abad X, berfungsi untuk mengiringi upacara pembakaran mayat, instrumentnya tertdiri atas pamade, reyong, kendang,klentangan, kajar, suling, jegogan, calung, dan cengceng, dimainkan dengan laras slendro. Continue reading →

IDA PEDANDA SE NUSANTARA ; PARUMAN AGUNG DHARMA GHOSANA

SEKITAR 300 IDA PEDANDA SE NUSANTARA AKAN HADIRI PARUMAN AGUNG DHARMA GHOSANA PUSAT DI GUNUNG SALAK

Bogor, – Sekitar 300 Ida Pedanda Siwa-Budha se Nusantara akan menghadiri Paruman Agung Dharma Ghosana Pusat pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2017 di Wantilan Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Bogor.

Ketua Panitia Pelaksana, Ida Bagus Djayapati menjelaskan, Paruman atau pertemuan tahun ini mengetengahkan  Tema:  “Melalui paruman Dharma Ghosana Pusat kita tingkatkan peran warih Ida Bhatara Lelangit dalam pengembangan Hindu Nusantara”.

Paruman seperti ini lebih bertujuan pada penyamaan visi dan misi dalam implementasi kitab suci Weda melalui peningkatan penyebarluasan kualitas tatwa, susila dan upakara.

Pada saat pembukaan Paruman yang juga akan dihadiri sekitar 500 orang dari unsur Welaka dan undangan tersebut akan dimeriahkan dengan kidung Dang Hyang Dwijendra Stawa yang akan dibawakan oleh Ida Bagus Made Ariadi dan kecapi suling Sunda Wiwitan.

Paruman Agung akan dibuka oleh Ketua Dharmopadesa Pusat Ida Pedanda Jelantik Duaja dan dihadiri pula oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof.Dr. I Ketut Widnya serta Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.

Selama Paruman Agung Dharma Ghosana akan dibahas materi tentang Prasetya perkawinan dlm wiwaha Samkara oleh Ida Pedanda Gde Panji Sogata dan Pawiwahan dalam Teks Rsi Sasana oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Keniten.

Sementara itu, dalam paruman dari unsur Walaka berupa paruman dharma prawerti sabha akan diseminarkan masing masing tentang perkembangan Hindu Nusantara oleh DR Ida Bagus Putra dan tentang Hindu Nusantara dalam perspektif sosio kultural oleh Prof Dr Ida Bagus Yudha Triguna dan dengan moderator Ida Bagus Alit Wiratmaja SH MH.

Paruman ini akan diakhiri dengan penjelasan tentang Yayasan Dharmopadesa Pusat oleh Ida Bagus Agung Partha Adnyana dan tentang organisasi Dharmopadesa Pusat oleh Ida Bagus Gede Sidharta Putra.

Paruman Agung seperti ini dilaksanakan setiap Sabtu Umanis Wuku Bala setiap 210 hari sekali, dimana tahun lalu berlangsung di Klungkung dan berikutnya akan dilaksanakan di Bangli, Bali. (*).

Sumber : http://www.hindubanten.com/

Menjadi Green Warrior Indonesia

Komunitas ini dibentuk untuk orang-orang yang ikut mengkampanyekan menanam pohon melalui program Green Property. Komunitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan kita. Komunitas yang berjuang untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kita, juga untuk generasi kita yang akan datang. Siapakah yang bisa bergabung menjadi Green Warrior Indonesia ? Apakah syarat-syarat menjadi Green Warrior ? Apa keuntungan yang diperoleh bila menjadi Green Warrior ?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa kegiatan Green Warrior Indonesia, apakah Layak atau tidak ? Program Green Property yang dijalankan para Green Warrior Indonesia adalah penanaman tanaman Jabon secara umum telah memiliki 5 (lima) pilar Kelayakan yang meliputi : Continue reading →