GELORA PENCAK SILAT | Pertunjukan Seni dalam Milad Pertama Healing Chiamerta

GELORA PENCAK SILAT menjadi salah satu pertunjukan seni yang memeriahkan Milad Pertama Healing Chiamerta. Dengan gerakan yang penuh tenaga, ketangkasan, dan keindahan, pertunjukan ini menghadirkan perpaduan antara seni, tradisi, dan semangat kebersamaan dalam sebuah momen yang istimewa.

Setiap gerakan pencak silat yang ditampilkan bukan sekadar atraksi, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai budaya yang sarat akan keberanian, kedisiplinan, ketekunan, dan penghormatan. Energi para pesilat yang memenuhi panggung mampu menghidupkan suasana sekaligus mengajak para tamu untuk semakin mengenal dan mengapresiasi kekayaan seni budaya Indonesia.

Kehadiran GELORA PENCAK SILAT dalam Milad Pertama Healing Chiamerta menjadi bagian dari perjalanan untuk terus merayakan kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya. Semoga semangat yang terpancar dari setiap gerakan dapat menjadi inspirasi untuk terus berkarya, melestarikan tradisi, dan melangkah bersama menuju perjalanan Healing Chiamerta di tahun-tahun berikutnya.

HARMONI SUNDA & BALI | Upacara Adat Merawat Sumber Mata Air di Healing Chiamerta Cianjur

HARMONI SUNDA & BALI | Upacara Adat Merawat Sumber Mata Air di Healing Chiamerta Cianjur

Di tengah kesejukan alam Cianjur, sebuah perjumpaan budaya hadir dalam upacara adat yang mengangkat nilai luhur masyarakat Sunda dan Bali dalam merawat sumber mata air. Di Healing Chiamerta, mata air tidak sekadar dipandang sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai bagian dari hubungan sakral antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi menjadi ruang untuk kembali mengingat bahwa air yang mengalir dari alam adalah anugerah yang perlu dijaga, dihormati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Harmoni Sunda dan Bali terasa melalui rangkaian doa, sesaji, simbol-simbol adat, serta kebersamaan masyarakat dalam menghaturkan rasa syukur. Nilai-nilai lokal dari kedua budaya bertemu bukan untuk menghapus perbedaan, melainkan untuk memperkaya makna tentang keseimbangan dan penghormatan terhadap alam. Setiap gerak dan ritual menjadi pengingat bahwa menjaga mata air bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga sebuah laku budaya—merawat kehidupan dengan kesadaran, ketulusan, dan rasa hormat.

Dari Chiamerta, pesan sederhana namun mendalam kembali digaungkan: ketika manusia merawat alam, sesungguhnya manusia sedang merawat dirinya sendiri. Upacara ini menjadi simbol bahwa keberagaman budaya dapat berjalan beriringan dalam satu tujuan—menjaga sumber kehidupan dan menciptakan harmoni antara manusia dengan alam. Semoga mata air tetap jernih, tradisi tetap hidup, dan nilai-nilai kearifan leluhur terus mengalir, seperti air yang tak pernah berhenti memberi kehidupan.

GARGITA SWARA – Rindik Bali di Healing Chiamerta | Balinese Traditional Music

GARGITA SWARA – Rindik Bali di Healing Chiamerta | Balinese Traditional Music

Sekeha Gong Gargita Swara mendapat kesempatan istimewa untuk turut memeriahkan perayaan Ulang Tahun (Milad) pertama Healing Chiamerta yang berlokasi di Desa Batulawang dan Desa Rawabelut, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Sekeha Gong Gargita Swara hadir dengan memainkan rindik Bali, menghadirkan alunan musik tradisional Bali yang khas dan penuh nuansa harmoni di tengah suasana perayaan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Penampilan rindik Bali menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya Nusantara yang dapat mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu ruang kebersamaan. Alunan nada yang lembut dan menenangkan dari rindik memberikan warna tersendiri dalam perayaan Milad pertama Healing Chiamerta, sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan seni tradisi Bali di luar daerah asalnya.

Bagi Sekeha Gong Gargita Swara, kesempatan ini bukan hanya sekadar tampil mengisi sebuah acara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk terus berkarya, berbagi, dan membangun silaturahmi melalui seni budaya. Semoga kehadiran Sekeha Gong Gargita Swara dalam Milad pertama Healing Chiamerta dapat menjadi momentum yang mempererat persaudaraan serta membawa semangat untuk terus menjaga dan menghidupkan seni tradisional Indonesia agar tetap lestari dan dicintai oleh generasi mendatang.

DUDONAN RIKALA MEPEPADA WEWALUNGAN

DUDONAN RIKALA MEPEPADA WEWALUNGAN

  1. Ida Sang Sulinggih / Pandita anglaraken puja-argha-patra, saha pepaletan nyane jangkep, manut saparikramaning sang Pandita amuja. Saha akarya tirtha pangresikan sami.
  2. Ngemargiang tirtha pangresikan sami, ngawit saking genah Tetimpug, ring Sanggar Tawang/Surya, ring Palinggihe sami, saha ring upakara lan ring wewangunan sami. Keanter antuk Pungu Surya – Wisnu Sandya – Wedana Mantra.
  3. Ida Sang Pandita ngadegang Bhatara Surya; Saptongkara-mantra, Kuta-mantra, Anantasana, Catur-aiswarya, Padmasana, Utpati, Sthiti, Pungu dening Catur-sandya, Ksipta-puja, Siwi-karana, Tri-tattwa, Upahredaya, Udakanjali, Asta-puja, Aditya-stawa,

Toya-tarpanam, Catur-tarpanam, Siwa-amrtha-mantra, Sembah-Kuta-mantra, StawaBhatara Surya.

  • Ngayab :
    • Caru Brumbun
    • Ring sanggar Surya 
    • Ring sor sanggar Surya
    • Bakthi sane munggah-munggah, Pengalang Sasih, Guru Dadi, Rare Angon, Bhatari Tapeni, Penegtegan, Pengemit Karya, Sanggah Bilang Bucu, Sunari saha pelinggihpelinggih sami.
    • Taman
    • Ayaban
    • Ngayab ring upakara Mepepada / ngayab oton wewalungan
    • Tebasan / sesayut
    • Bakthi umat
    • Sesayut Kirang Langkung
    • Ngeraped
    • Mesegeh
  • Ida Sang Pandita ngaweh samskara ring wewalungan sami, anglukat, saha anjaya-jaya, wahana Dharma Pangulih ring wewalungan sami.
  • Muspa, nunasang mangde sarwa wewalungane sami polih genah sane becik
    • Muspa puyung
    • Muspa majeng ring Siwa Aditya
    • Muspa majeng ring Ista Dewata
    • Muspa majeng ring Sang Hyang Siwa Rare Angon
    • Muspa majeng ring Bhatara Samodaya saha nuwur waranugraha
    • Muspa Puyung
  • Nedunang prelinggan Ida Sang Hyang Rare Angon, ngotonin/nataban wewalungane sami. Ida sang Pandita maweh tirta pemrelinan ring sarwa wewalungan sami.
  • Wewalungane meileh ping tiga ring natar pura (meprasawiya) katuntun olih prelinggan Ida Sang Hyang Rare Angon. Ida Sang Pandita maweh pawisik ring sarwa wewalungane sami.
  • Ksama swamam Jagat-natha.  

Puput

Tirtha sane kekaryanin saking Ida Sulinggih, :

  1. Byakala
  2. Durmangala
  3. Prayascita
  4. Pengulapan
  5. Caru Eka Sata (Brumbun)
  6. Gelarsanga
  7. Lis 
  8. Swambha
  9. Pulegembal
  10. Taman
  11. Ayaban ke Luhur
  12. Ayaban ring Wewalungan

Dharma Santhi Terbesar Umat Hindu Provinsi Banten

GUBERNUR BANTEN ANDRA SONI HADIRI DHARMA SANTHI UMAT HINDU PROVINSI BANTEN 2025, yang digelar di Hall QBIG BSD City . Sebanyak 1600 umat Hindu hadir dalam Dharma Santhi Terbesar Umat Hindu Provinsi Banten yang pernah dilaksanakan dalam rangka Merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947.

DHARMA SANTHI BANTEN 2025

HINDU PROVINSI BANTEN

HARI RAYA NYEPI

TAHUN BARU SAKA 1947

MANAWA SEWA MADAWA SEWA

#dharmasanthibanten #hindubanten #harirayanyepi #tahunbarusaka #manawasewa #madawasewa

#sahabatbaliku #gargitaswara #balinesegamelan #balinesedance #balinesemusic #gamelanbali #sahabatgamelan #balineseculture #balinesetradition #balinesetrip #gamelandance #hindubanten #hindujawa #hindubali #bantenhindu #gongbalilawas

DHARMA SANTHI BANTEN 2025, HINDU PROVINSI BANTEN, HARI RAYA NYEPI, TAHUN BARU SAKA 1947, MANAWA SEWA MADAWA SEWA, ANDRA SONI, GUBERNUR BANTEN, Sahabat Baliku, Balinese gamelan, balinese dance, balinese music, gamelan bali, sahabat gamelan, balinese culture, balinese tradition, gamelan dance, hindu jawa, hindu bali, hindu banten, banten hindu, gong bali lawas,

BELAJAR TABUH SENDRATARI RAMAYANA

BELAJAR TABUH SENDRATARI RAMAYANA Sekeha Gong Gargita Swara Hindu Banten – The Art of Balinese Gamelan Tuning #tabuhsendratari #sendratariramayana Mohon di SUBSCRIBE n LIKE, Terima Kasih

TABUH TELU BATUR SARI

PLEASE HELP SUBSCRIBE TO GROW!! THANK YOU

My Balinese friend Gamelan Channel: Lovers and Documentators of traditional Balinese musical arts activities known as gamelan. The group of Balinese Gamelan players is called Sekeha Gong. The Balinese gong game is called Tabuh or Tetabuhan. As a gamelan art lover, I also play Jublag or Calung and am a member of the Sekaha Gong Gargita Swara banjar Ciledug Tangerang Banten. Gambelan Art Documentary; documenting the Hindu Panca Yadnya Ceremony in Banten province and the Dharma Sidhi Temple in particular. Friends of Gamelan Bali Channel also displays Balinese gamelan playing, learning Balinese gamelan, learning jublag, various new creations of percussion, cycling activity hobbies, the best creative percussion, the best old-fashioned percussion, the cremation percussion, the Balinese Hindu percussion, the death percussion, the best angklung percussion, the latest Balinese percussion, the latest Balinese dance practice, Balinese sekeha gong, baleganjur sekaa gong and short Gamelan videos.

The Best Creation Musical, The Best Ancient Musical, Cremation Musical, Balinese Hindu Musical, Death Musical Instruments, The Best Angklung, The Latest Balinese Musical,

Sahabat Bali ku Gamelan Channel 

Sahabat Bali ku Gamelan Channel 

Filosofi Pohon Bambu

Filosofi Pohon Bambu

Om Swastiastu;

Om Anobhadrah krtavoyanthu visvataha ; semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru

Pinandita Lanang Istri yang sudah disucikan yang saya hormati

Yang saya hormati; Sesepuh dan Penasehat Banjar

Yang saya hormati; Ketua dan Pengurus Banjar Ciledug

Yang saya hormati; ketua dan Pengurus Tempek se Banjar Ciledug

Dan Umat Sedharma yang berbahagia.

Pada hari ini saya ……………….. akan membawakan Dharma Wacana yang berjudul Filosofi Pohon Bambu.

Pujastuti angayubagia kami haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/Sesuhunan sane melinggih ring Pura Dharma Sidhi, pada hari  ini kita dapat melakukan persembahyangan bersama, untuk memohon keselamatan, kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan.

Pages: 1 2

KRSNA DAN AYAT-AYAT SUCI BHAGAWAD-GITA

DONASI BUKU BEKAS BAGUS DAN MURAH

KRSNA DAN AYAT-AYAT SUCI BHAGAWAD-GITA

Disusun oleh Bhakta Vijay

Terjemahan berbahasa Indonesia dari buku asli berbahasa Inggris, Penerjemah : Tim Hanuman Sakti

Kondisi : Bagus 95 %, Dimensi Buku ( Saku ) 14 cm x 10 cm, 144 Halaman, KLIK DISINI

Deskripsi :

Pages: 1 2