7 Blog Aktif Untuk Menaikkan Traffic Pengujung

Perlu kita sadari saat kita aplod dan share vidio di Youtube tidak semata-mata akan banyak pengunjungnya atau akan segera ditonton orang. Sebagai Youtuber (sebutan bagi pengguna Youtube) yang Pemula, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar dapat mendatangkan pengunjung selain itu sebagai perkenalan diri kepada youtuber lainnya. Walupun secara alami, vidio yang kita share lambat laun juga akan ada yang menonton, namun akan lebih bijak bila kita memperkenalkan akun youtub kita kepada teman dan masyarakat luas.

Inilah blog yang nanang yang saling berhubungan satu sama lainnya. ada blog yang digunakan sebagai hobby adapula blog share mengenai pekerjaan.

  1. http://rare-angon.blogspot.com
  2. http://eben3d.blogspot.com
  3. https://nakbalibelog.wordpress.com
  4. http://radionakbali.blogspot.com
  5. http://semangathindu.blogspot.com
  6. http://jpgbintaro.blogspot.com
  7. http://laukpauksehat.blogspot.com

Jaman Berubah Kenapa Sifat Manusia Tidak ??

“Nang kenapa ya dari jaman Mahabaratha , Ramayana, Kerajaan, Kemerdekaan, hingga jaman Milenial saat ini sifat manusia tidak berubah ?”, Tanya Rare kepada Nang Belog pada saat mereka sedang menonton televisi, dimana berita televisi hampir seluruh salurannya memberitakan tentang kegiatan pasca pengumuman pemilu ( yach tahu sendirilah). Keadaan alam telah berubah tetapi kenapa ya sifat-sifat manusia selalu sama ? Kemajuan jaman dari primitif hingga modern telah dilalui oleh jaman, tetapi sifat manusia tidak ada yang berubah.

” Jaman adalah suatu keadaan Rare ” jelas Nang Belog. “Sedangkan sifat adalah suatu yang melekat pada diri suatu benda atau objek baik hidup maupun benda mati, sifat air dari jaman sebelum ada handphone juga sifatnya cair, mengikuti bentuk wadahnya, molekulnya bebas bergerak, pergerakannya selalu mencari tempat yang lebih rendah, itulah sifat air. Demikian juga dengan batu, benda mati lainnya, akan selalu sama walaupun dia telah sirna dari muka bumi ini ” lanjut Nang Belog.

Rare mungkin belum bisa mendapatkan jawaban dari Nang Belog, karena pertanyaan yang ia ajukan mengenai sifat yang tidak berubah. “Bisa lebih diperjelas gak Nang ” Tanya Rare sambil menyeruput kopi pahit tanpa gula kesukaannya.

” Sifat manusia dari jaman-ke jaman tidak akan berubah, karena dari jaman ke jaman manusia itu, ya itu-itu saja. Jaman ini ia lahir dengan sifat pemarah, dan pada jaman berikutnya ia lahir lagi juga dengan sifat yang sama, yaitu pemarah “, jawan Nang Belog. Kenapa bisa manusia itu lahir dari jaman yang satu dengan jaman yang lain ? .

Kita percaya akan Punarbhawa, ini merupakan lima (5) dasar Kepercayaan dan Keyakinan agama Hindu, yang diantaranya Percaya akan adanya Tuhan (Brahman), Percaya akan adanya Atman, Percaya akan adanya Karmaphala, Percaya akan adanya Punarbhawa (Samsara) dan Percaya akan adanya Moksa.

Dengan keyakinan ini, yaitu pada percaya dan yakin akan adanya Punarbhawa inilah menyebabkan sifat-sifat manusia tidak berbeda dari jaman ke jaman, justru bisa lebih buruk lagi yang dulunya memiliki sifat pemarah kini menjadi selain pemarah juga penjudi, misalnya.

“Nang … kok semakin ngelantur, dari pertanyaan sifat manusia tidak berubah, sampe bawa-bawa agama ? ” , Tanya Rare semakin tidak mengerti. ” Apakah batu, air juga mengalami Punarbhawa ?” Punarbhawa adalah bahasa Sanskerta yang berarti kelahiran kembali atau lahir lagi, kelahiran baru atau kelahiran berulang-ulang. Punarbhawa juga dapat disebut sebagai Reinkarnasi. Seperti dinyatakan dalam Bhagawadgita V.6 ” Ajo pisanavya yatma, bhutanam iswaro pisan, prakarthim svam adhisthaya, sambhawany atma mayaya” yang artinya ” Meskipun Aku telah dilahirkan, Sikap Ku kekal serta menjadi Iswara, Tetapi Aku memegang teguh sifat KU, Datang menjelma dengan jalan maya “.

Dapat dikatakan bahwa manusia-manusia jaman sekarang ini tidak ada bedanya dengan manusia-manusia terdahulu bahkan hingga jaman batu sekalipun. Ia adalah orang yang sama, dengan sifat yang sama pula, ia telah lahir, hidup, mati kembali lagi lahir, hidup dan mati lagi, begitu terus menerus. Sehingga tidaklah mengherankan bagi Nang Belog yang melihat sifat-sifat manusia seperti pemarah, perusak, penghasut (seperti Sengkuni), atau sifat-sifat yang menyejukkan seperti Dharmawangsa yang senantiasa sabar dan penuh keikhlasan, atau sifat Bima Sena yang berani dan membela kebenaran, dan lain sebagainya.

“Bagaimana mengupayakan agar sifat-sifat tadi bisa berubah ? Apakah harus lahir kembali ? ” Tanya Rare yang penasaran, karena tontonan televisi semakin tidak menentu, berita hoak juga semakin dipercaya, semua informasi ditelan mentah-mentah, sepertinya otak ini adalah tempat sampah yang memiliki memori super Gigabyte. Beragama tetapi sifatnya tidak berubah sama sekali, ikut-ikutan korupsi walaupun sudah berjanji dihadapan Tuhan, aneh memang manusia saat ini. Dulu hanya ada satu Sengkuni, saat ini semakin banyak Sengkuni-Sengkuni lain, tumbuh subur, dulu Sengkuni mengasut Duryodana, kini kembali ia menghasut, bisa jadi orang yang sama ….

Memiliki sebuah pertanyaan apakah sifat-sifat bisa berubah ?, itu adalah suatu perubahan. Dulu mungkin saja hanya menerima suatu sifat yang ada dalam diri kita, lah rasanya aku memiliki sifat pemarah, apakah bisa berubah ?. Perubahan dapat terjadi, dan sangat mungkin terjadi walaupun harus kita lahir berulang-ulang (ber-Reinkarnasi), namun ini harus kita syukuri dan berbahagialah kita telah terlahir sebagai manusia yang dianugrahi sabda, bayu dan idep ini. Mungkin saja dulu kita ini seekor binatang yang baik hati, dengan kebaikan itulah kita berubah menjadi manusia pada kehidupan ini.

Dalam Sloka Sarasamuccaya 2 disampaikan “Manusah sarwabhutesu, warttate wai cubhacubhe, acubhesu samawistam, cubheswewa wakarayet ” yang artinya “Dari semua mahluk yang hidup, Hanya manusia dapat berbuat baik dan buruk, Peleburan perbuatan buruk menjadi baik, hanya dapat dilakukan oleh manusia, itulah menfaatnya menjadi manusia “. Dari sloka ini, melakukan perbuatan baik secara terus menerus dapat merubah sifat-sifat kita sebagai manusia yang awalnya pemarah menjadi penyabar.

Rare semakin memahami hal yang ditontonnya di televisi, bahwasanya hal itu juga telah pernah terjadi pada jaman-jaman sebelumnya, jaman kemerdekaan dimana membutuhkan pejuang-pejuang untuk bisa merdeka, demikian pula saat ini, masih ada sifat-sifat sebagai pejuang. Pejuang pengisi kemerdekaan, mungkin sifatnya sama, sifatnya selalu penuh dengan gairah disaat memperjuangkan sesuatu. Sepertinya sifat-sifat ini lebih disalurkan kepada yang lebih elegan, dulu berjuang dengan fisik, mungkin kini berjuang menggunakan diplomasi atau diskusi untuk mendapatkan solusi.

Ternyata penyebabnya karena sifat-sifat itu ber-Reinkarnasi pada tubuh-tubuh yang baru, dan semoga sifat-sifat baiklah yang akan banyak tumbuh di jaman-jaman yang akan datang….

Pulang ke Jalan Dharma

Percikan Dharma
Pulang ke Jalan Dharma

Oleh : Aris Widodo

Umat se-dharma, bahwa seseorang yang lama pergi pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyesuaikan kembali apa yang diyakininya. Untuk itu perlu pendamping yang selalu mampu meyakinkan ia agar secepatkan membaur di rumah Dharma.

Memang dalam kehidupan ini ada yang harus berjalan sesuai dengan alam agar semua bisa mendapatkan sesuatu yang yang diyakininya. Pada perjalanan sang waktu ia dapat menemukan jati dirinya bahwa ia merasa dirumah sendiri dan mampu mengenang masa lalunya.

Dalam hal ini perlu ada yang dapat membimbingnya agar cepat memahami dan melaksanakan keyakinannya tersebut dengan baik. Itulah yang harus dilakukan untuk membimbing mereka yang telah pulang ke jalan dharma sehingga benar-benar merasakan dharma sebenarnya dalam hatinya.

Namun terkadang kita juga ga peduli saudara kita yang telah pulang ke jalan dharma sehingga katena ga ada kepedulian itu mereka merasa tidak ada tempat yang mereka yakini. Untuk itulah nari kita sambut saudara kita yang telah pulang ke jalan Dharma dengan mengisi dan memberikan siraman rohaninya sehingga mereka benar-benar diperhatikan. Itulah tugas dari Parisada dan umat yang bersinggungan langsung dengan mereka agar mereka merasakan indahnya dan harmonisnya setelah mereka pulang ke jalan Dharma.

Youtuber itu Kerja atau Hobby ??

Dalam 10 tahun terakhir sepertinya kata Youtuber makin meroket dan terus meroket, dari kalangan muda-muda kemudian ke anak-anak kini merambah ke orang dewasa dan sudah menjelang senja … Hampir setiap detik dalam dunia informasi yang cepat ini menyangkut kata-kata Youtuber. Padahal secara sederhana Kata Youtuber itu artinya tidak lain adalah pengguna Youtube, yaitu sebuah media untuk berbagi aneka vidio-vidio yang kita miliki. Sepertinya pada awal Youtube lebih digunakan sebagai media menyimpan hasil rekaman kita yang dalam bentuk vidio, yang kemudian bisa di tonton oleh orang lain. pemilik akun pada youtube sering disebut channel. Misal Sobat Budiasa Channel

Iseng googling mengenai Youtuber, ternyata sudah banyak sekali yang membahas mengenai kegiatan yang satu ini, yaitu menjadi Youtuber. Coba saja ketik pada kolom google, anda akan disuguhkan kata kunci seperti Youtuber penghasilan, Youtuber Indonesia, Youtuber Pemula, Youtuber Film, Youtuber Terkaya, Youtuber Subscriber Terbanyak, dan lain sebagainya. Yang menarik bagi Admin Rare Angon Nak Bali Belog, ada Youtuber adalah profesi… Youtube yang dulu belum dilirik orang kini semakin banyak dan populer sebagai sebuah profesi atau sebagai pekerjaan. Dan kata Youtuber yang awalnya hanya berkonotasi sebagai pengguna Youtube, kini memiliki pengertian bahwasanya Youtuber itu adalah Bekerja di Youtube. Atau mungkin juga Youtuber itu orang yang penghasilannya dari Youtube.

Kira-kira dari mana datangnya penghasilan kita sebagai Youtuber ? Setelah cari-cari info, ternyata selain dari iklan yang kita sampaikan pada vidio kita, juga diperoleh dari ketrampilan kita dalam menge-dit vidio-vidio yang kita unggah. Sehingga Youtber bukan sekedar hobby, tetapi juga menghasilkan uang. Jadi kreativitas kitalah yang sebenarnya dihargai atau dikompensasi oleh iklan, dan yang lebih nya lagi, kreativitas yang unik dan profesional justru penghasilannya datang karena dipekerjakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan ketrampilan kita tersebut. Seperti kemampuan kita mengambil sudut gambar, angle, atau shake tidaknya vidio-vidio kita, fokus dan penuh imajinasi yang kreatif. Semua ini tergambar dari vidio yang kita unggah yang kemudian pihak profesional bisa mempekerjakan kita. Mungkin itu secara teknis yang tergantung pula dari peralatan yang digunakan Youtuber ada yang pro ada yang amatir. Seperti Sobat Budiasa Channel

Gimana kalo Youtuber dengan alat perekam seadanya ? Seperti menggunakan Handphone ?. Janganlah khawatir akan kesempatan memperoleh penghasilan dari Youtuber, atau dipekerjakan oleh pihak yang membutuhkan. Seperti admin Rare Angon Nak Bali Belog sampaikan diawal, bahwasanya kreatifitaslah yang mendorong pihak terkait menggunakan jasa anda. Ide-ide yang selalu kreatif tercermin dalam vidio-vidio yang kita unggah bisa pula membangkitkan pihak lain yang membutuhkan team kreatif misalnya. Dapat pula karena keberanian dalam berakting, atau kemampuan berkomunikasi, berbicara, atau akting seperti film-film, tidak menutup kemungkinan anda akan dipanggil pihak perfileman. Ayo Youtuber selalu kreatif dalam mengunggah vidio-vidio anda, selain dari iklan semoga ada pihak yang memperkerjakan kreatifitas anda.

Admin Rare Angon Nak Bali Belog, bukanlah Youtuber karena vidio-vidio yang ada pada sobat budiasa channel hanyalah rekaman kegiatan-kegiatan yang dilakukan atas kebetulan saja ada pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat, atau the right place and the right time. Berikut beberapa vidio kegiatan saja…

Vidio Ngayah Nuur Tirtha ke Parahyangan Agung Jagatkartta

Mebat Bukan Merebat

Mereviw Buku Bacaan Sendiri

Kadung Tuman

Apang Tusing Kadung Tuman ipun melaksana ane corah, merupakan kutipan satua Bali yang sering kita baca. Nah apakah artinya Kadung Tuman ? Kalau kata yang lain tentu sudah dipahami. Apang Tusing = Agar tidak, ipun melaksana = ia melakukan perbuatan, ane corah = yang tidak baik. Jadi kata Kadung Tuman bisa diartikan Kebiasaan, sesuatu yang dilakukan sering-sering, kegiatan berkala, atau terbiasa. Bila kita satukan kalimat basa Bali “Apang Tusing Kadung Tuman ipun melaksana ane corah ” dapat diartikan dalam bahasa Indonesia “Agar tidak menjadi kebiasaan ia melakukan perbuatan yang tidak baik”. Kadung Tuman ngae Hoak, Kebiasaan membuat Hoak. Kadung Tuman itu berkonotasi ke arah yang negatif, perbuatan tidak baik. Jadi kata Tuman berasal dari bahasa Bali.

Saat inipun sedang Viral kata Tuman, entah itu bahasa dari daerah mana. Awalnya admin pikir dari bahasa Bali, Kadung Tuman. Ternyata khasanah bahasa daerah kita sangat dekat satu sama lainnya. Mungkin saja Tuman berasal dari bahasa Bali ? atau Tuman dari bahasa Sunda ? atau juga bahasa Betawi ? . Namun kedekatan bahasa Tuman dengan Kadung Tuman itu bisa saja artinya berbeda. Mungkin juga sebaliknya Tuman dalam bahasa Bali memiliki kemiripan dengan Tuman dari bahasa daerah lainnya, yang sedang viral saat ini. Kata Kadung Tuman yang admin sampaikan ini bukan baru saja ada semenjak viral kata Tuman, tetapi sudah ada sejak dulu menjadi kosa kata basa Bali. Secara pergaulan yang admin rasakan sepertinya memiliki kemiripan makna, baik itu Kata Tuman dalam basa Bali maupun kata Tuman dari bahasa daerah lain, entah itu Sunda, Betawi, Jawa, Sumatra atau mungkin juga basa daerah Papua, Maluku, Ambon, tetapi yang pasti bukan bahasa Inggris hehehe…

Karena majunya teknologi informasi saat ini, menjadi viral itu sangat mungkin kita dapatkan, entah itu sengaja kita buat, atau faktor ketidak sengajaan. Yang utama adalah kreativitas yang tak pernah berhenti, sebab kreativitaslah yang menyebabkan sesuatu menjadi viral. Banyak hal yang viral dalam dunia informasi saat ini, ada yang bertahan lama ada pula yang hanya sesaat. Yen cara Baline wah abulan pitung dina, hanya 1 bulan 7 hari atau 42 hari hehehe…

Nah amonto malu Rare Angon Nak Bali Blog nyatua, lantang satua ne liu ane pelih, apang tusing Kadung Tuman milu-milu bawang, yaa segitu dulu admin bercerita, banyak cerita banyak salah, agar tidak menjadi kebiasaan ikut-ikutan tapi tidak ngerti.