Orang Bali, Pancasila Dan Burung Garuda

Orang Bali, Pancasila Dan Burung Garuda . Tak perlu diragukan kesetiaan Orang Bali pada Pancasila dan Lambang Negara Indonesia Yaitu Burung Garuda. Bila ada yang tidak setia merupakan suatu penghianatan terhadap bangsa, Leluhur dan agamanya. Hukum Karma yang akan diterimanya sungguh berat. “Tulah Hidup” itulah yang biasa Orang Bali katakan bila ada yang menghianati Leluhur dan Agamanya. Selama hidupnya akan menderita, lebih-lebih setelah meninggal dunia, yang mana Sang Atma akan kebingungan di alam maya. Tidak tahu jalan menuju Sorga dan tidak disambut oleh Keluarganya..

Seperti kita ketahui bersama, Burung Garuda adalah Kendaraan Dewa Wishnu. Dewa yang dipercaya Orang Bali sebagai Dewa Kemuliaan yang penuh dengan kasih sayang dalam memelihara dunia alam semesta ini. Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda Pancasila. Garuda Pancasila sendiri adalah Burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu kendaraan Wishnu yang menyerupai burung Elang Rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.

Inilah ikatan yang sangat kuat antara Orang Bali dengan Pancasila dan Burung Garuda. Tak ada niat sebutir debupun yang bagi Orang Bali untuk menghianati Negara dan Bangsa ini. Dalam Lambang Negara Garuda Pancasila terdapat pula Semboyang Bhinneka Tunggal Ika. Nah… ini merupakan hasil maha karya dari Mpu Tantular dan memiliki ikatan yang kuat bagi Orang Bali. Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Kata “bhinneka” berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “tunggal” berarti satu, dan “ika” berarti itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan ” Beraneka Satu Itu “, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan, bahwa diantara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Kesetiaan Orang Bali terhadap Bangsa dan Negara tidak perlu diragukan lagi. Bendirinya Bangsa Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Jaman-jaman ke-emas-an Hindu menjadi dasar yang kuat bagi Orang Bali untuk setia pada Nusantara ini. Peradaban berputar, ada jaman kebangkitan, ke-emas-an dan keruntuhan. Tidak ada yang Abadi atas Kehendak-Nya. Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia adalah Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Kaling, Kerajaan Mataram Hindu, Kerajaan Wangsa Isyana, Kerajaan Kediri, Kerajaan Bali, Kerajaan Singasari, Kerajaan Majapahit. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan dengan penganut terbesarnya adalah Budha.

Sahabat. Tak ada yang Abadi. Peradaban adalah sebuah siklus yang akan ada di dunia. Dunia yang berputar sama halnya dengan peradaban itu sendiri. Semua adalah Kehendak-Nya. Saat ini sangat penting dalam menjaga Peradaban NKRI, sebagai Orang Bali yang taat pada agama dan Leluhurnya.

Kerjaku adalah Hobbyku

Kerjaku adalah hobbyku. Karena hobby menjadilah pekerjaan yang menghasilkan uang dan uang. Siapa yang menyangka bila hobby menjadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan banyak uang ? Berawal dari hobby mancing menjadi seorang pemancing profesional, berawal dari hobby berpetualang akan menjadi seorang guide yang profesional dalam bidang berpetualang seperti menyelam, mendaki gunung, mengarungi jeram, pemanjat tebing yang semuanya adalah profesional dibayar dengan uang, jadi hobbyku adalah pekerjaanku.

Tak perlu mengecilkan hobby yang sedang Anda jalani saat ini. Telah banyak terbukti bahwasanya Hobby yang menghasilkan uang adalah sebuah pekerjaan. Memang awalnya adalah masih membatasi diri bahwasanya ini sekedar hobby, dibayar atau tidak , tidak jadi masalah. Karena hobby segalanya terasa sangat ringan dan menyenangkan. Dilain pihak orang menggunakan hobby Anda secara profesional. Nah… saat itulah Anda harus memperhatikan hobby Anda.

Berawal dari hobby berubah menjadi pekerjaan. Berawal dari sekedarnya berubah menjadi keseriusan. Hobby membawa pekerjaan menjadi sangat ringan, mudah dan menyenangkan. Lebih-lebih hobby kini  menghasilkan uang. Betapa sangat menyenangkan bila hobby yang kita jalankan menghasilkan uang yang tentunya bermanfaat bagi kita. Dulu, ada yang hobby bersepeda kini menjadi seorang pembalap sepeda yang profesional, banyak sponsor yang membiayai, uang pun mudah didapatkan. Dulu, ada yang hobby bermain game di Handphone kini menjadi gamer yang profesional hingga bertanding ke manca negara. Berkat hobby mereka kini menjadi orang profesional dibidangnya.

Untuk itulah, Anda tidak perlu berkecil hati bila memiliki hobby yang aneh-aneh. Hobby memelihara ular, cobalah perdalam ilmu tentang ular, sehingga menjadi seorang yang ahli mengenai ular yang nantinya akan diperlukan oleh orang lain. Anda bisa saja memiliki hobby duduk di pinggir jalan … hmmm ini hobby yang aneh sekali. Belum ada sepertinya hobby seperti ini, tapi dari sekian juta orang di dunia pastilah ada yang memiliki hobby duduk dipinggir jalan. Kalau hobby ini kira-kira pekerjaannya jadi apa ya ….???  Saya juga bingung sendiri.

Hobby Kampanye Penghijauan

Bukalah mata kita, lihatlah disekeliling kita dengan seksama, dengarkan apa kata mereka tentang pekerjaannya, Anda akan tahu, pekerjaan mereka adalah hobby mereka. Kerjaku adalah hobbyku. Hobbykulah yang membawa pekerjaanku menjadi ringan. Hobby kulah yang mendatangkan rezeki itu. Mari jadikan Hobby kita sebagai sebuah pekerjaan yang mendatangkan uang. Jadilah profesional, jadilah seorang ahli, dengan hobby yang kita miliki sekarang. Tap perlu menjadi orang lain dalam meningkatkan profesionalisme, jadilah diri sendiri. Jadikan hobby kita sebuah pekerjaan yang profesional. salamat bekerja. Hobbyku adalah pekerjaanku. Kerjaku adalah hobbyku. (RANBB)

Bhagavadgita II.47

Karmany Evādhikāraste

Mā Phaleshu Kadācana

Mā Karma Phala Hetur Bhūr

Mā Te Sango`Stv Akarmaṇy

                        (Bhagavadgita II.47)

Kewajibanmu Kini Hanya Bertindak

Bekerja Tanpa Terikat Pada Hasil

Jangan Sekali Pahala Menjadi Motifmu

Jangan Pula –

Hanya Berdiam Diri Jadi Tujuanmu

Kajeng Kliwon

LEAK dalam tradisi Bali

Edisi kajeng kliwon : ” Pengleakan angerep pangelekasan kalepasan ”
sekedar hanya untuk pengetahuan semata ,bukan bermaksud sebagai guru leak . Semoga setelah ini sekilas bisa lebih tahu tentang ilmu pengleakan untuk tidak berfikir negatif terlebih dahulu tetap jaga pikiran positif kita dan juga jangan pernah berharap akan mendapatkan jawaban jika bertanya “Apakah anda bisa ngeleak? Leak tidak perlu di takuti, tidak ada leak yang menyakiti, takutlah terhadap pikiran picik, dengki, sombong, balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, pada diri kita sebab itu sumber pengiwa dalam tubuh kita.

Bila tidak diantisipasi tekanan darah jadi naik, kita dapat, Stres, Stroke, Setra.Pada hakekatnya tidak ada ilmu putih dan hitam semua itu hati yang bicara
Sama halnya seperti hipnotis, bagi psikiater ilmu ini untuk penyembuhan, tapi bagi penjahat ilmu ini untuk mengelabui serta menipu seseorang, tinggal kebijaksanaan kita yang berperan.Pintar, sakti, penting namun..ada yang lebih penting adalah kebijaksanaan akan membawa kita berpikir luas, dari pada mengumpat serta takut pada leak yang belum tentu kita ketemu tiap hari. hehehheee,..semoga kebaikan datang dari segala arah ”

Asumsi kita tentang leak paling-paling rambut putih dan panjang, gigi bertaring, mata melotot, dan identik dengan wajah seram. Hal inilah yang membuat kita semakin tajam mengkritik leak dengan segala sumpah serapah

Continue reading

Nak Bali Bagus

Nak Bali Bagus

iklan

Ngayah Adalah Sebuah Proses

Ngayah adalah sebuah proses (opini nakbalibelog). Kita umat Hindu dimanapun berada sudah pasti mengenal istilah Ngayah, Ngaturangayah, Tedun Ngayah, atau bekerja bergotong-royong dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam suatu kegiatan keagamaan ataupun sosial budaya Bali lainnya. Ngayah, Ngaturangayah saat ini sepertinya sudah mulai efektif baik dari segi waktu pelaksanaannya maupun jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh Pengayah (orang yang Ngayah). Bila dahulu orang Bali Ngayah bisa dari pagi-pagi buta hingga siang hari dan dilanjutkan pada malam hari, kini Ngayah lebih efektif, karena mulai jam 7 pagi hingga jam 10 saja. Kenapa ? Ya karena sebagian pekerjaan telah dilakukan oleh tenaga-tenaga profesional dibidangnya, berbeda dengan dulu, apa-apa dikerjakan secara bersama-sama.

Demikian pula dari segi pekerjaan yang dikerjakan, kini banyak menggunakan tenaga-tenaga profesional yang tentunya sangat membantu orang Bali dalam meng-efektif-kan waktunya dalam urusan Ngayah sehingga dapat difokuskan pada kegiatan bekerja mencari nafkah. Lebih-lebih kini segalanya dapat dibayar dengan uang, Ngayah pun dapat dibeli, Ayah-ayahan kita dapat diganti dengan sejumlah uang, dan kita terbebas dari kewajiban Ngayah. Entah sampai kapan ini akan terjadi, budaya Ngayah, Ngaturangayah mulai tergerus globalisasi, terpinggirkan oleh uang ….. Continue reading

Manfaat Pohon Bagi Kehidupan

SEPERTI KITA KETAHUI BERSAMA
POHON SANGAT BERMANFAAT BAGI KITA :
• UDARA SEJUK BERKAT PEPOHONAN
• MENGURANGI DAMPAK GLOBAL WARMING
• MENYERAP KARBONDIOKSIDA
• MENGHASILKAN GAS OKSIGEN O2
• MENYELAMATKAN LAHAN-LAHAN KRITIS

KAMI MENGAJAK ANDA UNTUK IKUT SERTA DALAM PENGHIJAUAN
MENANAM HUTAN UNTUK KEBUTUHAN INDUSTRI PERKAYUAN
MARI MILIKI BISNIS YANG MULIA INI
HANYA DENGAN MENANAM 12 POHON

paket 12 pohon

ANDA AKAN MEMILIKI MASA DEPAN KEUANGAN YANG CERAH
SECERAH ALAM KITA, HUTAN KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
#SAVEHUTANALAM
#GERAKANAMANKANBUMI

HUBUNGI :
K-BUDIASA / 081294894000
WWW.INDONESIA.JABON.BIZ

MEGUMI PADANGAN

MEGUMI PADANGAN

Dangan artinya Dapur. Megumi Padangan di Dapur mengandung makna untuk mengingatkan bahwa setiap orang pasti akan berhadapan dengan masalah Dapur. Maksudnya setiap orang itu perlu menyiapkan diri guna hidup mandirisetelah nantinya berumah tangga. Mohon Pelukatan di Dapur mengandung arti bahwa orang yang akan melaksanakan Potong Gigi itu perlu bersih diri dulu. Natab Banten Sabuh Rah untuk Perempuan dan Banten Ngeraja Sawala untuk laki-laki sebagai simbolis untuk menyatakan diri kepada Bhatara Brahma dan Dewi Saraswati bahwa mereka (baik laki-laki maupun perempuan) telah siap baik fisik maupun mental dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang berhubungan dengan Dapur jika sudah berumah tangga. Megumi Padangan ini juga mengandung simbolis bahwa mereka siap untuk hidup berumah tangga.

Magumi Padangan adalah salah satu rangkaian upacara pada upacara Metatah atau mepandes atau potong gigi yang akan dilaksanakan oleh Suka Duka Banjar Ciledug, selengkapnya klik www.banjarciledug.org

Hidup itu Menunggu Kompor

Hidup itu menunggu kompor. Yach begitulah pepatah orang Bali. Sebuah pepatah yang penuh dengan makna yang sangat dalam bagi orang Bali. Kompor sebagai “finishing” badan kasar kita untuk kembali ke Panca Maha Butha. Maka orang Bali sangat bijaksana dalam menyikapi hidupnya sehari-hari, penuh dengan toleransi, kebahagiaan, ketulusan hati, kedermawanan, kesederhanaan, kesabaran, kesetiaan, karena mereka tahu persis bahwa sang jiwa dalam menuju ke alam Sorga hanyalah ditemani karma wacananya. Tidak ada harta benda duniawi yang akan dipanggulnya, tidak ada uang dalam dompetnya, tidak ada batu permata dalam jari-jemarinya, tidak dalam mobil mewah dalam perjalanannya,  termasuk badan kasarnyapun harus dikembalikan kepada Yang Maha Pemilik. Menjadi tugas kompor untuk memproses kembalinya Panca Maha Butha ke asalnya. Proses ini sering disebut Kremasi.

IMG_20160401_145901Dahulu, kompor ini dengan bahan bakar “lengis gas” (minyak tanah) yang tempatnya digantung diatas pohon agar bahan bakar dapat turun ke kompor dengan baik. Proses Kremasi di Bali semakin berkembang dari jaman-ke jaman, Teknologi dapat dengan mudah mempengaruhi kebiasaan orang Bali dalam melaksanakan upacara. Tetapi teknologi tidak mempengaruhi makna upacara keagamaan orang Bali. Seperti halnya kompor ini, yang saat ini menggunakan tabung, mirip tabung gas, namun bahan bakarnya tetap sama yaitu “lengis gas” hanya saja tabung ini memiliki tekanan sehingga dapat mendorong minyak dalam tabung. Orang Bali memang pintar dan kreatif. Bahkan dibeberapa tempat saat ini telah lebih maju dalam proses Kremasi, yaitu menggunakan Oven, oven yang khusus untuk proses Kremasi Jenasah.

Setelah melihat Kompor ini, bagaimana perasaan Anda sebagai orang Bali ? Cepat atau lambat, semakin hari kematian semakin dekat, usia memiliki batas, usia milik Yang Maha Pemilik. Tak ada yang akan kita bawa dalam perjalanan menuju Sorga selain karma wacana, kaya atau miskin sama-sama di “finishing” oleh kompor ini. Reinkarnasi yang kita jalani saat ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperbanyak karma wacana yang baik dan sesuai dengan ajaran agama Hindu, Trikaya Parisudha, serta kitab-kitab suci tuntunan hidup lainnya. Semoga hidup kita bermanfaat bagi masyarakat, penuh dengan kedamaian, kesadaran jiwa, kebijaksanaan, keharmonisan, keindahan, yang semuanya akan kita gunakan untuk menciptakan Sorga dalam kehidupan yang akan datang. Tercapainya Sorga akan menuntun kita dalam mencapai Moksa. Om Swaha ……..