Prediksi Kematian Pasien Dan Kode Etik Balian


Prediksi Kematian Pasien Dan Kode Etik Balian ( Dalam Dharma Usadha ).

Hidung pasien akan terlihat lebih pesek dari biasanya;
Pertengahan alis dan sekitar dahi/kening selalu keluar keringat;
Suaranya terdengar gamang ;

Kode Etik Balian

Kode Etik Balian

Seorang Balian (penyembuh tradisional) yang landasan ilmunya bersumber pada teks Dharma Usadha, dapat memprediksi datangnya kematian bagi si pasien berdasarkan ciri-ciri atau pertanda yang diperlihatkan oleh si sakit. Menurut teks ini, seorang Balian tidak boleh memberikan obat-obatan apapun kepada orang yang dipastikan akan meninggal beberapa saat lagi. Penolakan Balian Dharma Usadha bukannya tanpa alasan seperti prasangka orang selama ini.
Kematian bagi Dharma Usadha adalah sebuah fenomena ‘metamorfosis‘ yang terjadi pada manusia, dimana mereka yang mati lalu meninggalkan badan manusianya menuju badan baru yang lebih halus. Seperti seekor ulat yang terlebih dahulu harus menjadi kepompong agar bisa berubah (bermetamorfosis) menjadi kupu-kupu; demikian juga seekor jangkrik muda harus membuang badan pertamanya untuk memperoleh badan baru yang bersayap dan dapat terbang; pun manusia melalui proses kematian merubah dirinya menjadi roh (atma).
Kematian adalah sebuah proses evolusi (metamorfosis) dan bukanlah akhir dari segalanya apalagi akhir dari kehidupan. Bagi Dharma Usadha kehidupan tidak pernah akan berhenti, kehidupan itu berjalan terus hingga tujuan utama dari kehidupan tersebut tercapai. “Sekali lagi, akhir bukanlah kematian, akhir adalah menyatunya kehidupan dengan sumber kehidupan “. Fenomena ini bagaikan menyatunya kembali air hujan yang jatuh di dataran dengan lautan dari mana hujan itu bersumber. Tidak ada akhir dari air, yang ada hanyalah proses daur ulang dan perubahan rasa; demikian juga tidak ada akhir dari kehidupan, yang ada adalah proses semakin mendekati atau menjauh dari sumber kehidupan.
Pemahaman inilah yang melatari hingga Balian yang mengerti hakekat kematian, oleh Dharma Usadha dilarang mengganggu evolusi itu. Seperti ulat dalam kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, menjadi tidak sempurna jika diganggu; demikian juga seekor jangkrik muda yang membuang kulit lama, menjadi tidak sempurna jika diganggu. Evolusi kehidupan manusia pun sama saja, tentunya roh tidak akan memperoleh kesempurnaan jika proses evolusinya diganggu, maka dari itu, Balian Dharma Usadha berpantang memberikan obat-obatan kepada mereka yang diprediksi akan meninggal dunia. Pada situasi seperti ini, obat-obatan dianggap sebagai pengganggu proses evolusi atau proses ‘metamorfosis‘ manusia, perubahan dari bentuk kasarnya ke bentuk baru yang lebih halus.

Tingkah anambanin wong agring angadu Dharma Usadha, kayatna juga kramanya, hawas juga kalaranya mwang bayu pramananya, kalaning bayu mapanes, mwang bayu mahetis, bayu ayem. Ika yatna juga humawas mwang sedeng asung tamba mwang nora, mangkana prabedanya, apan hila-hila ika.

Artinya:
Etika mengobati orang sakit mempergunakan pengetahuan Dharma Usadha, waspadai aturannya perhatikanlah penyakitnya serta tanda kehidupannya, saat terasa panas, sejuk, ataukah dingin. Itulah yang diperhatikan dengan seksama sebagai dasar boleh mengobati atau tidak, seperti itulah aturannya, waspadai sebab berbahaya itu.

Berikut petunjuk Dharma Usadha dalam memprediksi kematian pasien berdasarkan pertanda-pertanda:
1. Hidung pasien akan terlihat lebih pesek dari biasanya;
2. Pertengahan alis dan sekitar dahi/kening selalu keluar keringat;
3. Suaranya terdengar gamang (kerap memanggil-manggil nama orang yang sudah meninggal);

Saking Buku Atma Prasangsa Memahami Kematian Dalam Tradisi Budaya Bali oleh IB Putra Manik Aryana, SS. M.Si. Diposting oleh Rare Angon Nak Bali Belog

6 responses to “Prediksi Kematian Pasien Dan Kode Etik Balian

  1. Sya datang lagi bli, wow sngat menarik postingannya,kalo ada tanda2 yg lain boleh di PM hehe,tentunya sebagai bahan perenungan dan pembeljaran. Slam hangat

    Like

  2. Hello Bli Gde, suksma sampun ngerawuhin blog Nak Bali Belog… ngiring sareng-sareng belajar dan berbagi…

    Like

  3. nah niki wawu je becik postingnyane,,ūüėÄ ,,,,rahajeng rahinan jagat galungan lan kuningan nika bliūüėÄ ,,,,,

    Like

  4. Artikel penjelasan tanda-tanda kematian dan kode etik bali. menarik sob artikelnya.
    Ok sob, terima kasih sudah masang Link Blog Pendidikan Link Blog anda juga sudah terpasang di sidebar Blog Pendidikan. salam sukses dan terus berkarya….

    Like

  5. Luungan sing tawang pidan kal mati Bli, menikmati idup gen…ūüôā

    Like

  6. Selamat pagi, terima kasih atas kunjungannya Ngurah Adis, Blog Pendidikan, Pondok Merana, ayooo ngeblog dan update selalu

    Like

G U E S T B O O K H E R E !!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s